$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Lempar Kode Keras, Jokowi Tahu Anies Panik Dan Tidak Becus!

GELORABANGSA - Kepanikan Anies terkait dengan ambisinya nyapres. Orang awam pun tahu soal ambisinya ini. Publik juga tahu bahwa kekuatan An...



GELORABANGSA - Kepanikan Anies terkait dengan ambisinya nyapres. Orang awam pun tahu soal ambisinya ini. Publik juga tahu bahwa kekuatan Anies sebagian besar terletak di Rizieq dan gerombolannya. Boleh dibilang, Rizieq sedang sibuk dengan masalahnya sendiri. 

Bahkan sudah mendapat vonis 4 tahun 8 bulan dalam kasus-kasusnya. Masih ngarepin Rizieq sanggung meng-endorse Anies? Sulit kan? Akhirnya Anies pun harus berusaha sendiri, jalan sendiri ke mana-mana. Ke Jateng, Jatim dan Jabar.

 Walaupun ketika angka Covid makin tinggi dan sekarang meledak. Anies datang dari Sumedang hanya bisa bilang bahwa Jakarta akan genting! Waduhhh, gubernurnya ke mana-mana, modyar warganya!

Bukan hanya ke mana-mana, kepanikan Anies juga terlihat dari bagaimana tidak konsistennya dia terhadap aturan atau himbauan yang dia buat sendiri. 

Melarang warga silaturahmi dan open house pada hari Lebaran, eeh dianya malah berkunjung ke rumah Ketum PAN, Zulkifli Hasan.

 Meminta warga tinggal di rumah saja selama weekend, bahkan disertai ancaman bakal menyesal kalau keluar rumah dan kena Covid, eeeh dianya malah sepedaan bersama keluarganya. 

Kegiatan sepedaan ini pun dipamerkan Anies, buat memperlihatkan “perlawanannya” terhadap rencana Kapolri membongkar jalur sepeda permanen buatan Anies.

Anies sangat panik. Waktu mulai mencengkeram ambisi Anies. Tahun depan, beberapa bulan lagi, masa jabatannya habis. Apa prestasi yang bisa “dijual” Anies di Jakarta? Yang ada adalah berbagai kegagalan dan blunder. 

Patung bambu, onggokan batu, tugu peti mati, atap-atap dicat. Tidak ada pula yang bisa dibanggakan dari program kampanye andalannya. 

Lupakan OKE OCE, mana rumah buat warga miskin? Yang terekam di media adalah saat Anies memberikan IMB di lahan reklamasi. 

Puluhan penghargaan yang diterimanya tidak bakal bisa jadi bahan yang menghantarkan Anies ke kursi presiden.

 Sementara saingannya, Gubernur Ganjar Pranowo punya ratusan penghargaan. Nggak perlu Pak Ganjar deh, Bu Risma aja tuh, penghargaannya mencapai 300 lebih. Gimana nggak panik Anies?

Kita masyarakat saja bisa melihat kepanikan dan ketidakbecusan Anies ini, apalagi sekelas Presiden Jokowi. Sudah pasti beliau tahu dan lebih kesal lagi melihatnya.

 Apalagi kalau dibandingkan dengan aktivitas Gubernur Ganjar di Jawa Tengah. Tiap hari ada saja video atau foto yang beredar di medsos, memperlihatkan Ganjar blusukan ke pasar-pasar tradisional, ke kantor-kantor, ke pusat perbelanjaan, ke kampung-kampung, ke sentra-sentra vaksinasi. 

Ganjar menyapa, menengok, mengawasi, menjaga dan secara langsung memperingatkan warga agar taat prokes. Kalau gubernurnya rajin turun ke lapangan, warganya juga ikutan rajin taat prokes. 

Tapi itu di Jawa Tengah ya. Sementara di ibu kota negara, ketika gubernurnya harus turun ke lapangan, dianya malah turun ke sawah di daerah lain. 

Ketika gubernurnya harusnya mencontohkan tinggal di rumah, dianya malah sepedaan sama keluarga. Ganjar menengok warga yang hidup, Anies malah menengok makam. Hedeeehhh….

Oleh sebab itu, tidak heran kalau Presiden Jokowi pun gemes melihat kelakuan Anies. Bukannya blusukan di pasar-pasar, di perumahan, di jalan-jalan, dianya malah ke makam. Entah maksudnya apa? Menunjukkan supremasi Anies terhadap mayat?

Dua hari sesudah Anies blusukan di makam, Presiden Jokowi memberikan arahannya dalam kegiatan penyampaian laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah pusat (LHP LKPP) 2020 seperti disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat kemarin (25/6).

 "Kita harus tetap waspada dan situasi yang kita hadapi masih dalam situasi extraordinary yang harus direspon dengan kebijakan yang cepat dan tepat, yang membutuhkan kesamaan frekuensi oleh kita semuanya.

 Baik di semua tataran lembaga negara dan di seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah," kata Jokowi Sumber. Anies merasa nggak ya? Saya yakin sih enggak hehehe…

Karenanya Presiden Jokowi juga merasa perlu memberikan kode yang lebih keras lagi. Yang berharap bahwa Presiden Jokowi menegur keras Anies di depan umum, mohon maaf ya, itu bukan karakternya Presiden Jokowi. 

Beliau tidak akan frontal seperti itu. Kalau di balik layar, bisa jadi. Saking baiknya Presiden Jokowi, sampai beliau tetap menjaga kehormatan pejabat seperti Anies ini di depan publik.

Tentu cara Presiden Jokowi adalah dengan simbol. Biarlah para penulis Seword yang menerjemahkan simbol itu. 

Apa kode keras yang dilemparkan oleh Presiden Jokowi? Beliau mengadakan sidak (inspeksi mendadak) ke wilayah Anies.

 Tepatnya di lokasi PPKM Mikro di RW 01 Kelurahan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Dilansir detik.com, Presiden Jokowi didampingi oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dengan tidak diikutsertakannya Anies dalam sidak, ini sudah merupakan kode keras dari presiden. Bahwa Anies tidak melakukan pekerjaan yang harusnya dilakukan. Yakni terjun ke lapangan, meninjau dan mengawasi PPKM Mikro. Ya, Anies ke lapangan sih, lapangan makam hehehe….

Dalam sidak, Presiden Jokowi mengecek kesiapan Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Lalu berdialog dengan warga soal asal mula penemuan kasus Covid di sana. 

"Saya memang hadir dadakan ke sini ini di kelurahan Rawasari RW 01 Kecamatan Cempaka Putih, saya memang dadakan di sini untuk memastikan PPKM Mikro berjalan atau tidak berjalan… Saya minta betul gubernur, bupati, wali kota di seluruh Tanah Air dari Sabang sampai Merauke, dibantu oleh Pangdam, Kapolda, Danrem, Dandim dan Kapolres menggerakkan Babinsa Bhabinkamtibmas untuk mendampingi pemda, mendampingi kelurahan, mendampingi RW dalam rangka pelaksanaan PPKM Mikro,” ujar Jokowi.

 "Karena yang diperlukan sekarang ini tindakan lapangan, pengawasan lapangan, kontrol lapangan berjalan atau tidak berjalan, percuma kita membuat sebuah kebijakan policy tetapi di bawah tidak berjalan,” tambah Jokowi Sumber.

 Perhatikan dalam video di bawah ini intonasi presiden ketika mengucapkan “gubernur” dan “lapangan”. Menyentil Anies pastinya! Entah Anies merasa atau tidak, atau dia makin tenggelam dengan kepanikannya sendiri? Selalu dari kura-kura!




S: Ninanoor


Name

Berita,6536,Internasional,283,Nasional,6068,Opini,213,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Lempar Kode Keras, Jokowi Tahu Anies Panik Dan Tidak Becus!
Lempar Kode Keras, Jokowi Tahu Anies Panik Dan Tidak Becus!
https://1.bp.blogspot.com/-4ZYvCFJq7og/YNcSTLHFemI/AAAAAAAAPMQ/HzDgFRinAhQlz3oCrqHdgHzsRMoKm9U2wCLcBGAsYHQ/w640-h386/Screenshot_2021-06-26-18-38-14-95.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-4ZYvCFJq7og/YNcSTLHFemI/AAAAAAAAPMQ/HzDgFRinAhQlz3oCrqHdgHzsRMoKm9U2wCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h386/Screenshot_2021-06-26-18-38-14-95.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/06/lempar-kode-keras-jokowi-tahu-anies.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/06/lempar-kode-keras-jokowi-tahu-anies.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy