$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Kode Keras! Saat Mega Bicara Sanksi Pecat di Depan Ganjar

GELORABANGSA - Sepertinya Ganjar Pranowo dan relawannya atau pendukungnya harus berjiwa besar menerima kenyataan pahit jika pada akhirnya h...



GELORABANGSA - Sepertinya Ganjar Pranowo dan relawannya atau pendukungnya harus berjiwa besar menerima kenyataan pahit jika pada akhirnya hak prerogratif sang Ketua Umum Megawati Soekarno Putri tidak jatuh kepada Gubernur Jawa Tengah tersebut.

Pasalnya sinyal-sinyal kuat selama ini terus saja seperti menghantam dengan tajam ke arah Ganjar. Dan serangan itu datang bak gelombang. Cilakanya justru datang dari orang-orang yang memiliki pengaruh cukup kuat di internal PDIP bahkan datang pula dari sang penentu di PDIP.

Barangkali masyarakat tak lupa bagaimana Ketua Bappilu PDIP sekaligus Ketua DPD PDIP Jateng Bambang 'Pacul' Wuryanto menyerang Ganjar dengan sangat vulgar. Dihabisi hingga "kolor" Ganjar terlihat sampai luar.

Kemudian Puan Maharani pun tak kalah garang turut menyerangnya. Ganjar benar-benar dibuat seperti Satria Wirang yang hanya bisa diam dan pasrah atas kondisi yang ada. Dan polemik di atas sampai menyita perhatian publik hingga beberapa bulan lamanya.

Belum usai lantas beberapa elit partai di Senayan juga terlihat ikut berbicara, dimotori oleh Efendi Tampubolon dan kawan-kawannya. Seperti di komando juga menghajar "Mas, yang di Jawa Tengah".

Dan yang terlihat masih cukup hangat tentu saja statement Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto tentang sanksi kader yang menyebut dan disebut soal nyapres. Seakan membuka kotak pandora upaya untuk menyingkirkan Ganjar dari arena 2024 kian kuat.

Tentu saja arah panah tertuju ke Ganjar Pranowo siapa lagi kalau bukan sang Gubernur Jawa Tengah ini? Sebab tokoh PDIP yang selama ini paling menonjol dan terlihat memiliki elektabilitas paling moncer diantara yang lain ya hanya Ganjar. Terlebih ditambah manuver para pendukungnya yang deklarasi di sana sini, tak hanya di dalam negeri tapi juga luar negeri.

Meskipun Ganjar Pranowo secara personal tidak pernah menyebut dirinya bakal nyapres di tahun 2024, akan tetapi sudah barang tentu elit PDIP sudah pasti melihat gelagat. Mungkin melihat dari berbagai sudut pandang dan mereka memiliki parameter tersendiri.

Jika benar kasihan juga sosok Ganjar Pranowo ini. Tapi satu sisi para pendukungnya yang rata-rata sebagai rakyat awam juga tidak mengetahui maksud dan tujuan para elit PDIP mengapa sepertinya tak menghendaki Ganjar Pranowo.

Rakyat tentunya hanya bisa berasumsi atas apa yang terjadi. Karena pada dasarnya masyarakat awam itu hanya melihat gaya komunikasi dan kinerja sang tokoh. Mereka adalah pemilih yang ingin memberikan suaranya kepada tokoh yang dirasa tepat.

Sedang elit PDIP barangkali memiliki penilaian tersendiri. Apalagi PDIP ini sangat kental dengan sistem komandonya. Dengan prosentas suara nasional yang rata-rata 20% tertinggi dibandingkan dengan partai lain maka secara matematis PDIP memiliki bergaining yang cukup kuat.

Taruh kata cukup dengan menggandeng satu atau dua partai lagi maka PDIP sudah lebih dari cukup memenuhi syarat ambang batas dapat memajukan calon presiden sendiri dan wakilnya sudah pasti dari partai koalisinya.


 
Dan baru-baru ini kode keras juga datang langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri.

Sang Ketum berbicara perihal sanksi pemecatan bagi kader yang sudah kelewatan tidak patuh perintah partai. Megawati menyebut lebih baik mundur daripada dipecat. Peringatan itu disampaikan dalam kegiatan virtual bertajuk, 'Penyampaian Tali Asih Kader Partai Meninggal Dunia Terpapar COVID-19', Kamis (30/9/202021). Rekaman kegiatan itu di kanal YouTube PDIP.

Megawati menyebutkan acara tali kasih virtual itu dihadiri para kader PDIP, termasuk dari DPC. Ada dua kader yang disapa Megawati, yakni Ganjar Pranowo dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu.

Megawati meminta kader PDIP membaca AD/ART karena perihal sanksi diatur di dalamnya. AD/ART PDIP mengatur 3 tingkatan sanksi, paling tinggi pemecatan bagi kader yang tidak loyal kepada partai.

"Sanksi itu tolong dilihat, di AD/ART kita ada tiga. Awal mulanya teguran. Tetapi kalau tidak mau mendengarkan ditingkatkan sanksi peringatan. Kalau sudah diberikan peringatan tetap saja tidak mau disiplin partai, akhirnya dinaikkan, yaitu dinonaktifkan dari penugasannya," papar Megawati.

"Yang paling tinggi adalah pemecatan. Itu sudah pasti dilakukan bagi mereka yang tidak loyal kepada partai," imbuhnya. Namun Megawati mengaku selalu mengingatkan kader yang pelanggarannya kelewatan untuk mundur. Sebab, kalau tidak, pasti dipecat.

"Saya selalu (bicara), baik dalam rapat, pertemuan, kalau tidak cocok ikut PDIP sebaiknya segera saja mundur, menyerahkan KTA-nya, karena kalau tidak sanksi terberat adalah pemecatan," tegas Megawati. "Jadi lebih baik pikir begitu, mundur lebih baik daripada dipecat," sambung dia.

Sebuah pernyataan yang tajam dan sangat menghujam dalam. Tak ada hujan tak ada angin dari acara tali asih yang syahdu dan mengharu biru tiba-tiba menukik ke AD/ART, lantas bicara soal pelanggaran, sanksi, mundur dan pemecatan. Wow, what hapend ana naon?

Dan tentu saja yang menarik Megawati menyampaikan hal tersebut di depan Ganjar Pranowo yang notabene sosok yang kerap disorot oleh internal partainya dan sering disebut-sebut masyarakat calon presiden RI.

Nah, pertanyaannya apakah kode keras dari sang Ketua Umum ini akan mengendorkan semangat para relawan dan pendukung Ganjar Pranowo? Atau sebaliknya menjadi trigger untuk membuktikan dan semakin semangat.

Atau 2024 akan terjadi sebuah siklus? Bukan lagi PDIP yang menjadi jawara karena dipandang telah mengabaikan kehendak rakyat dan semesta pun kemudian menjawab dengan caraNya.

Dan alhasil siklus 10 tahunan akan jatuh ke partai yang lain. Siapa yang dapat menolak kehendakNya?

Bagaimana menurut Anda?

Demikian, salam



S:ninanor


Name

Berita,6627,Internasional,310,Nasional,6158,Opini,253,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Kode Keras! Saat Mega Bicara Sanksi Pecat di Depan Ganjar
Kode Keras! Saat Mega Bicara Sanksi Pecat di Depan Ganjar
https://1.bp.blogspot.com/-51Ws6FYQjxA/YVbuVBnojhI/AAAAAAAAQms/5KUeBdIkNusTBPNTPCtQOahhLEHt1LBHgCLcBGAsYHQ/w640-h296/IMG_20211001_181624.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-51Ws6FYQjxA/YVbuVBnojhI/AAAAAAAAQms/5KUeBdIkNusTBPNTPCtQOahhLEHt1LBHgCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h296/IMG_20211001_181624.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/10/kode-keras-saat-mega-bicara-sanksi.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/10/kode-keras-saat-mega-bicara-sanksi.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy