$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Komnas Perempuan: Ucapan Turun Mesin Aa Gym Termasuk Kekerasan Psikis, Dapat Dipidana 3 Tahun

GELORABANGSA - Sosok AG yang merupakan seorang pemuka agama sekaligus tokoh publik, tanpa hati menggunakan istilah “turun mesin” kepada TN ...



GELORABANGSA - Sosok AG yang merupakan seorang pemuka agama sekaligus tokoh publik, tanpa hati menggunakan istilah “turun mesin” kepada TN belum lama ini.

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) berpendapat bahwa ungkapan yang digunakan untuk menggambarkan kondisi tubuh perempuan, “turun mesin” merupakan istilah peyoratif, yaitu sikap yang merendahkan, menghina atau mencemooh.

“Istilah ini rekat dengan cara pandang yang seksis, yaitu merendahkan harkat kemanusiaan berdasar jenis kelamin,” tulis Komnas Perempuan dalam keterangan persnya.
 
Istilah turun mesin juga merupakan cara pandang yang menempatkan perempuan sebagai obyek seks. 

Dalam hal ini imaji tentang keperawanan dan elastisitas kelamin perempuan yang dikaitkan dengan kepuasan atau kenikmatan laki-laki dalam  berhubungan seksual.

“Dengan demikian, ‘turun mesin’ merupakan bentuk kekerasan verbal/simbolik terhadap perempuan yang berdampak psikologis yang negatif terhadap perempuan.”

Oleh karena itu, sungguh sangat tidak bermartabat menggunakan istilah “turun mesin” untuk menggambarkan cinta-kasih kepada istri/pasangan atau memuliakan peran reproduksi perempuan karena perempuan telah melahirkan.

BACA JUGA
Komnas Perempuan: Ucapan Turun Mesin Aa Gym Termasuk Kekerasan...
KPK Tak Penuhi Panggilan Komnas HAM, Ternyata Ini Alasanya?
Komnas Perempuan mengimbau semua pihak, khususnya pejabat publik, pesohor dan pemuka/tokoh masyarakat, untuk menghindari kekerasan psikis atau kekerasan verbal/simbolik dan pelecehan seksual kepada perempuan, serta turut mendukung pemulihan korban.

Penggunaan ejekan dan atau makian yang seksis adalah bagian dari kekerasan psikis atau kekerasan verbal dan merupakan salah satu bentuk kekerasan terhadap perempuan berbasis gender.
 
Kekerasan verbal termasuk ungkapan “turun mesin” berakar dari nilai-nilai patriarkis yang melanggengkan dan meneguhkan diskriminasi terhadap perempuan. 

Karenanya, penanganan yang komprehensif merupakan langkah penting dalam memastikan pemenuhan hak konstitusional, khususnya perlindungan diri, kehormatan dan martabat (Pasal 28 G Ayat 1) dan bebas dari diskriminasi (Pasal 28 I Ayat 2).

Upaya mengubah cara pandang atau pola pikir dan kebiasaan merendahkan perempuan, termasuk melalui bahasa, juga sangat penting dalam mewujudkan komitmen negara dalam Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan, yang telah diratifikasi hampir empat dekade lalu melalui UU No. 7 Tahun 1984.

Penting untuk mengingat bahwa dalam UU Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT, No. 23 Tahun 2004) kekerasan psikis dimaknai perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya, dan/atau penderitaan psikis berat pada seseorang. Kekerasan psikis merupakan tindak pidana, dengan ancaman paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp 9.000.000,00 (sembilan juta rupiah).

Sayangnya, ketika kekerasan psikis berupa kekerasan verbal dilakukan bukan oleh suami, orang yang berhubungan keluarga ataupun tinggal serumah- yang artinya tidak menjadi ruang lingkup UU PKDRT- sulit untuk diproses secara hukum.

Untuk itulah Komnas Perempuan mendorong  pengesahan segera RUU Penghapusan Kekerasan Seksual agar pelecehan seksual dapat ditangani secara komprehensif dengan   memperhatikan hak korban untuk pemulihan.

Mengingat dampak dari kekerasan psikis terhadap perempuan korban sangat mendalam dan menimbulkan trauma psikis terhadap korban yang berkepanjangan, maka Komnas Perempuan mengajak semua pihak untuk memberikan perhatian, penguatan dan dukungan bagi pemulihan korban.

“Secara khusus, Komnas Perempuan mendorong media massa melakukan pemberitaan yang berperspektif korban, termasuk dengan menjelaskan dampak yang ditanggung korban akibat kekerasan psikis dan pelecehan seksual yang dialaminya, serta turut serta dalam meningkatkan pemahaman masyarakat luas terkait kekerasan terhadap perempuan,” demikian disampaikan oleh para Komisoner Komnas Perempuan: Bahrul Fuad, Rainy Hutabarat, dan Andy Yentriyani




S: Senayan pos


Name

Berita,6627,Internasional,310,Nasional,6158,Opini,253,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Komnas Perempuan: Ucapan Turun Mesin Aa Gym Termasuk Kekerasan Psikis, Dapat Dipidana 3 Tahun
Komnas Perempuan: Ucapan Turun Mesin Aa Gym Termasuk Kekerasan Psikis, Dapat Dipidana 3 Tahun
https://1.bp.blogspot.com/-BHOFEIMEQ8o/YMdi08Tvt8I/AAAAAAAAO00/bnQG-PL4Wf0mteIF4jJR6VM2MNWBddjWACLcBGAsYHQ/w640-h310/Screenshot_2021-06-14-21-07-53-28.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-BHOFEIMEQ8o/YMdi08Tvt8I/AAAAAAAAO00/bnQG-PL4Wf0mteIF4jJR6VM2MNWBddjWACLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h310/Screenshot_2021-06-14-21-07-53-28.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/06/komnas-perempuan-ucapan-turun-mesin-aa.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/06/komnas-perempuan-ucapan-turun-mesin-aa.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy