$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Demokrat Kiamat, Cikeas Tenggelam Menyusul Cendana Karena Karma

GELORABANGSA - Pak SBY sudah menjadi Presiden Indonesia selama dua priode. Ia sudah mampu melukis sejarah baru dan menutupi sejarah lamanya...



GELORABANGSA - Pak SBY sudah menjadi Presiden Indonesia selama dua priode. Ia sudah mampu melukis sejarah baru dan menutupi sejarah lamanya saat ia masih menjadi Jenderal pada masa Orde baru. Jenderal yang juga dianggap menjadi perpanjangan tangan besi Soeharto dalam tragedi kuda tuli.

Jika sejarah kelam di masa Orde Baru sudah dianggap tertutupi dengan sejarah baru, entah apa yang ingin ditutupi oleh SBY selanjutnya, sehingga ia ogah pensiun demi menempatkan anaknya menjadi tokoh politik di Indonesia. Karena ada kesan, ia begitu ngoyo dan memaksakan diri dalam menaikan AHY di pentas politik Indonesia.

Kalau dibilang SBY ogah pensiun demi Indonesia, kita tentu saja berfikir keras untuk menggali kembali apa yang dilakukannya saat 10 tahun menjabat menjadi presiden di Indonesia. Adakah peninggalan yang bisa dipamerkan pada anak cucu kita dengan berkata “ ini dulu dibangun pada zaman pak SBY”. Sebab peninggalan yang begitu terkenal adalah candi Hambalang hingga 34 proyek pembangkit listrik yang mangkrak.


 
Saya berharap, AHY berbeda dari SBY. Tetapi harapan itu pupus karena AHY sepertinya sudah terbiasa menjadi anak manja. Tak hanya untuk ke pilkada Jakarta tahun 2017, bahkan menjadi ketua umum partai pun tak luput dari karpet merah yang dipersiapkan sang bapak.

Asumsinya begini, kalau benar terpilihnya AHY secara aklamasi dalam pemilihan ketua umum partai Demokrat tanpa campur tangan SBY, saya rasa KLB yang bikin rame memenangkan Moeldoko jadi ketua umum tak akan membuat SBY turun gunung demi menyelamatkan kursi kekuasaan sang buah hati.

Pengalaman AHY bisa dibilang belum cukup. Dan ia tergantung pada SBY, sang orang tua sekaligus mentornya. Sebagai anak kandung dan anak didik, tentu saja ada potensi cara-cara yang dipakai AHY tidak jauh-jauh dengan cara SBY. Kalau sudah begitu, kesimpulannya sudah jelas yaitu AHY sama dengan SBY. Memberikan tempat untuk AHY, sama saja member tempat untuk SBY.

Kalau memang SBY berharap AHY itu tangguh dan hebat, semestinya jangan dididik menggunakan cara lama. Jangan diajarkan strategi terzolimi seperti yang tersirat dalam lukisan yang diberikannya pada AHY. Lukusan yang dipropagandakan dalam media memiliki filosofi “Kokoh laksana batu karang, lentur bagai samudera”.

Faedahnya lukisan itu untuk AHY? Apakah itu bisa mengubah AHY menjadi ketua umum partai yang hebat dan menghadirkan solusi untuk negeri ini? “Kokoh laksana batu karang, lentur bagai samudera” bukankah itu pun bisa diartikan sebagai filosofi yang licik. Segala cara dilakukan asalkan menang. Apakah itu maksudnya? Sumber: SBY Hadiahi AHY Lukisan 'Kokoh Laksana Batu Karang, Lentur Bagai Samudera'

Sebenarnya apa yang bisa diharapkan dari sebuah lukisan SBY dalam mencari solusi? Memang lukisan terkadang bertujuan untuk menggambarkan keadaan, keindahan dan mencoba mengabadikan. Atau sekedar berekspresi. Saya begitu mencintai lukisan, tetapi lukisan itu bukan sebuah solusi atau cara untuk mendidik anak mengenai filosofi hidup. Kalau SBY mau mengajarkan filosifi hidup, harusnya SBY mendidiknya dari bawah, bukan tiba-tiba maju pilkada, setelah itu jadi ketua umum partai. Kasian para senior yang bisa dibilang bangkotan gak ada peluang karena kalah dengan trah. Dan lebih kasihan lagi kami rakyat jelata yang dipaksa menerima tokoh-tokoh karbitan namun memiliki kuasa.

Kalau SBY tetap menjadi bayang-bayang AHY, maka tidak ada yang pernah mau melirik AHY. Nanti kalau ada masalah dengan AHY, tiba-tiba SBY turun gunung.

Pilkada sudah membuktikan bahwa pamor SBY sudah hilang ditelang waktu. Turunnya perolehan partai Demokrat pun mau gak mau sebagai pembuktian bahwa modal nama SBY saja tak cukup untuk membuat Demokrat bertahan. Jika sudah begitu, itu sama saja mengundang kiamat untuk partai Demokrat.

 
Jika SBY berhasil mentutupi kiprahnya pada masa orde baru dan berhasil, keluarga cendana tak mampu melakukan itu. Meskipun berbagai cara dilakukan, bahkan ketika Tomi Seoharto membuat partai Berkarya, sudah gurem, dikudeta oleh kadernya sendiri pula. Sumber: Partai Berkarya: Sudah Gurem, Trah Soeharto Dikudeta Pula'

Tak hanya itu, meskipun propaganda rindu Soeharto dilakukan, hal tersebut tak mampu menutupi julukan kepada Seoharto sebagai pemimpin diktator terkorup di zamannya. Sumber: Enak Zaman Soeharto, Titiek: Mungkin Rindu Kemakmuran Era Bapak'Sumber: Soeharto, Diktator Terkorup Sedunia Abad ke-20

Menggemborkan lagi zaman Soeharto yang dibuku-buku saat itu dituliskan mampu swasembada pangan pun tak mampu menaikan nilai jual partai Berkarya besutan keluarga Cendana. Itu semua karena meskipun dulu di buku sekolah disebutkan Indonesia bisa swasembada pangan, namun pada kenyataannya, banyak rakyat yang terpaksa makan nasi tiwul hingga jagung karena gak mampu beli beras. Sumber: Politikus Partai Berkarya Rindu Swasembada Pangan

Segala upaya sudah dilakukan oleh keluarga Cendana untuk menghilangkan stigma buruk Soeharto. Tetapi, fakta terkait pembuatan Keppres untuk keuntungan keluarga dan koleganya tak bisa ditutupi. Keppres tersebut bukan Cuma satu, tetapi delapan.

Yang pertama Keppres No 36/1985 tentang Pajak Pertambahan Nilai yang Terutang atas Penyerahan dan Impor Barang Terkena Pajak Tertentu Ditanggung Pemerintah. Kepres ini dianggap membuka kran KKN pajak impor.

Yang kedua Keppres No 74/1995 tentang perlakuan pabean dan perpajakan atas impor atau penyerahan komponen kendaraan bermotor sedan untuk dipergunakan dalam usaha pertaksian. Keppres ini dianggap menguntungkan perusahaan Taxi mbak Tutut yang menggunakan proton saga.

Yang ketiga, Keppres No 86/1994. Keppres ini memberi hak monopoli pada PT Multi Nitroma Kimia dimana 30 persen sahamnya milik putra Soeharto.

Lalu untuk yang ke empat hingga ke delapan Keppres yang ditemukan oleh tim riset ketua pukat UGM pun ditenggarai menguntungkan keluarga serta kolega seperti contoh di atas. Sumber: Soal Korupsi di Era Soeharto, Ini Hasil Riset Ketua Pukat UGM

Karma adalah nama lain dari sebuah hukum sebab akibat. Sepandai apapun kita berusaha menutupi sebuah fakta, pada akhirnya fakta tersebut akan terbuka dengan sendirinya. Itulah hukum alam semesta. Hukum yang terjadi karena sebuah ikatan masa lalu, masa kini dan masa depan.

Contoh lainnya adalah, ketika nama Soekarno berusaha dicoreng dengan berbagai buku sejarah hasil buatan yang menang alias Orde Baru, tetapi itu semua tidak mampu menghilangkan sebuah fakta bahwa Soekarno adalah bapak Proklamator. Perjuangannya untuk memerdekakan dan mempersatukan Indonesia bersama tokoh lainnya tetap tertulis dalam sejarah jagat raya.

Belajar dari sejarah menuntut kita agar bijak dan tidak terjatuh pada lubang yang sama. Oleh sebab itu, kalau para kader Demokrat ingin partainya gak kiamat, sudah semestinya membuat fundamental organisasi yang baik dalam pengkaderan. Begitu pula dengan trah Cikeas, kalau tak ingin tenggelam seperti trah Cendana, sebaiknya tidak perlu berambisi untuk memaksakan kehendak dalam meraih kekuasaan dalam politik kembali jika masih menggunakan cara lama. Udah ah, itu aja… Cak Anton

S:Cak Anton


Name

Berita,6588,Internasional,310,Nasional,6119,Opini,247,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Demokrat Kiamat, Cikeas Tenggelam Menyusul Cendana Karena Karma
Demokrat Kiamat, Cikeas Tenggelam Menyusul Cendana Karena Karma
https://1.bp.blogspot.com/-roN6qH2f3qw/YSOPrXDWy9I/AAAAAAAAQPc/y0-X0_-nMLo044x8akObHNM26CcTuNc2gCLcBGAsYHQ/w640-h352/Screenshot_2021-08-23-19-06-55-15.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-roN6qH2f3qw/YSOPrXDWy9I/AAAAAAAAQPc/y0-X0_-nMLo044x8akObHNM26CcTuNc2gCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h352/Screenshot_2021-08-23-19-06-55-15.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/08/demokrat-kiamat-cikeas-tenggelam.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/08/demokrat-kiamat-cikeas-tenggelam.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy