$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Aksi Narji Melawak Lewat PKS

GELORABANGSA - Rasanya bukan hal yang aneh jika seorang artis terjun ke ranah politik. Dan saat ini yang sedang cukup ramai diperbincangkan...



GELORABANGSA - Rasanya bukan hal yang aneh jika seorang artis terjun ke ranah politik. Dan saat ini yang sedang cukup ramai diperbincangkan komedian Narji Cagur. Entah yang bersangkutan masih berprofesi seorang komedian atau tidak. Mengingat sepertinya sudah sangat jarang melihat wajahnya yang super imut nan tampan itu nongol di televisi.

Bahkan sebatas bintang tamu sekalipun tak nampak batang hidungnya. Beda dengan rekan-rekannya yang mantan di grup Cagur, nampak masih eksis seperti Wendy, Denny dan Bedu.

Apakah karena itu lantas kemudian yang bersangkutan terjun ke dunia politik dan tampak lebih serius. Entah serius atau pening kebingungan sampai akhirnya berlabuh ke PKS? Banting setirnya tak main-main dan berharap dapat melawak di Senayan seperti artis yang lainnya.


 
Cukup menarik PKS sukses rayu Narji yang semula diisukan bakal gabung ke Partai Demokrat. Rupanya hanya prank Narji untuk AHY Cs yang sudah kesenangan alang kepalang. Narji sendiri dulu bergabung di PAN (2018-2020) dan konon karena ada rasa kecewa kemudian keluar. Justru terlihat rekannya Denny Cagur yang masuk ke PAN.

PKS rupanya menggunakan politik praktis melalui Narji jelang 2024. Sebelum lebih jauh soal Narji yang ndagel tapi garing, apa sih itu politik praktis?

Pengertian Politik praktis yakni sebuah dunia dikala semua itikad, motif, kepentingan, dan tekad, hadir beriringan dan saling berhimpit untuk memperebutkan kekuasaan. Secara kasat mata, kekuasaan yang dimaksud tidak lain merupakan jabatan, kedudukan atau posisi. Tetapi secara implisit, yang diperebutkan hakekatnya yaitu otoritas dan wewenang untuk membikin keputusan-keputusan publik.

Dahulu, saat paham demokrasi belum terkonsepsi seperti saat ini, politik praktis tidak lain merupakan “perang atau benturan fisik” antara dua kubu atau lebih yang saling menghancurkan untuk memperebutkan kekuasaan.

Namun saat konsep demokrasi politik sudah membumi seperti saat ini, politik praktis sudah menyerupai sebuah kontestasi yang saling melakukan pembunuhan karakter, saling menghancurkan strategi dan taktik, saling menyerang basis-basis teritorial, dan saling beradu tanding menerima simpati publik.

Contoh Politik Praktis

Apa yang dijalankan PKI dan PNI dalam mengganyang HMI untuk membentuk himpunan kekuatan.

Partai politik yang banyak memakai selebritis dimana dirinya merupakan public figure yang telah tenar untuk menarik hati dan dukungan masyarakat.

Pada jaman orde baru berkuasa, TNI menjadi alat politik yang semestinya netral bagi semua kalangan.


 
Melaksanakan kampanye partai politik di dalam kampus dimana kampus seharusnya ada di zona netral dan tidak dalam keberpihakan golongan manapun dalam konteks politik.

Timses calon pimpinan rakyat yang membagikan sembako dan uang (money policy) untuk mendulang dukungan rakyat.

Menjadikan teman politik sebagai tumbal untuk menutupi kebobrokan yang lebih besar dari dalam partai maupun institusi pemerintah.

Nah, masalahnya apakah si Narji ini kategori selebritis yang dapat menarik perhatian dan dukungan masyarakat? Saya rasa tidak. Kekuatan seorang Narji tak ubahnya seperti saat dirinya di PAN dulu. Toh sudah terbukti sama sekali tak mendapat tempat juga babar blas tak menarik perhatian masyarakat.

Maka dalam hal ini harapan besar PKS menarik Narji ke gerbongnya tak lebih hanya info sekelebat saja setelah itu dilupakan orang. Sejauh yang kita tahu komedian yang cukup moncer di Senayan ada Dedy Miing Gumelar, Nurul Komar lalu ada Eko Patrio setelah itu belum ada lagi.

Kehebohan Narji semata statementnya yang terlihat kedodoran dan tersebar ke media yaitu soal permohonan maafnya lantaran dulu mendukung Jendral Dudung Abdurahman yang memberangus baliho Rizieq dan kemudian setelah yang bersangkutan masuk PKS meralat ucapannya tersebut.

Dari sini dapat kita lihat kemampuannya atau itu cerdiknya PKS memanfaatkan moment tersebut untuk memposisikan diri sebagai partai yang berhaluan kanan dan akrab dengan eks FPI dan turunannya yang dipersepsikan masyarakat Indonesia sebagai kelompok ekstremis dan radikalis. Si Narji komedian yang sudah tak laku lagi garing ini secara tidak langsung telah menghibur kita semua dengan statemetnya yang super garing bin gersang. Sungguh ia juga sukses ndagel melalui PKS.

Pasalnya bagi masyarakat yang sudah jelas mayoritas mendukung Jendral Dudung Abdurahman atas tindakannya terhadap baliho Rizieq yang bikin kumuh kawasan DKI Jakarta dan sekitarnya tersebut. Maka tak heran jika kemudian masyarakat banyak berkomentar melalui sosial media dengan mengungkapkan perasaannya dengan berbagai komentar. Seperti, "Bodo amat Ji", "Sak karepmu Ji", Lu kagak penting buat kami Ji" dan ragam komentar yang lainnya yang super kocak.

Tapi cukup mengagetkan masuknya Narji ke PKS adalah sebuah langkah yang berani. Dan harus siap dengan segala konsekuensinya. Seperti yang kita ketahui bersama PKS adalah sebuah partai yang relatif disukai oleh kelompok-kelompok yang hanya itu-itu saja tak lebih. Lumbung suara PKS memang ada di Jawa Barat, DKI Jakarta lalu ada di sebagian kawasan Sumatera seperti Sumatera Barat.

Lagi pula DNA PKS juga sangat jelas dan sudah menjadi rahasia umum jika partai ini diakui oleh pendirinya Alm. Yusuf Supendi memiliki hubungan dengan Ikhwanul Muslimin. Sedang Ikhwanul Muslimin sendiri berasal dari Mesir dan di sana sudah dilarang dan dianggap kelompok teroris. Maka tak heran jika di Indonesia simpatisan atau pendukung PKS ya kelompok-kelompok yang itu-itu saja.

Jadinya tak heran juga jika kemudian Narji kemudian berbalik arah dan memohon maaf atas sikapnya yang dulu mendukung tindakan Jendral Dudung Abdurahman. Dan yang lucu ia mengatakan minta maaf kepada umat Islam. Pertanyaan besarnya umat Islam yang mana dulu? Sedang mayoritas rakyat Indonesia justru sebaliknya mendukung tindakan Jendral Dudung Abdurahman. Sesederhana itu.

Begitu kira-kira Ji Narji ....

Demikian, salam


S:Anto cahya


Name

Berita,6736,Internasional,314,Nasional,6267,Opini,261,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Aksi Narji Melawak Lewat PKS
Aksi Narji Melawak Lewat PKS
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiBO3MAZMpgfOIuCQfMhz_y7eePpwR3Fl_Kavn4Oucf25DGVDFrhAqftIrH0ktw4OjEaZAj917IBpyLVU_GCy9urCvQ0dpeN_tKQmlZM6_qPyHTfWxQE53zPrC7RdOymYbiFQdsHV-g04OPZwVwF--R9jYttqkYgSYLTrbWnn0uKuTmMKx7_VZ30Fn_=w640-h640
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiBO3MAZMpgfOIuCQfMhz_y7eePpwR3Fl_Kavn4Oucf25DGVDFrhAqftIrH0ktw4OjEaZAj917IBpyLVU_GCy9urCvQ0dpeN_tKQmlZM6_qPyHTfWxQE53zPrC7RdOymYbiFQdsHV-g04OPZwVwF--R9jYttqkYgSYLTrbWnn0uKuTmMKx7_VZ30Fn_=s72-w640-c-h640
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2022/01/aksi-narji-melawak-lewat-pks.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2022/01/aksi-narji-melawak-lewat-pks.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy