$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Lihat Twitter Mahasiswa "Abadi" Leon Alvinda, Fix Dia Kadrun!

GELORABANGSA - Leon Alvinda Putra adalah ketua BEM UI yang mendadak fenomenal. Setelah bikin onar dan tidak bisa membedakan antara kritik d...



GELORABANGSA - Leon Alvinda Putra adalah ketua BEM UI yang mendadak fenomenal. Setelah bikin onar dan tidak bisa membedakan antara kritik dan hinaan, dia langsung mengatakan bahwa akunnya diretas. Anak bocah ini mirip banget sama kadrun. Mau lari dari masalah dengan alibi diretas?

Melihat Twitternya, saya bisa menyimpulkan bahwa Leon Alvinda Putra, adalah orang yang terafiliasi erat dengan orang-orang KPK yang bermasalah seperti Novel Baswedan, Febri Diansyah. Kemudian dia selalu meretweet akun Amnesty Indonesia, Gelora News, Ravio Patra, Sudirman Said dan lain-lain.
 
Rasanya nama-nama di atas cukup untuk membuat Leon Alvinda Putra, bisa dianggap sebagai kelompok kadrun pembela Prabowo Subianto. Kita tahu banget rekam jejak UI dengan mahasiswanya yang ada di kepengurusan BEM. BEM ini sangat terafiliasi dengan PKS.

Mereka kerjanya bukan belajar. Leon juga kabarnya belum lulus-lulus. Angkatan tua. Harusnya kuliah 3,5 tahun sampai 4 tahun. Coba tanya saja Leon Alvinda Putra ini sudah kuliah berapa tahun. Coba ditanya saja daripada nanti bilang saya ngada-ngada.

Orang ini kelihatan banget melakukan RT keras kepada akun-akun pendukung Prabowo yang memiliki masalah. Apalagi dia retweet BEM UGM yang mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo adalah presiden orde (paling) baru. Kalau kita bicara orde baru, kita melihat bagaimana Soeharto lah yang paling merepresentasikan.

Mungkin otaknya BEM UGM dan Leon Alvinda Putra mulai sengklek tidak bisa membedakan antara presiden Jokowi yang dicintai rakyat, dengan presiden Soeharto yang tidak dicintai rakyat malah diharapkan turun oleh rakyat Indonesia. Tapi Joko Widodo? Apakah Leon bisa membawa mahasiswa untuk turunkan Jokowi?

Saya yakin Leon nggak bisa apa-apa. Namanya saja yang keren, kayak Lion. Tapi ternyata mentalnya cupu. Dia mengkritik lewat media sosial bahwa orang-orang yang berseberangan dengan dia, dianggap pengecut karena hanya mainnya di media sosial. Padahal dia sendiri, kritik Jokowi lewat media sosial.


 
Memang kalau mau dikata, orang-orang yang merasa tidak melihat balok yang nyangkut di matanya, namun bisa melihat semut di ujung pantai, adalah mirip PKS. Leon dan PKS ini kelihatan sangat bersatu padu seperti kembar siam.

Membahas soal retweet yang secara keras dilakukan oleh Leon terhadap akun-akun pembenci Jokowi, kita tahu bahwa Leon ini sudah sengklek pikirannya. Menghina presiden malah dianggap jadi sebuah kritik. Kritik dan hinaan itu jauh banget bedanya.

Lalu ada juga semangat-semangat yang dihaturkan dari orang-orang yang memang kelihatannya nggak suka sama Jokowi. Misalnya Fadli Zon, Faisal Basri, dan orang-orang sakit hati lainnya. Nggak kebayang kalau Prabowo jadi Presiden. Bisa-bisa Leon langsung diangkat jadi King of Penjilat Elit Oposisi nanti.

Hahaha.

Sungguh lucu melihat kelakuan bocah-bocah mahasiswa yang ternyata otaknya sudah terpapar dengan hal yang lebih bahaya dari virus, yakni terpapar kebencian. Leon juga pakai istilah-istilah yang nggak asing lagi dikeluarkan oleh orang macam Fadli Zon, Faisal Basri. Dia pakai istilah “buzzer”.

Dia juga sok merasa keren, karena pernah turun ke jalan dan teman-temannya diseret oleh polisi saat demo. Ketika Bambang Widjojanto membela Leon, saya makin yakin kalau fix Leon ini adalah kader Anies Baswedan. Koar-koar Revisi UU KPK, tapi diam soal Anies yang korupsi. Halah munafik.

Dek Leon ini harus belajar dari mahasiswa 1998. Kami bergerak dengan kesadaran penuh, bahwa negara ini tidak baik-baik saja saat itu. Meski ada satu rekan mahasiswa kami yang membelot ke Cendana dan jadi antek Cendana, itu tidak menyurutkan semangat kami. Sekarang kalian itu apa?

Kalian mau menurunkan Jokowi? UI lagi UI lagi. Sudah pasti kalau UI ini memang punya kedekatan dengan Cendana. Mahasiswa 98 yang kami anggap pembelot, juga adalah almamater UI. Jadi mau tidak mau, UI itu bisa kita buang ke tong sampah kalau urusan loyalitas.

Kalau bicara berjuang, kamu berjuang dulu untuk lulus gih. Jijik saya lihat anak bocah kayak kamu yang nggak bisa bedakan antara kritik dan hinaan. Sudah dik, belajar dulu. UU KPK sudah dibaca belum? Belum kan? Makanya kalau mau demo, baca dulu. Pakai mekanisme hukum, jangan karena nggak dijawab, jadi ngambekan. Dungu.

Begitulah dungu-dungu.




S: Tribunnews


Name

Berita,6627,Internasional,310,Nasional,6158,Opini,253,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Lihat Twitter Mahasiswa "Abadi" Leon Alvinda, Fix Dia Kadrun!
Lihat Twitter Mahasiswa "Abadi" Leon Alvinda, Fix Dia Kadrun!
https://1.bp.blogspot.com/-na-NJ4vQ6Ps/YNndB8Hkb6I/AAAAAAAAPQk/23LZR7cnINMK3DBEp3MwOVd7iE6_R-zqACLcBGAsYHQ/w640-h280/Screenshot_2021-06-28-21-29-48-19.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-na-NJ4vQ6Ps/YNndB8Hkb6I/AAAAAAAAPQk/23LZR7cnINMK3DBEp3MwOVd7iE6_R-zqACLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h280/Screenshot_2021-06-28-21-29-48-19.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/06/lihat-twitter-mahasiswa-abadi-leon.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/06/lihat-twitter-mahasiswa-abadi-leon.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy