$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Yunarto Dan Netizen Bongkar Kebohongan Anies Mau Salahkan Pusat!

GELORABANGSA - Anies bohong? Bukannya sudah biasa ya? Menjanjikan warga miskin Jakarta akan dapat beli rumah, nyatanya? Menjanjikan akan me...



GELORABANGSA - Anies bohong? Bukannya sudah biasa ya? Menjanjikan warga miskin Jakarta akan dapat beli rumah, nyatanya? Menjanjikan akan menyetop reklamasi, nyatanya? Sok teriak Jakarta genting, tapi tidak berani membubarkan kerumunan di Petamburan. Memainkan narasi bahwa dia sudah lebih dulu tahu soal pandemi, tapi akhirnya minta pemerintah pusat ambil alih koordinasi penanganan Covid.

Epidemiolog dari UI, Pandu Riono sedang jadi berita, karena pernyataannya yang kembali membela Anies dan menohok ke pemerintah pusat. "Akhir Mei setelah mendengarkan masukan Tim Pandemi @fkmui tentang potensial lonjakan yang dapat terjadi, @aniesbaswedan segera usulkan ke pemerintah pusat agar segera dilakukan pengetatan maksimal Jawa-Bali. Tak diterima, karena isu ekonomi. Ada KPC-PEN, tapi yang terpikir hanya PEN," cuit Pandu di Twitter, seperti dikutip detik.com Sumber link twitter. Cuitan ini disertai dengan grafik per tanggal 22 Mei 2021, yang menunjukkan proyeksi tren kenaikan angka Covid pada bulan Juni.

 
Pandu Riono memang kerap membela dan memuji Anies. Misal ketika Anies kena Covid, Pandu Riono memuji Anies : “Selalu bergerak dan senyum gembira pak @aniesbaswedan. Ini juga teladan untuk terbuka status Covid-19 dan menyikapi dengan semangat” Sumber. Ketika pemerintah pusat memperpanjang PPKM Mikro pada 22 Juni lalu, Pandu menyebut PSBB Anies lebih baik Sumber. Cukup baca pujiannya terhadap Anies di atas, saya kira pembaca bisa paham lah.

Benarkah Anies mengusulkan pengetatan sejak Mei lalu? Tidak pakai lama, para netizen pun membongkar dugaan kebohongan ini. Termasuk Yunarto Wijaya, Direktur Eksekutif Charta Politika. “Kalo beneran sudah merasa darurat dari bulan mei, gubernur itu harusnya gak sempet2nya masih keliling daerah lain "kampanye politik" pake topeng kerjasama BUMD lah... Juru wabah gak usah berpolitik terlalu jauh lah.…,” tulis Yunarto di Twitter link. Yang dimaksud Yunarto dengan ‘juru wabah” adalah Pandu Riono, yang memakai nama “Juru Wabah” di akun Twitternya. Makjlebb! Buat Anies.

Ada beberapa netizen yang memberikan foto-foto screencapture berita media, yang menggambarkan ketidaksesuai antara apa yang disebut Pandu Riono dengan apa yang dilakukan oleh Anies. Dari berbagai berita tersebut, terlihat bahwa Anies kok tidak tampak seperti menganggap kondisi Covid di Jakarta mengkhawatirkan. Sampai bisa mengusulkan pengetatan ke pemerintah pusat. Untuk lebih jelasnya, saya paparkan di bawah ini rentetan kegiatan Anies, seperti yang disoroti oleh para netizen.

Tanggal 15 April 2024, Anies ke Cilacap, Jawa Tengah, dan besoknya ikut panen padi di sana Sumber Sumber. Lalu tanggal 17 April 2021, Anies ke Kuningan, Jawa Barat, katanya membahas urusan pangan dan mudik ke rumah orang tuanya Sumber. Sesudah itu, tanggal 21 April 2021, dia ke Cirebon, tidak jelas untuk apa, tapi di sana dia ikut teleconference forum diskusi C40 Sumber.

Tanggal 20 April 2021, Anies menyebut “kemenangan melawan pandemi ini sudah di depan mata”. Sementara data menunjukkan dalam dua pekan waktu itu kasus aktif Covid meningkat secara fluktuatif Sumber.


 
Tanggal 24 April 2021, Anies ke Sragen Jawa Tengah, katanya untuk mengunjungi sejumlah pabrik beras di sana dan Karanganyar. Salah satu pengusaha beras di Sragen, Billy Haryanto memberikan sebuah posko Kemenangan Anies buat nyapres di 2024. Anies pun mampir ke sana. Kebetulan? Sumber.

Tanggal 25 April 2021, Anies ke Madiun dan Ngawi, Jawa Timur. Katanya masih ngurusin soal pangan. Entah yang diurusin itu se-urgent apa, sehingga harus datang sendiri ke sana Sumber. Di saat yang sama, anggota DPRD DKI Gilbert Simanjuntak mengkritik kegiatan Anies itu, dan menyebutnya sebagai “seperti persiapan calon presiden”. Kegiatan yang dilakukan Anies itu kata Gilbert bisa diwakili oleh anak buahnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (KPKP) DKI bersama BUMD pangan. Sementara sudah ada warga India yang masuk ke Jakarta diketahui terpapar Covid Sumber. Bohong saja kalau Anies disebut sangat perhatian pada urusan pandemi.

Pada saat bersamaan, Pasar Tanah Abang pun mulai penuh sesak. Publik mulai teriak mencari Anies. Dan baru pada tanggal 2 Mei 2021, Anies ke sana dan sok sibuk mengeluarkan berbagai instruksi Sumber Sumber. Bukannya diatur dari kemarin-kemarin, karena itu kan kebiasaan tiap tahun. Masak Anies nggak tahu?

Tanggal 10 Mei 2021, Anies meminta warga Jakarta di rumah saja selama Lebaran nanti. Tidak perlu pergi jauh, tidak mengadakan open house dan kegiatan silaturahmi Sumber Namun, pada tanggal 13 Mei 2021, Lebaran hari pertama, Anies malah berkunjung ke rumah Ketum PAN Zulkifli Hasan Sumber.

Tanggal 18 Mei 2021, Ancol, Ragunan, TMII dan berbagai museum dan kawasan budaya yang dikelola Pemprov DKI Jakarta kembali dibuka. Sebelumnya kawasan itu ditutup sementara, karena membludaknya pengunjung selama hari Lebaran Sumber.

Tanggal 20 Mei 2021, Ustadz Abdul Somad (UAS) menggelar resepsi pernikahan di Ponorogo, Jawa Timur. Anies diberitakan ikut hadir di sana Sumber. Kalau ada niatan akan mengusulkan pengetatan, ngapain Anies jauh-jauh ke Jawa Timur lagi?

Mengacu pada pernyataan Pandu Riono bahwa pada akhir Mei lalu, dia sudah menyampaikan potensi lonjakan kasus Covid ke Anies dan Anies kemudian mengusulkan pengetatan ke pemerintah pusat. Lalu mengapa Anies panen padi lagi di Sumedang, Jawa Barat pada tanggal 11 Juni 2021? Foto-foto yang beredar memperlihatkan Anies mengangkat tanaman padi, tanpa memakai masker Sumber.

Padahal grafik yang ditunjukkan oleh Pandu memperlihatkan tren kenaikan pada bulan Juni. Kalau Anies memang ada niat menangani Covid di Jakarta, tentunya dia tidak akan ke mana-mana. Urusan beras bisa dilakukan secara virtual. 

Ngapain capek-capek ke sana ke mari? Kalau sudah begini, terbongkar kan kebohongannya.

 Silakan kalau Anies mau memberikan bukti nyata bahwa dia sudah mengusulkan pengetatan. Namun, tetap saja, kok tidak konsisten dengan apa yang dia lakukan sendiri. Wajar dong kalau Yunarto yang memang pengamat politik, menyebut kegiatan Anies sebagai “kampanye politik” dan menyebut Pandu Riono berpolitik. 

Nah, apakah karena sudah terbongkar, Anies kemudian berusaha menutupinya dengan mengadakan sidak ke gedung perkantoran hari ini, dan memarahi petinggi perusahaan di sana? Sumber. Nah itu bisa sidak dan marah-marah, tapi kok di Petamburan nggak bisa? Selalu dari kura-kura.



S: Tribunnews


Name

Berita,6627,Internasional,310,Nasional,6158,Opini,253,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Yunarto Dan Netizen Bongkar Kebohongan Anies Mau Salahkan Pusat!
Yunarto Dan Netizen Bongkar Kebohongan Anies Mau Salahkan Pusat!
https://1.bp.blogspot.com/-0GcXq1wjfYI/YORpu5E8saI/AAAAAAAAPfw/24vB89yRU0YgCtmVkEhXmGu_nKIepFbFwCLcBGAsYHQ/w640-h368/Screenshot_2021-07-06-21-30-59-40.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-0GcXq1wjfYI/YORpu5E8saI/AAAAAAAAPfw/24vB89yRU0YgCtmVkEhXmGu_nKIepFbFwCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h368/Screenshot_2021-07-06-21-30-59-40.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/07/yunarto-dan-netizen-bongkar-kebohongan.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/07/yunarto-dan-netizen-bongkar-kebohongan.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy