$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Interpelasi Anies Kandas? Jangan Puas, Begini Cara Jokowi Bayar Lunas

GELORABANGSA - Seperti yang diketahui usaha fraksi PDIP dan PSI untuk menggunakan hak interpelasi kepada gubernur dipahami kandas oleh bany...



GELORABANGSA - Seperti yang diketahui usaha fraksi PDIP dan PSI untuk menggunakan hak interpelasi kepada gubernur dipahami kandas oleh banyak pihak karena tidak memenuhi kuota. 7 fraksi memilih jadi kambing congek di belakang Anies. Dengan berfoto bersama dengan simbol jempol dan telunjuk disilangkan. Kalau orang Indonesia dimaknai minta duit sedang di negara Korea tanda cinta. Cinta kepada Anies atau cinta hasil pertemuannya. Keduanya dapat dimaknai suka-suka. Lebih dalam sudah saya tuliskan di sini, "Jempol Telunjuk Disilangkan Tanda Minta Fulus"

Saya melihat euforia dari 7 fraksi yang hadir, para pendukung Anies dan yang berafiliasi seolah dengan kandasnya interpelasi mereka telah menang dan berhasil mempermalukan 2 fraksi lainnya yaitu PDIP dan PSI yang oleh Anies tak diundang untuk sekedar menyilangkan jempol dan telunjuk.

Sebagai bahan informasi interpelasi dapat dilakukan jika ada 55 anggota yang setuju sedang gabungan fraksi PDIP dan PSI hanya sejumlah 33 anggota. Sehingga diyakini interpelasi tersebut kandas di tengah jalan.


 
Sebetulnya di sini bagi fraksi PDIP dan PSI tak ada yang menang atau kalah apapun hasilnya Anies Baswedan lah pihak yang sangat dirugikan. Mau interpelasi itu sukses digulirkan atau tidak Anies sudah pasti kian dekat ke bibir jurang kehancuran. Jika sudah waktunya tiba namanya bakal tenggelam juga.

Pesan kuat PDIP dan PSI sampai ke rakyat Indonesia. Menunjukkan kepada semua jika Anies jenis pemimpin yang tak berani menghadapi tantangan dan lari dari tanggungjawab meski hanya sekedar menjelaskan secara terbuka kepada wakil rakyat soal formula E.

Interpelasi itu sudah menunjukkan jika di bawah kendalinya sebagai penguasa di DKI tidak baik-baik saja. Coba saja tengok kepala daerah lainnya tidak sampai ada gaduh hingga DPRD gulirkan interpelasi. Ini semata-mata bukan karena Anies sebagai representasi lawan politik tapi karena memang faktanya yang bersangkutan memang tidak dapat bekerja.

Euforia yang nampak kemenangan sifatnya hanya semu, itu sesaat setelahnya bakal dibuat tercengang. Ingat, para ketum partai kecuali Demokrat dan PKS berada dalam pelukan Jokowi dengan hangat. Fraksi-fraksi di DKI Jakarta hanyalah kader partai yang kebetulan warga DKI Jakarta memilih mereka duduk di singgasana dengan harapan sebagai wakilnya.

Warga DKI Jakarta yang setengah waras lama-lama jadi cerdas kecuali yang sudah mengeras terbius oleh kata kalimatnya yang tampaknya berkelas. Mereka yang sadar memandang kepemimpinan Anies Baswedan selama 4 tahun terakhir ini jauh dari kata puas apalagi cara singkirkan Ahok dulu dengan politk identitas.


 
Wacana formula E ini menjadi kian menarik setelah Anies nampak ngotot untuk menggelarnya dengan berbagai alasannya. Lantas impact bagi Anies secara pribadi apa sih kok terlihat ngotot? Tentu saja tak perlu ahli atau pakar analisa untuk mengetahui maksud terselubung Anies Baswedan. Tahun 2022 jabatan Anies sebagai gubernur DKI Jakarta berakhir. Ia butuh panggung yang akbar agar jeda waktu 2022 sampai dengan 2024 tetap terjaga. Ambisi Anies untuk menjadi RI 1 tidak akan pernah padam.

Usai 2022 Anies jabatannya tuntas, kekuasaannya bakal lepas. Diinterval waktu yang kosong itulah nama Anies kian redup. Kaitannya dengan 2024 praktis saat ini Anies hanya nampak di dukung oleh partai Demokrat dan PKS ditambah simpatisan Anies yang kebanyakan dari ormas yang telah dilarang dan rakyat di luar Jawa yang merepresentasikan Anies sebagai lawan Jokowi.

Jika hanya Demokrat dan PKS saja sebagai kendaraan Anies tentu tidak bisa. Terbentur dengan ketentuan ambang batas. "Presidential Threshold" atau ambang batas pencalonan Presiden tetap 20-25 persen sesuai dengan UU No.42 tahun 2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Dengan demikian sangat kecil kemungkinan ada partai yang mau berkoalisi dengan kelompok oposisi pemerintahan Jokowi saat ini. Ini sama saja bunuh diri. Bisa tamat di pemilu 2024.

Kekuatan Jokowi di 2024 disinyalir sangat kuat sekali untuk menentukan arah pergantian presidennya. Dialah sebagai king maker yang sebenarnya. Seperti yang sudah saya singgung di atas, pertemuan koalisi pemerintahan Jokowi plus PAN mengindikasikan hal tersebut. Di sinilah permainan catur Jokowi bakal mematikan pergerakan kelompok kecil Demokrat dan PKS plus Anies.

Pada akhirnya Demokrat dan PKS bakal bergabung ke kelompok yang lebih besar. Terutama PKS yang tidak memiliki sejarah sebagai leader. Karena orang-orang yang di dalam partai ini tak ada yang memiliki tokoh sentral. Mereka cenderung ikut arus. Ubyuk-ubyuk tak memiliki power sama sekali. Serupa anak tongkrongan yang tidak memiliki kelebihan apa-apa selain hanya ngikut tergelak dan sesekali menjadi suruhan temannya asal dibayar.

Lantas bagaimana dengan Demokrat? Partai ini bakal seperti tahun-tahun yang telah lalu kebingungan. Selama ini mereka ini sok ingin paling dipandang, tapi mengingat dosa-dosa masa lalunya yang dalam, SBY dan kelompoknya bakal disandera oleh perbuatan mereka sendiri.

Perhatikan saja saat ini Jokowi sedang secara sadis tapi elegan mulai membongkar secara perlahan. Jokowi sangat cerdas mengutak-utik kasus besar yang belum terungkap di masa satu dasawarsa kepemimpjnan SBY. Dan akhirnya mereka hanya bisa diam, sesekali mereka menyalak itu wajar tapi hanya sekedar tak ada lagi kata sangar.

Bagaimana menurut Anda?

Demikian, salam


S:Anton Cahya


Name

Berita,6588,Internasional,310,Nasional,6119,Opini,247,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Interpelasi Anies Kandas? Jangan Puas, Begini Cara Jokowi Bayar Lunas
Interpelasi Anies Kandas? Jangan Puas, Begini Cara Jokowi Bayar Lunas
https://1.bp.blogspot.com/-FCkt72d1dQ4/YSuGD6pkZwI/AAAAAAAAQXE/3sZVx-dVncQxvU3wJ4lwXFmLie0R71P1ACLcBGAsYHQ/w640-h352/Screenshot_2021-08-29-20-03-33-36.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-FCkt72d1dQ4/YSuGD6pkZwI/AAAAAAAAQXE/3sZVx-dVncQxvU3wJ4lwXFmLie0R71P1ACLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h352/Screenshot_2021-08-29-20-03-33-36.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/08/interpelasi-anies-kandas-jangan-puas.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/08/interpelasi-anies-kandas-jangan-puas.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy