$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Dijadikan Budak Seks, Taliban Minta Daftar Gadis dan Janda Usia 15 - 45

GELORABANGSA - Saat ini Afghanistan ibarat neraka bagi kalangan penduduk, terlebih yang moderat. Sesaat setelah kelompok fundamentalis Tali...



GELORABANGSA - Saat ini Afghanistan ibarat neraka bagi kalangan penduduk, terlebih yang moderat. Sesaat setelah kelompok fundamentalis Taliban berhasil menguasai negara tersebut. Warga Afghanistan hidup dalam bayang-bayang yang mengerikan, sehingga banyak yang memutuskan untuk meninggalkan negara mereka.

Terlebih Presiden Afghanistan Ashraf Gani kabur dari negaranya karena Taliban sudah kuasai Kabul. Akibatnya semakin berbondong-bondong warga berlarian menuju Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul. Tak sedikit yang akhirnya tewas karena saling berebutan. Sedang Presiden Ashraf Gani memilih kabur ke Tajikistan.

Sulit untuk sekedar membayangkan penderitaan mereka. Sudah lagi tidak memperdulikan harta atau kedudukan hanya ada satu tujuan menyelamatkan diri mereka dari kemungkinan yang terburuk. Lantas bagi warga yang tidak memiliki kesempatan kabur dari negaranya hanya dapat pasrah atas apa yang akan terjadi setelah Taliban berkuasa.


 
Ketika kelompok fundamentalis Taliban menguasai negara mereka maka kaum perempuan yang akan sangat menderita. Masa depan suram perempuan Afghanistan di tangan Taliban.

Dan ketakutan pun menjadi kenyataan. Dilaporakan, Taliban telah menuntut warga Afghanistan menikahkan anak perempuan remaja mereka sebagai budak seks bagi anggota kelompok teror itu menurut klaim laporan yang dipublikasi The Sun.

Pernyataan yang mengeklaim berasal dari Taliban dilaporkan telah memerintahkan para pemimpin lokal di Afghanistan untuk menyajikan daftar anak perempuan, berusia di atas 15 tahun, dan janda, di bawah 45 tahun.

Menurut laporan yang sama, Taliban berjanji nantinya akan menikahkan perempuan-perempuan itu dengan anggotanya dan diangkut ke Vaziristan, Pakistan.

"Semua imam dan mullah di daerah yang direbut harus memberi Taliban daftar gadis di atas 15 tahun dan janda di bawah 45 tahun untuk menikah dengan pejuang Taliban," kata surat itu, yang dikeluarkan atas nama Komisi Kebudayaan Taliban melansir The Sun pada Rabu (14/7/2021). Sumber

Pernyataan tersebut dipublikasikan ketika kelompok ekstremis itu melanjutkan serangan besarnya. Taliban merebut sejumlah wilayah Afghanistan, dan memaksa ribuan tentara untuk melarikan diri atau menyerah, serta merebut gudang senjata berat Amerika Serikat (AS).

Setidaknya, saat ini sudah nyaris sepenuhnya wilayah Afghanistan sudah dikuasai militan menurut klaim Taliban. Kelompok teror tidak menunjukkan tanda-tanda memperlambat serangan kilat mereka.

Peraturan keras juga diterapkan pada mereka yang tinggal di wilayah yang direbut. Perintah baru dipaksakan kepada warga Afghanistan, dengan larangan merokok dan mencukur jenggot di daerah-daerah. Sementara untuk perempuan larangan keluar sendirian diberlakukan. Taliban memperingatkan siapa pun yang kedapatan melanggar aturan akan "ditangani dengan serius".

Para ayah Afghanistan telah menyatakan kekhawatirannya bahwa preman Taliban akan mengambil anak perempuan mereka dan memaksa mereka menjadi budak.


 
Haji Rozi Baig, seorang sesepuh Afghanistan, adalah salah satu tokoh yang menyampaikan kekhawatiran akan pengambilalihan Taliban atas distrik Khwaja Bahauddin Takhar, bekas markas Aliansi Utara yang jatuh ke tangan ekstremis pada Juni.

"Di bawah kendali pemerintah, kami senang dan setidaknya menikmati kebebasan," kata Baig, lapor Financial Times. “Sejak Taliban mengambil alih, kami merasa tertekan. Di rumah, kami tidak dapat berbicara dengan keras, tidak dapat mendengarkan musik dan tidak bisa mengizinkan wanita pergi ke pasar Jumat.

"Mereka bertanya tentang anggota keluarga. Komandan (Taliban) mengatakan Anda tidak boleh menjaga anak perempuan di atas usia 18 tahun; itu berdosa, mereka harus menikah.” "Saya yakin keesokan harinya mereka akan datang dan mengambil putri saya yang berusia 23 dan 24 tahun dan menikahi mereka dengan paksa."

Diceritakan, ia khawatir perempuan bahkan akan memerlukan izin untuk meninggalkan rumah mereka, jika kelompok ekstremis itu kembali mengambil kendali dan menegakkan hukum Syariah versi mereka sendiri yang ketat. Taliban juga mewajibkan mengenakan jilbab, dan hanya mengizinkan wanita bersekolah jika guru mereka perempuan.

Sebetulnya tidak sedikit negara lain yang berusaha membantu perdamaian di negara Afghanistan. Termasuk dari negara kita Indonesia. Presiden Jokowi dan juga wakil presiden Jusuf Kalla dalam kesempatan yang berbeda juga pernah terlibat berusaha mendamaikan kedua belah pihak.

Tahun 2018 yang lalu presiden Jokowi berkunjung ke Afghanistan. Yang saat itu ditandai hujan salju. Adapun kunjungan Jokowi saat itu memang menandai hal yang spesial. Pasalnya, Presiden RI terakhir yang berkunjung ke Afghanistan adalah Presiden Soekarno.

Presiden Jokowi juga mengatakan kunjungan kenegaraan bilateral ke Afghanistan ini sekaligus menjadi yang pertama, setelah hampir enam dekade berlalu. Terakhir terjadi pada tahun 1961.

Lebih lanjut Presiden Jokowi menjelaskan kunjungannya ke Afghanistan merupakan bentuk balasan penghormatan dirinya kepada Presiden Ashraf. Rupanya, Presiden Afghanistan sudah menyambangi Indonesia terlebih dahulu pada tahun lalu.

Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi berkomitmen membangun perdamaian dan mendukung kesejahteraan bangsa Afghanistan. Ia menegaskan kerja sama terkait pembangunan perdamaian di Afghanistan makin dimatangkan kedua pihak.

Salah satu bentuk dukungan perdamaian Indonesia bagi Afghanistan diwujudkan melalui pembangunan kompleks Indonesia Islamic Centre (IIC) di Kabul. Rencananya, fasilitas kesehatan juga akan dibangun dalam kompleks tersebut pada 2018.

Dan sekarang belum dapat diketahui, bagaimana nasib kompleks Indonesia Islamic Center di Kabul. Sesaat setelah militansi Taliban kuasai negara tersebut.

Entahlah, sulit untuk mendeskripsikan betapa kacaunya perasaan warga di sana. Sedang kita di Indonesia yang baru menghadapi kelompok kadrun melalui medsos saja kadang sudah jengkel, apalagi kalau mereka bergerak di dunia nyata dengan memegang senjata dan petantang-petenteng membuat aturan seperti kelompok Taliban.

Tapi mosok ada sebutan kelompok fundamental bernama Kadrun? Lantas, dirilis beritanya oleh The Sun.

Demikian, salam




S: AntoCahaya


Name

Berita,6588,Internasional,310,Nasional,6119,Opini,247,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Dijadikan Budak Seks, Taliban Minta Daftar Gadis dan Janda Usia 15 - 45
Dijadikan Budak Seks, Taliban Minta Daftar Gadis dan Janda Usia 15 - 45
https://1.bp.blogspot.com/-39kEjvffT0g/YRuFxeJfqPI/AAAAAAAAQIY/oclretqKxjY_nv9mGdMqIgW2nUuUfIqyACLcBGAsYHQ/w640-h350/Screenshot_2021-08-17-16-46-53-27.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-39kEjvffT0g/YRuFxeJfqPI/AAAAAAAAQIY/oclretqKxjY_nv9mGdMqIgW2nUuUfIqyACLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h350/Screenshot_2021-08-17-16-46-53-27.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/08/dijadikan-budak-seks-taliban-minta.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/08/dijadikan-budak-seks-taliban-minta.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy