$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Kami Berdiri Bersama Jokowi Tapi Boong? Mahasiswa Kok Amatir Banget?

GELORABANGSA - Hmmm, mahasiswa kembali bikin sensasi murahan. Bukan semuanya ya, bukan bermaksud menyapu rata. Saya yakin masih banyak maha...



GELORABANGSA - Hmmm, mahasiswa kembali bikin sensasi murahan. Bukan semuanya ya, bukan bermaksud menyapu rata. Saya yakin masih banyak mahasiswa yang masih pintar berpikir dan bernalar. Ada sebagian yang yah, katakanlah, haus sensasi.

Padahal sudah lumayan adem sejak BEM UI dan BEM universitas lainnya bikin meme sindiran. Eh, malah nambah satu lagi.

Adalah BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Unpad) yang membuat postingan bernada sindiran.

Mereka menyebut "berdiri bersama Presiden Jokowi" meski dengan syarat. Mereka mengunggah sejumlah slide yang dimulai dengan foto Jokowi dengan gestur kedua tangan saling berhadapan menempel ke wajah seperti tengah berdoa. Terdapat tulisan pula "Kami Bersama Presiden Jokowi".

Slide kedua ternyata prank, menampilkan tulisan "tapi boong", dengan dua foto wajah Jokowi tersenyum lebar saling berhadapan.

Intinya, mereka bilang mereka bersama Presiden Jokowi, tapi boong.

Selain itu mereka juga menyampaikan sejumlah poin berisi kritik atas kinerja Jokowi. Terdapat lima poin kritik diutarakan mulai dari Jokowi yang dinilai antikritik hingga bagi-bagi jabatan pada keluarga dan kerabat dekat untuk menduduki jabatan pejabat publik bahkan komisaris di BUMN.

Intinya itu saja. Sindiran bernada prank. Yah, tidak masalah sih kalau mereka mau bikin sensasi seperti itu.

Tapi ya pakai nurani dikit lah. Atau mungkin lebih tepat, pakailah otak. Pandemi masih buruk, harusnya semua orang saling mendukung dan gotong royong, bukan saling cari muka. Etis gak bikin ricuh di saat semua pihak sedang berjuang dan berjibaku dengan kondisi pandemi seperti sekarang ini?

Ibarat begini lho. Saya ilustrasikan dengan kondisi kebakaran. Ada petugas pemadam kebakaran memadamkan api. Sebagian warga sibuk membantu amankan barang korban kebakaran. Ada yang bantu siram air.

Tapi ada sebagian yang merepet, mengatakan pemadam kebakaran tak becus memadamkan api. Komplain terus, dan sok mengatur dengan bacotan mulutnya. Sudah tahu, kan, siapa yang masuk kategori orang seperti ini? Sudah lah gak membantu, malah merepet terus dengan suara kayak knalpot rongsok dan menghambat kerja orang lain.

Jangan bertingkah layaknya anak kemarin sore yang tak tahu apa-apa tapi merasa paling banyak tahu. Dikit-dikit sindir lewat meme. Murahan sekali deh. Sekelas mahasiswa, yang katanya intelektual, tapi cara menyindirnya sangat amatiran dan tidak mencerminkan orang yang berwawasan. Lihat saja reaksi mereka saat dibalas balik, pasti teriak buzzer lah, pengbungkaman demokrasi lah, yang intinya menunjukkan mereka ini siap menyerang tapi ngambek dan baperan kalau diserang balik.

Di saat fokus kita adalah penyelesaian pandemi, mahasiswa ini malah bahas masalah lain yang sebenarnya sudah basi dan berlarut. Apa maunya mereka? Apakah mereka sudah merasa hebat karena status mahasiswa? Heloow, ngaca, memangnya semua mahasiswa sudah pasti pintar, jenius dan waras?

Mau cari panggung bukan saat yang tepat sekarang ini. Saya paham kok, di saat susah, cari panggung itu sangat efektif. Apalagi cari muka. Apalagi buat pencitraan menjijikkan. Makanya banyak sekali orang atau pihak yang menari di atas pandemi ini, dengan bersembunyi di bawah ketiak hak kebebasan berpendapat.

Kalau mahasiswa yang masih bisa mikir, pasti akan menahan diri untuk tidak membuat sensasi yang tidak perlu. Kecuali mereka sedang ingin memancing di air keruh, atau ada onta di balik batu, atau ada maksud lain di balik ini. Itu pun kalau mereka masih bisa mikir. Tapi yang kita lihat belakangan ini adalah sebagian adik-adik mahasiwa yang sudah merasa bagai jagoan. Jagoan yang hanya besar mulut, pinter bikin meme, tapi kontribusinya tak jelas.

Mereka yang susah diajak kompak dan kolaborasi, sejatinya hanya pengganggu yang sibuk cari perhatian. Mencari sensasi di tengah pusaran arus isu besar. Salah satunya partai prihatin munafik itu. Sok bijak padahal tingkahnya menjijikkan. Mau muntah.

Adik-adik mahasiswa ini mau cari popularitas, kan? Sudahlah, orang-orang takkan peduli. Masyarakat semua sibuk dan pusing memikirkan hidup sendiri.

Mahasiswa ini, yah, kalau sudah lulus, paling nanti sibuk ikuti seleksi CPNS. Atau jadi anggota dewan lalu lupa dulu pernah nyinyir. Kalau gagal, pasti teriak salahkan pemerint





S:Nafasy


Name

Berita,6627,Internasional,310,Nasional,6158,Opini,253,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Kami Berdiri Bersama Jokowi Tapi Boong? Mahasiswa Kok Amatir Banget?
Kami Berdiri Bersama Jokowi Tapi Boong? Mahasiswa Kok Amatir Banget?
https://1.bp.blogspot.com/-6zz1f06VT5s/YPK2vPFbTzI/AAAAAAAAPwk/ric3NrOSLaMMH4fDTaFg_vygNkp_AFrrwCLcBGAsYHQ/w640-h354/Screenshot_2021-07-17-17-51-11-41.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-6zz1f06VT5s/YPK2vPFbTzI/AAAAAAAAPwk/ric3NrOSLaMMH4fDTaFg_vygNkp_AFrrwCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h354/Screenshot_2021-07-17-17-51-11-41.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/07/kami-berdiri-bersama-jokowi-tapi-boong.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/07/kami-berdiri-bersama-jokowi-tapi-boong.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy