$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Gatot Di Kuliti Habis-Habisan Oleh Chusnul, Kenapa PKI Tak Ditumpas Saat Jadi Panglima

GELORABANGSA - Entah kenapa, orang yang tidak punya banyak kelebihan, tapi sangat berambisi dalam politik, cenderung menggunakan narasi bas...



GELORABANGSA - Entah kenapa, orang yang tidak punya banyak kelebihan, tapi sangat berambisi dalam politik, cenderung menggunakan narasi basi untuk membuat sensasi. Apalagi isu yang diembuskan selalu sama tiap tahun di bulan yang sama.

Gatot sempat menanggapi diaroma (patung) jejak rezim Orde Lama menumpas PKI yang disebutnya hilang di Museum Kostrad.

“Bukti nyata jurang kehancuran itu adalah persis di depan mata, baru saja terjadi adalah Museum Kostrad, betapa diorama yang ada di Makostrad, dalam Makostrad ada bangunan, bangunan itu adalah kantor tempatnya Pak Harto (Soeharto) dulu, di situ direncanakan gimana mengatasi pemberontakan G30S/PKI di mana Pak Harto sedang memberikan petunjuk ke Pak Sarwo Edhie sebagai Komandan Resimen Parako dibantu oleh KKO,” kata Gatot.
 
Dia awalnya tidak percaya dengan kabar hilangnya patung tersebut. Dia kemudian menyebut itu merupakan tanda bahwa TNI saat ini sudah disusupi PKI.

Sungguh sebuah kebetulan Gatot menyimpulkan soal PKI di akhir bulan September. Ini memang jelas ada agenda cari simpati dengan memojokkan salah satu pihak dan dia mendapat apresiasi karena berhasil membongkar ini.

Sungguh keji memang, apalagi itu adalah tuduhan tidak berdasar, yang memang sepertinya sengaja dilontarkan tanpa klarifikasi dan bertanya lebih dulu.

Padahal, apa susahnya sih cari faktanya dulu?

Pembongkaran patung-patung tersebut atas keinginan dan ide Letnan Jenderal TNI (Purn) Azmyn Yusri Nasution. Orang inilah yang membuat ide untuk pembuatan patung-patung tersebut saat dia masih menjabat Pangkostrad periode 9 Agustus 2011 hingga 13 Maret 2012.

Azmyn menemui Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman. itulah Azmyn mengaku kepada Dudung soal alasan yang mendasarinya membongkar diorama itu.

Azmyn meminta agar patung-patung yang telah dibuatnya untuk dibongkar demi ketenangan lahir dan batin, sehingga pihak Kostrad mempersilakan. Dia merasa berdosa membuat patung-patung tersebut menurut keyakinan agamanya. Jadi, permintaannya tidak bisa ditolak.

Tapi memang pada dasarnya tukang nge-gas, tukang nyinyir dan sakit hati, makanya langsung menyindir. Salah satunya adalah Fadli Zon. Dia menyindir, setelah baliho, kini patung.

Yang pertama menyebarkan sungguh membuat tudingan keji, sedangkan yang tangkap bola (ikut komentar dan mengiyakan) juga sama stresnya. Sama-sama masuk dalam komplotan tukang nyinyir tak bermanfaat bagi negara ini.

Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah melontarkan sindiran tajam Gatot. Lewat cuitannya di Twitter, dia bilang jika memang TNI disusupi PKI mengapa Gatot Nurmantyo saat menjabat Panglima TNI tidak menumpas mereka.
 
“Kalo memang ada kenapa waktu bapak jadi panglima TNI ga ditumpas pak? Tidur ya waktu itu, dasar waluh,” cuitnya.

Tidur? Rasanya gak tidur sih, kecuali pernah tidur saat nonton film G30S/PKI beberapa tahun lalu.

Logikanya jelas, sewaktu masih menjabat sebagai panglima TNI, memang pada dasarnya tidak ada PKI atau komunis. Sudah lama mati dan membusuk. Tapi ini kan masalah politik. Politisasi boleh dong, meski itu tindakan pengecut dan keji.

Ibarat jualan buah durian, tiap musimnya tiba, bilang durian melimpah, tapi nyatanya tidak ada.

Strategi ini memang simpel tapi terlihat bodoh. Dan yang percaya ini lebih bodoh lagi.

Ada banyak isu yang mirip seperti ini.

Contohnya, saat Anies dan Ahok debat soal reklamasi. Itu sudah terjadi sejak era Soeharto, tapi diributkan sekarang. Kenapa dulu tidak ribut?

Freeport juga begitu. Diserahkan pengelolaannya ke asing di era Soeharto, tapi di era Jokowi ributnya minta ampun, narasi SDA dijual ke asing terus berseliweran. Di era presiden sebelumnya tidak seribut itu.

Contoh lainnya. Aturan Presidential threshold 20 persen itu dibuat di era SBY. Aturan ini sudah diberlakukan dua kali pada pemilu 2009 dan 2014. Kenapa sekarang baru ribut di era Jokowi?

Sama ketika di era SBY, Rizieq pernah dipenjara tapi tidak pernah ada yang teriak kriminalisasi ulama. Tapi hanya di era Jokowi, dikit-dikit teriak kriminalisasi ulama.

Begitu juga dengan isu PKI bangkit. Di era sebelumnya, isu ini tidak ada. Hanya di era Jokowi, isu ini dibesar-besarkan.

Apakah pembaca menyadari ketidakwarasan ini? Masih yakin kalau semua ini bukan karena intrik politik busuk?

Bagaimana pendapat Anda?




S:Xhardy


Name

Berita,6627,Internasional,310,Nasional,6158,Opini,253,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Gatot Di Kuliti Habis-Habisan Oleh Chusnul, Kenapa PKI Tak Ditumpas Saat Jadi Panglima
Gatot Di Kuliti Habis-Habisan Oleh Chusnul, Kenapa PKI Tak Ditumpas Saat Jadi Panglima
https://1.bp.blogspot.com/-KcyaXNHi4zo/YVY9YVi96eI/AAAAAAAAQmE/OxCelfsuyb4TUEArV5v1zI26UwY12273QCLcBGAsYHQ/w640-h324/IMG_20211001_054118.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-KcyaXNHi4zo/YVY9YVi96eI/AAAAAAAAQmE/OxCelfsuyb4TUEArV5v1zI26UwY12273QCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h324/IMG_20211001_054118.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/10/gatot-di-kuliti-habis-habisan-oleh.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/10/gatot-di-kuliti-habis-habisan-oleh.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy