$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Kisah Adian, Jagoan Pembela Rakyat Kecil, Antam, dan Koperasi Tambang Rakyat...

GELORABANGSA - Yang namanya aktivis sejati itu selalu memberi manfaat di manapun mereka berada. Saat berada di luar sistem pemerintahan, se...



GELORABANGSA - Yang namanya aktivis sejati itu selalu memberi manfaat di manapun mereka berada.

Saat berada di luar sistem pemerintahan, selalu kritis dan siap memberi masukan. Bukan nyinyir.

Daripada cuma sibuk ngebacot sana-sini, mereka akan berjuang mewujudkan gagasan-gagasan untuk membantu banyak rakyat kecil meningkatkan harkat hidupnya.


 
Dan saat berada di dalam sistem pemerintahan, juga selalu siap mendorong dan mewujudkan aturan-aturan yang membawa manfaat besar bagi rakyat.

Intinya, aktivis sejati itu hadir dengan solusi dan tindakan nyata buat kebaikan orang banyak. Dan nggak cuma sibuk ngebacot atau merengek-rengek menuntut orang lain memperbaiki kondisi.

Satu contoh aktivis sejati buat saya adalah bung Adian Napitupulu.

Walaupun sudah tidak berkiprah di jalanan, namun Adian tetaplah jagoan pembela rakyat kecil.

Contoh terkini kisah perjuangan beliau berkaitan dengan kisah koperasi tambang rakyat di Pongkor.

Masih segar dalam ingatan kita tentunya, bagaimana pada Oktober tahun lalu, Adian mendamprat Dirut PT Antam soal kesejahteraan masyarakat di area tambang Pongkor.

Gara-garanya, walau sudah puluhan tahun Antam menambang emas di wilayah tersebut, namun kebanyakan masyarakat sana tak menikmati hasilnya.

Ya, Antam memang pantas didamprat sama Adian, karena mereka sendiri keterlaluan.

Mereka itu BUMN, yang harusnya berusaha untuk kesejahteraan rakyat, terutama rakyat di wilayah operasi mereka.

Namun kenyataannya, seperti yang dikatakan Adian, yang dipedulikan sama penggede-penggede Antam cuma perut mereka.

Didamprat seperti itu, Dirut Antam jelas nggak bisa membantah.

Karena memang faktanya, sumbangsih mereka ke masyarakat Pongkor itu minim, nyaris nol.

Bagaimana bisa?

Buat kontraktornya saja, Antam pakai kontraktor dari Jakarta, sebaliknya daripada kontraktor asal Pongkor.

Sudah begitu, karena penambangan Antam, warga sekitar sudah tidak bisa bercocok tanam lagi. Tapi saat mereka juga mencoba menambang, malah diperlakukan oleh Antam sebagai penambang liar.

Sebegitu ekstrim perlakuan Antam terhadap warga sana, sampai Antam memerintahkan pembakaran 200 rumah di Pongkor.

Saya sendiri bisa melihat emosi bung Adian saat mengungkit soal rumah penduduk yang dibakar tersebut.

Ya, Antam tidak merangkul rakyat di Pongkor untuk mengelola kekayaan alam bersama-sama.

Padahal, perusahaan tambang negara lain, seperti PT Timah, mampu bersinergi dengan penambang rakyat di sekitar area tambangnya.

Parahnya lagi, sebenarnya koperasi-koperasi rakyat di Pongkor sudah lama mengajukan niat untuk ikut menambang disana, bermitra dengan Antam. Tapi niat tersebut tak pernah ditanggapi oleh Antam.

Padahal, munculnya gagasan tentang koperasi penambang rakyat di Pongkor adalah untuk menanggulangi penambangan liar.

Malahan, belakangan ada penambangan liar yang dilindungi oleh oknum-oknum dalam Antam, atau bahkan diberi penghargaan oleh Antam.

Sedangkan koperasi rakyat justru dihalang-halangi.

Kan koplak.

Kalau ini anggota DPR lain, urusannya mungkin akan selesai dengan basa-basi pura-pura marah, diikuti penyelesaian di bawah meja ala DPR.

Tapi kali ini, lawan mereka adalah Adian Napitupulu, anggota DPR yang juga adalah aktivis sejati.


 
Adian nggak cuma berlagak mendamprat mereka di ruang rapat dengan harapan dibagi proyek. Lantas mendadak bisu setelah dapat jatah dari memerah BUMN.

Adian nggak cuma ngebacot merengek panjang ini itu di Facebook, Twitter, atau Instagram, macam badut-badut esjewe.

Dalam rapat setelahnya dengan Antam, dia terus mengejar isu tersebut, menagih janji realisasinya.

Dan sebagai aktivis sejati, dia bergerak, berbuat sesuatu untuk memecahkan masalah.

Adian tahu bahwa kerjasama BUMN dengan koperasi itu sesuai dengan undang-undang. Dan di tangannya, dia juga sudah kantongi persetujuan Presiden, Kementrian BUMN, dan Kementrian SDM.

Bermodalkan semua itu, minggu lalu dia datangi Antam di Pongkor, dan juga Koperasi Produsen Gunung Emas Pongkor.

Dan di Pongkor sana, dia tagih janji Antam. Dia dorong terwujudnya persetujuan kerjasama antara Antam dengan koperasi penambang di Pongkor.

Akhirnya, gol!

Setelah lama tertunda, perjanjian kerjasama tersebut ditandatangani. Harapan penambang rakyat Pongkor terwujud.

Memang lain kalau yang menangani itu aktivis jagoan kayak Adian.

Dengan begini, koperasi produsen ini sendiri akan menjadi mitra Antam dalam melakukan pertambangan.

Dengan begini, para penambang rakyat di Pongkor tak perlu lagi mencari penghidupan dalam ketakutan saat menambang. Mereka tak perlu lagi kuatir diperlakukan sebagai penambang illegal ataupun ditangkapi penegak hukum.

Penambangan yang mereka lakukan sekarang adalah sah, selama mereka bernaung di bawah koperasi.

Koperasi akan membeli hasil tambang mereka, dan Antam akan membeli hasil tambang tersebut dari koperasi.

Tak akan ada lagi penambangan ilegal. Yang ada hanyalah penambang rakyat yang bermitra dengan Antam.

Tak akan ada lagi pasar gelap yang menjual emas hasil penambangan illegal. Kenapa? Karena sekarang, semua hasil produksi tambang rakyat hanya akan disalurkan ke Antam melalui koperasi.

Dengan begini, semua pihak diuntungkan. Win-win-win solution.

Sampai situ saja?

Enggak.

Adian juga akan memastikan agar Antam memenuhi janji lainnya.

Model kerjasama Antam, koperasi, dan penambang rakyat harus diterapkan juga di wilayah lainnya di Indonesia.

Jangan sampai ganti Dirut ganti cerita. Nasib penambang rakyat harus diangkat melalui kerjasama Antam dengan koperasi penambang rakyat.

Maka ke depannya, bersama dengan bung Adian, ayo kita kawal terus realisasi kerjasama Antam dan koperasi penambang rakyat di wilayah lain di Indonesia.

Buat bung Adian, salut!



S:Alifurahman


Name

Berita,6732,Internasional,314,Nasional,6263,Opini,261,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Kisah Adian, Jagoan Pembela Rakyat Kecil, Antam, dan Koperasi Tambang Rakyat...
Kisah Adian, Jagoan Pembela Rakyat Kecil, Antam, dan Koperasi Tambang Rakyat...
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiwxe4t6jtMPpPPHmWerob7PwOUBe76KMBgRjyBvES_26h5c2rAWu1g-xA2QWQtYe1eAW7KRKQi_ILahlK31N5kZvmx1dNa9X4qbeqP4lYFFo877Jhw-7VRA2KF_7ImJOHgmIse2A2iYJunDI4gShfQQ5tywzpBKjlv2VvPChjT5fYMWPpJl1tjMdZK=w640-h372
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiwxe4t6jtMPpPPHmWerob7PwOUBe76KMBgRjyBvES_26h5c2rAWu1g-xA2QWQtYe1eAW7KRKQi_ILahlK31N5kZvmx1dNa9X4qbeqP4lYFFo877Jhw-7VRA2KF_7ImJOHgmIse2A2iYJunDI4gShfQQ5tywzpBKjlv2VvPChjT5fYMWPpJl1tjMdZK=s72-w640-c-h372
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2022/02/kisah-adian-jagoan-pembela-rakyat-kecil.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2022/02/kisah-adian-jagoan-pembela-rakyat-kecil.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy