$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Pengacara Moeldoko Balas Telak Ngelesnya ICW

GELORABANGSA - Nama Moeldoko disebut dalam temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang dipublikasikan lewat situs resminya. Ini terkait de...



GELORABANGSA - Nama Moeldoko disebut dalam temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang dipublikasikan lewat situs resminya. Ini terkait dengan sebuah artikel yang berjudul 'Polemik Ivermectin: Berburu Rente di Tengah Krisis'.

"Hasil penelusuran ICW menemukan dugaan keterkaitan anggota partai politik, pejabat publik, dan pebisnis dalam penggunaan obat Ivermectin untuk menanggulangi COVID-19. 

Polemik Ivermectin menunjukkan bagaimana krisis dimanfaatkan oleh segelintir pihak untuk mendapat keuntungan," demikian tulis ICW mengawali penjelasannya.

ICW mengaku menemukan potensi rent-seeking dari produksi dan distribusi Ivermectin, yang diduga dilakukan oleh sejumlah pihak untuk memperkaya diri sendiri dengan memanfaatkan krisis kesehatan. Salah satu nama yang disebut adalah Moeldoko.

ICW menggunakan dasar hubungan Moeldoko dengan sejumlah pihak di perusahaan produsen Ivermectin, PT Harsen Laboratories. Perusahaan ini dimiliki oleh pasangan suami-istri Haryoseno dan Runi Adianti. Ada salah satu nama yang terafiliasi dengan PT Harsen Laboratories, Sofia Koswara.

Menurut ICW, Sofia dan Haryoseno memiliki kedekatan dengan Moeldoko.

Moeldoko sendiri sudah membantah tudingan ICW tersebut dan melayangkan somasi kepada ICW karena ngawur dan menyesatkan. Dia juga menanggapi soal temuan ICW terkait putrinya, Joanina, yang dekat dengan sejumlah pihak di PT Harsen. Moeldoko mengatakan anaknya tak punya urusan dengan PT Harsen.

Moeldoko lalu menggandeng Otto Hasibuan dan meminta ICW mencabut pernyataannya. ICW diberi kesempatan 1x24 jam untuk meminta maaf secara terbuka di media. Jika ICW tidak meminta maaf atau mencabut pernyataan tentang temuan terkait tudingan promosi Ivermectin dan bisnis ekspor beras, Moeldoko akan melaporkan ICW ke polisi.

Ada beberapa pihak yang membela ICW dengan dalih pemberangusan hak berpendapat atau demokrasi. Ini benar-benar alasan yang kekanak-kanakan.

Kemudian, sebagai respon terhadap ultimatum dari Moeldoko, ICW beralasan memiliki mandat untuk mengawasi pemerintah.

Otto Hasibuan lalu mempertanyakan pernyataan ICW soal mandat mengawasi pejabat publik. "ICW dapat mandat dari siapa sehingga berwenang mengawasi pemerintah? Semua warga negara berhak melakukan pengawasan. Tetapi jangan dengan dalih pengawasan bisa melakukan fitnah dan pencemaran nama baik," kata Otto.


 
"Tidak berarti bebas melakukan fitnah karena kita negara hukum. Selama ini Pak Moeldoko sering dituduh macam-macam," ucapnya.

"Dalam kasus Jiwasraya dan ASABRI, apa yang disampaikan ICW bukan pendapat, tetapi fitnah, dan Pak Moeldoko tidak sekonyong-konyong melaporkan ICW, tetapi memberikan kesempatan untuk membuktikan tuduhannya, terutama tuduhan Pak Moeldoko berbisnis beras," katanya.

Kalau Moeldoko hanya membantah dan kemudian mengutuk, mungkin ICW bisa dipersepsikan benar. Tapi Moeldoko mengancam akan mempolisikan ICW jika mereka tidak mampu membuktikan tuduhannya. Artinya ini serius. ICW akan berada dalam masalah besar jika tidak mempu membuktikan, apalagi kalau misalnya nanti kedapatan hanya bermodalkan dugaan dalam membuat statement tersebut.

Ini simpel sebenarnya. Kalau ada tuduhan, maka yang menuduh harus memiliki data dan bukti yang cukup. Tidak boleh ada istilah cuci tangan dengan bersembunyi di balik dinding demokrasi dan hak berpendapat. Apalagi menggunakan nama ICW sebagai penerima mandat untuk mengawasi pemerintah.

Saya pribadi sangat geli dengan mereka yang sering melakukan fitnah, atau membuat pernyataan menyesatkan atau yang kadang bikin hoax. Mereka salah dan pantas kalau ditindak. Tapi mereka merasa suci dengan dalih kebebasan berpendapat yang dikekang. Bicara ugal-ugalan tapi masih berani menuding otoriter.

Sungguh tak logis kalau misalnya kita menuduh tetangga mencuri, lalu mereka marah karena difitnah dan diminta buktikan atau akan dilaporkan ke polisi, lalu kita protes karena itu adalah hak berpendapat.

Mandat ya mandat. Hak berpendapat itu memang dijamin undang-undang. Tapi tak ada undang-undang yang menjamin hak memfitnah atau membuat statement yang kemudian tak bisa dibuktikan kebenarannya.

Ini bisa diselesaikan lewat jalur hukum. Tinggal kita melihat apakah ICW berani meladeni dan menerima tantangan pihak Moeldoko. Protes dan membuat statement pembelaan tanpa pembuktian hanya akan membuat mereka makin terpojokkan.

Kalau ICW tidak bisa buktikan, maka persepsi buruk akan langsung menimpa mereka. ICW membuat persepsi awal terkait Moeldoko. Kalau persepsi itu kemudian dilempar balik oleh Moeldoko dan ICW tak bisa mengembalikannya, kalian pasti sudah tahu endingnya.

Bagaimana menurut Anda?




S: Seword


Name

Berita,6588,Internasional,310,Nasional,6119,Opini,247,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Pengacara Moeldoko Balas Telak Ngelesnya ICW
Pengacara Moeldoko Balas Telak Ngelesnya ICW
https://1.bp.blogspot.com/-gR7em6wn8xg/YQfIiUyegTI/AAAAAAAAP9U/UEPjM0x736MdFIIM5L3w_a-aR2Cj1j0MgCLcBGAsYHQ/w640-h370/Screenshot_2021-08-02-17-25-18-28.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-gR7em6wn8xg/YQfIiUyegTI/AAAAAAAAP9U/UEPjM0x736MdFIIM5L3w_a-aR2Cj1j0MgCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h370/Screenshot_2021-08-02-17-25-18-28.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/08/pengacara-moeldoko-balas-telak.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/08/pengacara-moeldoko-balas-telak.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy