$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Lucu! Anies Marah dengan Santun, Tapi Salah Sasaran

GELORABANGSA - Melihat Anies marah-marah itu ternyata lucu sekali. Karena jarang kita lihat orang itu marah. Citra yang dibangunnya adalah ...



GELORABANGSA - Melihat Anies marah-marah itu ternyata lucu sekali. Karena jarang kita lihat orang itu marah. Citra yang dibangunnya adalah Gubernur yang santun. Bertolak belakang dengan Ahok.

Tapi kemaren Anies marah-marah. Dan sekali lagi, ternyata lucu sekali. Nadanya tidak tinggi. Tapi dipaksakan untuk menunjukkan kemarahan.

Awalnya saya pikir Anies benar-benar ingin bekerja. Karena sudah ditegur berkali-kali oleh Jokowi atau pemerintah pusat. Tapi Ketika melihat ada catatan lokasi sidak, di Gedung Sahid Sudirman Centre, saya tiba-tiba ngakak. Karena sidak itu hampir pasti drama atau settingan saja.
 
Saya dulu sering main ke gedung tersebut. Seingat saya, di setiap lantainya ada 4 kantor perusahaan. Sementara tingginya adalah 59 lantai. Artinya ada 236 kantor terpisah dalam gedung tersebut.

Nah Anies, jelas tidak mungkin memeriksa setiap lantai. Ga mungkin kuat.

Jadi ketika Anies menampilkan video sidak di akun sosmed nya, itu jelas aksi atau drama yang dipaksakan. Hanya datang ke satu lantai lalu mengklaim sudah melakukan sidak di perkantoran elit Sahid Sudirman Centre. Hahaha

Lebih parahnya, Anies mendatangi perusahaan asuransi dan memarahinya. Anies nampaknya tidak paham bahwa perusahaan asuransi dibolehkan untuk tetap beroperasi. Karena mereka adalah sektor yang paling dibutuhkan di tengah banyaknya klaim asuransi kesehatan.

PPKM darurat membolehkan perusahaan asuransi masuk kantor. Tapi Anies memarahi dan meminta karyawannya pulang. Ini kan namanya dia bikin aturan sendiri untuk melawan aturan yang sudah ada.

Selain itu, dari sisi sistem dan manajemen, gedung Sahid Sudirman Centre ini bisa dibilang sangat bagus dan ketat.

Sesuai dengan instruksi pemerintah, mereka mempelajari dan beradaptasi dengan setiap kebijakan yang ditetapkan. Ambil contoh soal perusahaan yang hanya dibolehkan masuk 50 persen kapasitas. Pihak manajemen akan otomatis mengatur agar orang yang bisa masuk ke kantor benar-benar hanya 50 persen kapasitas. Mereka punya Kartu dan sistem terintegrasi ke setiap lantai dan kantor.


 
Jadi misal di dalam ruangan mereka sudah terdata setengah kapasitas, maka karyawan yang lain tidak bisa masuk lagi atau otomatis ditolak oleh sistem yang ada di pintu masuk lift.

Nah Anies, nampaknya ga paham dengan manajemen dan sistem dalam gedung Sahid Sudirman Centre. Sehingga dia melakukan sidak seolah sedang menyidak pasar atau area pertokoan tanpa aturan ketat. Yang buka tutupnya toko tergantung keputusan pemilik toko.

Anies memarahi pihak yang bertanggung jawab dalam kantor tersebut, seolah mereka bisa ngantor kapan saja dan bebas tanpa aturan. Padahal mereka terikat pada aturan manajemen gedung. Yang artinya, Ketika mereka bisa masuk kantor, itu berarti mereka sudah memenuhi syarat untuk tetap buka.

Bila manajemen menilai sebuah perusahaan tidak cukup syarat untuk tetap beroperasi, maka jelas kantornya akan ditutup. Karena kalau tidak, dan dibiarkan buka, maka pihak manajemen bisa disalahkan.

Nah Anies, tidak berbicara pada pihak manajemen. Dia melakukan sidak ke kantor-kantor yang sudah memenuhi syarat beroperasi.

Sudahlah marah-marahnya lucu, mungkin karena ingin tetap mempertahankan citra santun tapi di sisi lain ingin terlihat tegas. Masih pula salah sasaran dan memalukan.

Harapan saya, pihak perusahaan yang dipermalukan oleh Anies, dapat menuntut dan memproses ini lewat jalur hukum yang sudah ada.

Saran saya kepada pimpinan perusahaan, percayalah bahwa ada banyak orang di belakang kalian yang siap mendukung pelaporan tersebut. Anies bisa dibilang telah mengganggu orang bekerja dan melakukan pencemaran nama baik perusahaan di sosial media.

Ketahuilah bahwa tahun depan Anies dipastikan tidak lagi menjadi Gubernur. Tidak punya kekuatan politik. Jadi pelaporan dan tuntutan ganti rugi sangat mungkin dilakukan.

Dan untuk Anies, lain kali belajarlah. Jangan asal sidak. Jangan asal percaya dengan staf atau bawahanmu. Karena mereka juga sama sepertimu, hahaha. Ga tau, bahkan lebih ga tau.

Bahwa tujuan Anies untuk mencari simpati dan popularitas, ingin dianggap bekerja dan berprestasi, ya begitulah politisi. Setiap momentum harus dimanfaatkan. Cuma pertanyaannya, dalam kondisi seperti sekarang kok ya masih mikirin popularitas? Ada banyak pekerjaan, ada banyak yang harus diselesaikan. Tapi Anies memilih main drama hahaha

Begitulah kura-kura




S: Alifurrahman


Name

Berita,6536,Internasional,283,Nasional,6068,Opini,213,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Lucu! Anies Marah dengan Santun, Tapi Salah Sasaran
Lucu! Anies Marah dengan Santun, Tapi Salah Sasaran
https://1.bp.blogspot.com/-IvRfssGK7VI/YOWj_IoHbfI/AAAAAAAAPhE/ASDsQX2mOb8qoTa75Pabnc7YMg9zWZUbgCLcBGAsYHQ/w640-h0/Screenshot_2021-07-07-19-53-31-60.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-IvRfssGK7VI/YOWj_IoHbfI/AAAAAAAAPhE/ASDsQX2mOb8qoTa75Pabnc7YMg9zWZUbgCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h0/Screenshot_2021-07-07-19-53-31-60.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/07/lucu-anies-marah-dengan-santun-tapi.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/07/lucu-anies-marah-dengan-santun-tapi.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy