$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Akhirnya Buron Penendang Sesajen Tertangkap

GELORABANGSA - Sebetulnya kasus yang menimpa pria bernama Hadfana Firdaus yang konon disinyalir memiliki mazhab Salafi ini bikin gemas bagi...



GELORABANGSA - Sebetulnya kasus yang menimpa pria bernama Hadfana Firdaus yang konon disinyalir memiliki mazhab Salafi ini bikin gemas bagi yang waras. Dan bagi saya apa yang telah dilakukan oleh pelaku pada akhirnya akan mendatangkan banyak pesan yang tersirat bagi rakyat, pemangku kebijakan dan aparat.

Dalam hal ini publik sudah jelas memberi penilaian jika kelompok atau mazhab si pelaku ini intoleran, kemudian masyarakat dengan sendirinya juga memberi penilaian bahwa kelompok ini merasa paling benar, bersih dan suci. Imbasnya membuat malu umat muslim di Indonesia secara umum. Pasalnya orang luar negeri memandang bangsa Indonesia terkenal dengan toleransinya tapi dengan adanya kejadian yang dilakukan si pelaku, membuat nama Indonesia tercoreng.

Dan jika pemerintah dan aparat masih saja lunak kepada kumpulan orang-orang seperti mereka ini, maka tak menutup kemungkinan akan menjadi bom waktu di masa yang akan datang dan dapat merusak kebhinekaan dan jati diri bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila.


 
Apa yang dilakukan Hadfana Firdaus dan rekannya yang merekam dan sengaja mengunggahnya ke sosial media tak lain adalah sebuah pesan sekaligus memperlihatkan api dalam sekam di bumi nusantara.

Barangkali nampak berlebihan tapi tak ada salahnya kita waspada. Pesan yang hendak mereka sampaikan jelas yaitu kehadiran mereka jangan dianggap enteng. Asumsi Wapres Ma'ruf Amin yang saat menjadi tamu di podcast Deddy Corbuzier beberapa waktu lalu tak sesuai dengan fakta. Saat itu Wapres memberi gambaran memang ada kelompok intoleran di negeri ini, tapi tak seberapa.

Padahal asal dari si pelaku yaitu di Lotim beberapa waktu yang lalu juga ada kekacauan dan sangat membahayakan kerukunan dan keharmonisan masyarakat.

Diberitakan ribuan masyarakat marah kemudian merusak dan membakar ponpes As-Sunah yang disinyalir dikelola kelompok penganut Salafi. Pemicunya salah satu oknum ustad tersebut dalam video yang beredar kedapatan menghina makam tua yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat (makam leluhur) dengan sebutan "makom karamat tai anjing". Akhirnya ribuan masyarakat turun ke jalan menuntut si ustad ditangkap. Sejauh ini kasusnya sedang ditangani Polda NTB.

Kelompok Salafi dan Wahabi memang jika diperhatikan dari waktu ke waktu semakin menunjukkan eksistensinya. Maka tak heran jika mantan Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj berpendapat, apabila bangsa Indonesia ingin menghabiskan jaringan radikalisme dan teroris, maka harus sampai ke benihnya.

Menurut Said Aqil Siradj, benih-benih terorisme itu berasal dari ajaran Wahabi.

Said Aqil mengatakan, inti ajaran Wahabisme bukanlah terorisme, Tapi, dari paham Wahabi itulah muncul bibit-bibit teroris.

Pasalnya, kata Kiai Said, ajaran wahabi memusyrikkan segala hal. Kalau sudah Wahabi, ini musyrik, ini musyrik, ini bidah, ini enggak boleh, ini sesat, ini dhalal, ini kafir, itu langsung satu langkah lagi, satu step lagi, sudah halal darahnya boleh dibunuh," kata Said Aqil saat membuka webinar Mencegah Radikalisme & Terorisme Untuk Melahirkan Keharmonisan Sosial, Selasa (30/3/2021).


 
Selain Wahabi, kata dia, ajaran Salafi juga menjadi pintu masuk terorisme. Sebab, Wahabi maupun Salafi sama-sama mengajarkan apa pun yang tidak sama dengan zaman Rasulullah SAW, maka termasuk sesat.

"Walaupun mereka naik mobil sih, bukan naik unta. Tapi apapun yang kita lakukan, kalau tak seperti Rasulullah, katanya bidah. Kalau bidah berarti sesat. Kalau sesat berarti neraka," tuturnya.

"Setiap barang yang baru, yang tidak ada di zaman Rasulullah bidah. Setiap bidah, sesat, bisa masuk neraka. Ajaran seperti ini pintu masuk untuk menjadi terorisme, menghalalkan darah sesama orang."

Maka dengan demikian pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama bersama aparat harus mewaspdai gerakan mereka yang dapat merusak tenun kebangsaan rakyat Indonesia.

Kembali ke pelaku yang menendang sesajen di gunung Semeru. Nampaknya yang bersangkutan ini tipe pengecut. Sebab sejak video dan tampangnya beredar, pihak kepolisian dalam hal ini Polda Jatim menyatakan memburu pelaku. Dan bukannya secara gentle menyerahkan diri tapi malah ngumpet berhari-hari dan merepotkan pihak aparat.

Sampai akhirnya dari informasi yang dihimpun, Hadfana diamankan di gang Dorowati, Pringgolayan, banguntapan, Bantul. Lokasi penangkapannya dekat dengan Polsek Banguntapan. Hadfana ditangkap sekitar pukul 22.40 WIB, Kamis (13/1/ 2021).

"Iya betul (Hadfana tertangkap). Alhamdulillah berhasil diamankan," ujar Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno kepada awak media, Jumat (14/1/2022).

Eka mengatakan yang melakukan penangkapan terhadap Hadfana adalah Ditreskrim Polda Jatim. "Dari Ditreskrim yang berhasil mengamankan, diback up penuh kita sama Polda Jatim," kata Eka.

Sudah seharusnya pihak terkait menghukum yang bersangkutan berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia. Jangan hanya surat pernyataan permohonan maaf bermaterei saja. Perlunya agar ada efek jera dan orang-orang yang sepaham dengan si pelaku tak lakukan hal yang sama.

Jika tak diberi efek jera takutnya akan diduplikasi orang-orang yang sejenisnya. Ini sudah pasti sangat berbahaya. Tapi jika dihukum dapat meminimalisir kejadian serupa. Memang kendati yang bersangkutan dihukum sekalipun, tak akan membersihkan kelompok intoleran di nusantara tapi setidaknya masyarakat umum akan menjadi berani melaporkan jika ada yang berani lakukan hal yang serupa.

Coba saja orang-orang seperti Hadfana Firdaus dan kawan-kawannya ini lakukan pengrusakan sesajen di Pulau Bali kalau berani. Hmmm, bisa jadi setelahnya akan dijadikan campuran lawar. Haha

Demikian, salam



S:Anto cahya


Name

Berita,6681,Internasional,313,Nasional,6212,Opini,260,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Akhirnya Buron Penendang Sesajen Tertangkap
Akhirnya Buron Penendang Sesajen Tertangkap
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiSVud3eHb77wPBHRkDbbgQHDGRJn-TUbEjlnvcIInUAdUTM8MYruEfqItqNszZ-WYTz_lhEiLmwtIorTMqz2lXWKnPG3uTH_66m5VjrS8D_rlxLQ_JNNyImrCDiq44gxIKIUvZAoEXx5FkHitCTCi1q5DYsffnqdksmBthdywFLeJCIbd0lh6x_amM=w640-h346
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiSVud3eHb77wPBHRkDbbgQHDGRJn-TUbEjlnvcIInUAdUTM8MYruEfqItqNszZ-WYTz_lhEiLmwtIorTMqz2lXWKnPG3uTH_66m5VjrS8D_rlxLQ_JNNyImrCDiq44gxIKIUvZAoEXx5FkHitCTCi1q5DYsffnqdksmBthdywFLeJCIbd0lh6x_amM=s72-w640-c-h346
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2022/01/akhirnya-buron-penendang-sesajen.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2022/01/akhirnya-buron-penendang-sesajen.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy