$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Nies, Anies! Ente Pecat 8 Petugas Nongkrong, Tapi Diam Soal Solat Jumat, PPKM!

GELORABANGSA - Anies ini sepertinya sadar siapa dirinya. Dia ini sebenarnya tahu kalau dia ini adalah PPKM. PPKM yang merupakan kependekan ...



GELORABANGSA - Anies ini sepertinya sadar siapa dirinya. Dia ini sebenarnya tahu kalau dia ini adalah PPKM. PPKM yang merupakan kependekan dari Pemenang Pilkada Karena Mayat. Jadi untuk urusan WFO 50% PT Equity Life Indonesia, dia boleh marah-marah meskipun salah kamar. Tapi untuk solat jumat, dia diam.

Kira-kira kenapa? Anies berutang sama orang-orang yang ada di sana. Karena saat Pilkada DKI beberapa tahun silam, dia ini berutang banyak sama toa-toa rumah ibadat yang selalu mengumandangkan haramkan pemimpin kafir dan para pendukungnya tidak boleh disolatkan.

Apalagi selama masa kampanye Pilkada DKI Jakarta, ada lampu hijau dari Eep Saefullah yang mengatakan bahwa gerakan kampanye rumah ibadat ini sangat gencar dan sangat efektif, berkaca dari pilkada atau pilpres negara-negara Timur Tengah yang sekarang nggak tahu nasibnya serusak apa.


 
Pemimpin yang dipilih dari hasil politisasi agama, menjadi sebuah petaka bagi bangsa. Petaka ini tidak bisa diprediksi, sampai pemimpin itu datang dan mulai bekerja. Awalnya masyarakat Jakarta hanya terpengaruh sama politisasi agama, sehingga mereka takut memilih Ahok, meski Ahok kerjanya bagus.

Ada teman saya yang merupakan warga DKI Jakarta, salah satu teman dekat saya yang sempat mengatakan bahwa ketika ada 3 pilihan, yakni Ahok Djarot, Anies Sandiaga dan AHY Sylvi, yang terlintas di pikirannya adalah hanya dua pilihan, Anies dan AHY. Padahal dia ini moderat loh.

Tapi kenapa bisa tidak melihat Ahok? Karena dia moderat, penulis pun tak ragu untuk bertanya lebih jauh soal Ahok Djarot. Dia mengatakan Ahok Djarot itu bukan pilihan, karena sebab Ahok, meski Djarot memiliki pemahaman agama yang jauh lebih tinggi dari Anies dan AHY, tetap tidak bisa dibenarkan.

Ternyata setelah diselidiki, teman saya ini salah masuk rumah ibadat. Mungkin masa mudanya yang saya kenal, adalah orang yang cukup bisa diajak bercanda soal agama. Akan tetapi usia-usia sekarang, dia malah pindah ke haluan lain. Bayangkan saja, sampai bisa dibuat pemikiran bahwa Ahok bukan pilihan.


 
Ini adalah sebuah hal yang menakutkan saat itu terjadi. Penulis pun was-was melihat keadaan di Jakarta yang semakin mencekam. Apalagi dengan keberadaan AHY dan Anies yang mendiamkan hal-hal tersebut. Bukan hanya mendiamkan, bahkan Rizieq pun diajak doa bersama oleh mereka.

Kita tahu sama-sama Rizieq itu siapa. Jadi kira-kira latar belakang ini bisa menjelaskan kenapa si Nies Anies tidak marah-marah soal pelanggaran PPKM di masjid Sunter. Anies ini kelihatan sekali, otaknya tidak adil sejak dalam pikiran. Ada yang mengunci dia dalam bertindak.

Kontrak politik dan ikatan-ikatan dengan kaum radikalisme macam FPI dan HTI, membuat Anies sulit bergerak. Kalau kita melihat dari marah-marahnya di PT Equity Life, bahkan ada pendukungnya yang membawa-bawa ras dan suku.

Ada pendukung yang mengatakan Anies berani sama cukong, patut jadi pemimpin, kalau perlu pesinden. Dia mengatakan Anies berani sama orang sesuku sama Ahok, tapi Presiden Joko Widodo tidak berani. Ketahuan sekali kan? Lalu juga ada yang saat Anies marah-marah sama Aviani Malik Metro TV.

Kadrun dungu pemuja air kelapa sawit yang diminum itu mengatakan Anies berani dan membela rakyat sampai harus marah-marah sama Aviani Malik. Bahkan ada yang lebih jauh lagi, Aviani Malik memang katanya memang pantas dimarahi karena tidak menggunakan kerudung. Buset.

Pada pendukung Anies dan Novel Baswedan yang juga merupakan tim dari SJW pemuja Veronica Koman yang nggak suka sama Joko Widodo, membangun narasi-narasi nggak jelas seperti ini. Dan kelihatan sekali bahwa mereka masih belum bisa move on dari isu SARA.

Isu SARA ini sudah sangat menghancurkan bangsa ini. Kemenangan Anies Baswedan di DKI Jakarta terhadap Ahok menjadi awal mula bagaimana radikalisme ini semakin terlihat nyata, setelah didiamkan selama 10 tahun oleh penguasa sebelumnya.

Akhir kata, semoga saja kita bisa melihat bagaimana si Nies Anies ini diam soal pelanggaran PPKM di rumah ibadat, namun dengan songongnya pecat 8 petugas Dishub DKI, bereaksi saat ditanya dan diwawancara sama Aviani Malik lagi, kalau pun dia masih bernyali untuk diundang.

Begitulah nyali ciut.



S:seword


Name

Berita,6627,Internasional,310,Nasional,6158,Opini,253,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Nies, Anies! Ente Pecat 8 Petugas Nongkrong, Tapi Diam Soal Solat Jumat, PPKM!
Nies, Anies! Ente Pecat 8 Petugas Nongkrong, Tapi Diam Soal Solat Jumat, PPKM!
https://1.bp.blogspot.com/-SCyl4i4JQf0/YOmCFF3z_6I/AAAAAAAAPmk/Maa6tl1HhAEllorbGJWn56VRHSpALbDDQCLcBGAsYHQ/w640-h376/Screenshot_2021-07-10-18-03-38-48.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-SCyl4i4JQf0/YOmCFF3z_6I/AAAAAAAAPmk/Maa6tl1HhAEllorbGJWn56VRHSpALbDDQCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h376/Screenshot_2021-07-10-18-03-38-48.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/07/nies-anies-ente-pecat-8-petugas.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/07/nies-anies-ente-pecat-8-petugas.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy