$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Salah Sidak, Kena Sentil OJK, Ini 3 Cara Anies Ngeles!

GELORABANGSA - Itu lah keahlian Anies. Tata katanya memang tiada duanya. Saya kira hampir semua pembaca sudah tahu kan awal ceritanya.  Mun...



GELORABANGSA - Itu lah keahlian Anies. Tata katanya memang tiada duanya. Saya kira hampir semua pembaca sudah tahu kan awal ceritanya. 

Mungkin karena sering disindir-sindir, Anies pun mencari cara buat kelihatan kerja gitu kan? Soal dia keluyuran ke Jateng, Jatim dan Jabar ketika angka Covid di Jakarta sedang naik, sudah terekam dengan baik di berbagai media. Begitu pula bagaimana diamnya Anies terhadap kerumunan di Petamburan. Publik tidak akan lupa.

Sebagaimana publik tidak akan lupa bahwa ada seorang gubernur yang sok berpatroli di gedung yang sistem pengawasannya sudah canggih, dan masuk ke dalam perusahaan yang ternyata termasuk sektor esensial. Lalu, belagak ngomel ke pekerja perusahaan itu. Ujung-ujungnya, diketawain publik. Bahkan beredar di medsos, yang diduga adalah cerita dari para pekerja PT Equity Life, perusahaan asuransi yang disidak Anies.

 Menggambarkan baiknya perlakuan perusahaan terhadap para pekerjanya, termasuk pekerja wanita yang sedang hamil.

Pihak Equity Life sendiri sudah memberikan penjelasan, yang sebenarnya cukup menyentil Anies. 

Dengan menyebut bahwa mereka masuk kantor sesuai dengan ketentuan  instruksi Mendagri No 15 Tahun 2021 perihal PPKM Darurat Jawa dan Bali dan Kepgub Jakarta 875 Tahun 2021. 

Sementara soal adanya pekerja hamil yang ada di kantor pada waktu itu, dijelaskan bahwa yang bersangkutan hanya mengurus kebutuhannya untuk cuti. Tidak untuk bekerja. 

Di kita ada ketentuan internal bahwa orang hamil itu tidak boleh masuk, itu ada dan bisa di check saya ada berkas pendukungnya," kata Yuliarti,  Corporate Communication PT Equity Life Indonesia Sumber.

Pernyataan Equity Life di atas sebenarnya sudah bagai melemparkan kotoran ke muka Anies. Dengan menyebut Kepgub, artinya itu kan peraturan yang dibikin Anies sendiri. 

Mereka mengikutinya, lalu kenapa Anies yang lupa sendiri? Ya mbuh lah! Apa perlu saya sebut predikat Anies sebagai gubernur ter-apa di google? Di industri asuransi itu banyak aturannya. Praktisi asuransi juga ada kualifikasinya. Ada pula asosiasinya. Pasti paham akan peraturan.

Selain pihak perusahaan, Anies juga mendapat sentilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan dilayangkannya surat kepada Anies.

 Sudah saya cek lewat QR code yang ada di surat tersebut, dan saya download langsung dari website resmi OJK (sipena.ojk.go.id). Surat itu ditujukan langsung kepada Anies, dengan mengacu pada Instruksi Mendagri seperti yang disebut Equity Life di atas.

 OJK menulis : “kami mengharapkan izin dan kerja sama Bapak Gubernur…” agar sektor esensial tetap bisa dibuka. Lengkapnya bisa dibaca di suratnya ya. Saya menangkap ada semacam sentilan dengan meminta kerja sama Anies. Artinya Anies tidak bisa kerja sama ya? Hehehe…

Harusnya OJK bisa lebih galak dari kata-kata itu, karena dasar hukumnya kan sudah jelas. Anies sendiri kok yang lupa atau tidak tahu. 

Mengapa publik termasuk saya menduga demikian? Karena sesudah kejadian itu Anies terindikasi ngeles dengan berbagai cara. Karena sudah kadung salah dan ketahuan publik. Ada 3 upaya Anies yang diduga hanyalah cara dia buat ngeles.

Pertama, Anies menyebut bahwa kantor-kantor yang melanggar PPKM langsung disegel. “langsung kami segel, tutup kantornya, semua karyawannya dipulangkan untuk bekerja dari rumah, dan pemilik/manajer kantor diproses hukum oleh kepolisian,” ujar Anies Sumber.

Bagaimana dengan Equity Life yang merupakan sektor esensial? Akhirnya disegel juga. Tetap dituduh melakukan 3 pelanggaran : tidak melaporkan pekerja kena Covid ke Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi; tidak menerapkan prokes terkait jaga jarak; dan ditemukan pekerja hamil yang bekerja di kantor. "Jika memang sedang urus cuti, seharusnya diurus sejak awal dokter mendiagnosa ibu tersebut hamil, bukan sekarang," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinai DKI Jakarta, Andri Yansyah. "Apabila setelah 3 hari masih ada pelanggaran, maka akan diberlakukan denda administratif paling tinggi Rp50 juta," katanya Sumber. Disegel doang? Nggak berani mempolisikan?

Kedua, Anies mengklaim bahwa dia bersama pemerintah pusat telah merevisi kriteria perusahaan yang masuk dalam sektor esensial. Kata Anies revisi itu dilakukan setelah dia berkoordinasi dengan Menteri Luhut. "Baru saja tadi selesai kita melakukan rapat koordinasi (Rakor) dipimpin bapak Menko Kemaritiman dan Investasi, di situ ada pembaruan atas kriteria sektor esensial dan kritikal… Karena ini ada beberapa update terkait sektor esensial dan kritikal. Nanti diumumkan, lalu warga bisa mencocokkan,” ujar Anies ke media kemarin Rabu (7/7) Sumber. Sedangkan sidak dia lakukan pada hari Selasa (6/7). Ahh, bisa ae ngelesnya! Mau berlindung di belakang Menteri Luhut ya?

Ketiga, Anies juga mencoba “berlindung” di belakang Presiden Jokowi. “Ini saatnya kita bersama karena virusnya tidak berpolitik. Virusnya tidak kenal pandangan politik, virusnya bersatu, membuat semua kita menghadapi masa yang sama… Warga Jakarta, Indonesia, harus bersatu. Di bawah pimpinan siapa? Di bawah komando Presiden Indonesia, Bapak Joko Widodo. Beliau yang pimpin kita semua laksanakan PPKM Darurat ini,” kata Anies kemarin Rabu (7/7) Sumber.

Ciyeee… Sesudah ketahuan publik bahwa posko oksigen di Monas itu sebenarnya hasil kerja Menteri Luhut. Lalu ketahuan salah sidak ke sektor esensial. Ketahuan sepertinya tidak paham dengan aturan yang dia buat sendiri. Tidak paham atau tidak hapal atau gimana? Lagian milih banget sidak ke gedung perkantoran yang canggih di pusat bisnis Jalan Sudirman. Bukannya ke ruko-ruko atau gedung-gedung di wilayah lain. Yang pasti blunder ini akan jadi rekam jejak Anies selamanya. Selalu dari kura-kura





S: Ninanoor


Name

Berita,6536,Internasional,283,Nasional,6068,Opini,213,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Salah Sidak, Kena Sentil OJK, Ini 3 Cara Anies Ngeles!
Salah Sidak, Kena Sentil OJK, Ini 3 Cara Anies Ngeles!
https://1.bp.blogspot.com/-xLDm6dxcf1k/YOaKug3xXoI/AAAAAAAAPi8/d_nKA4K-a0oEbK743kzuVpGEnFMkJPq4wCLcBGAsYHQ/w640-h430/Screenshot_2021-07-08-12-17-07-88.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-xLDm6dxcf1k/YOaKug3xXoI/AAAAAAAAPi8/d_nKA4K-a0oEbK743kzuVpGEnFMkJPq4wCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h430/Screenshot_2021-07-08-12-17-07-88.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/07/salah-sidak-kena-sentil-ojk-ini-3-cara.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/07/salah-sidak-kena-sentil-ojk-ini-3-cara.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy