$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Bikin Gaduh Jualan Anjuran Poligami dengan Janda, PKS Merengek Minta Maaf

GELORABANGSA - Partai Keadilan Sosial (PKS) telah mencabut aturan Partai yang mempersilakan kadernya melakukan poligami bagi kader-kader ya...



GELORABANGSA - Partai Keadilan Sosial (PKS) telah mencabut aturan Partai yang mempersilakan kadernya melakukan poligami bagi kader-kader yang mampu. Aturan yang dicabut itu yakni Tazkirah Nomor 12 Tentang Solidaritas Terdampak Pandemi. Salah satu poinnya anjuran berpoligami bagi anggota PKS laki-laki yang telah mampu dan siap beristri lebih dari satu.

"Setelah kami mendapat berbagai masukan dari pengurus, anggota dan masyarakat secara umum, kami memutuskan untuk mencabut anjuran poligami tersebut. Kami memohon maaf jika anjuran ini membuat gaduh publik dan melukai hati sebagian hati masyarakat Indonesia." kata Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP) PKS, Surahman Hidayat dalam keterangan resminya, Senin (30/8).

Surahman mengatakan pembatalan aturan itu dibuat dalam rangka mewujudkan prinsip tata kelola partai yang transparan, akuntabel, dan responsif.

Ia mengatakan PKS sedang berfokus untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, terutama anak-anak yatim. Pihaknya mengklaim sangat terbuka untuk menerima masukan dari berbagai pihak di masyarakat.

"Perhatian utama kami adalah membantu meringankan kesulitan ekonomi masyarakat akibat terdampak pandemi." ujarnya

Sebelumnya, PKS dikutip CNN Indonesia, mencanangkan program solidaritas tiga pihak yang mempersilakan kadernya melakukan poligami yang mampu secara ekonomi. Namun, syaratnya tetap harus mengutamakan janda.

Namun komunitas yang mengatasnamakan #SaveJanda mengecam program tersebut karena dinilai hanya akan memperburuk stigma janda.

Founder Komunitas #SaveJanda Mutiara Proehoeman mengatakan, program tersebut justru sangat merendahkan perempuan yang berstatus janda.

"Sebagai partai politik, seharusnya PKS lebih peka terhadap beban berlapis yang dialami perempuan berstatus janda di Indonesia akibat stigma negatif terhadap mereka," ujar Mutiara dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/9).

"Narasi-narasi misoginis seperti imbauan kader untuk berpoligami dengan janda ini hanya memperburuk stigma tersebut," kata dia menambahkan.

Mutiara meminta agar semua pihak berhenti memposisikan perempuan sebagai objek. Ia menekankan, pernikahan bukan sebuah hadiah, apalagi pertolongan bagi perempuan.

Lihat artikel asli


S: Pikirkan rakyat



Name

Berita,6627,Internasional,310,Nasional,6158,Opini,253,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Bikin Gaduh Jualan Anjuran Poligami dengan Janda, PKS Merengek Minta Maaf
Bikin Gaduh Jualan Anjuran Poligami dengan Janda, PKS Merengek Minta Maaf
https://1.bp.blogspot.com/-c-n-Llu2pok/YVZaB_9MO9I/AAAAAAAAQmc/fN_kj1OFL1g_kZ_SQk0xZQG4cTo9ZVILwCLcBGAsYHQ/w640-h376/IMG_20211001_054731.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-c-n-Llu2pok/YVZaB_9MO9I/AAAAAAAAQmc/fN_kj1OFL1g_kZ_SQk0xZQG4cTo9ZVILwCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h376/IMG_20211001_054731.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/10/bikin-gaduh-jualan-anjuran-poligami.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/10/bikin-gaduh-jualan-anjuran-poligami.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy