$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Kecaman Keras Gus Sahal ke Felix Siauw: Silahkan Minggat dari Indonesia!

GELORABANGSA - Sebelum ramai isu dana haji, masalah sertifikasi ulama sudah lebih dahulu dicanangkan oleh Menag. Namun, karena adanya masal...



GELORABANGSA - Sebelum ramai isu dana haji, masalah sertifikasi ulama sudah lebih dahulu dicanangkan oleh Menag. Namun, karena adanya masalah keberangkatan haji, persoalan penting seperti sertifikasi ulama sepertinya bakal menguap.

 Padahal di lapangan, hal ini menjadi sangat penting karena berkaitan dengan moral anak bangsa ke depan. Jangan sampai orang seperti Rocky Gerung yang bukan ulama malah diundang di acara Mata Najwa menanggapi soal dana haji.

 Adalagi ustadz sok santun, tapi mengatai istri sendiri turun mesin. Di sisi lain, banyak mualaf yang jadi ustadz dadakan yang kerjanya provokasi.

Tentunya masyarakat sudah kenal akrab dnegan nama Felix Siauw yang dulu lekat dengan HTI. Selain itu, ada juga nama Yahya Waloni yang kini kontroversial. 

Bibit perusak seperti ini hanya bisa dihentikan dengan aturan tegas, salah satunya lewat sertifikasi dengan tes kebangsaan.

 Agar jangan sampai masyarakat diajak membela Palestina, tapi menolak membela dan mencintai nusantara karena dianggap tak berdalil. Seperti ibarat pepatah lalat di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak. Maka jangan heran kalau buntut pernyataan Felix membuatnya mendapat kecaman keras.

Seperti dilansir suara.com, pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Amerika Serikat, Akhmad Sahal alias Gus Sahal, bereaksi keras dengan meminta Felix Siauw minggat dari Indonesia.
 
Resposn keras Gus Sahal yang belakangan menyingkat namanya menjadi UAS (Ustaz Ahmad Sahal) ini berkaitan dengan ribut-ribut ceramah Felix Siauw yang mengatakan membela tanah air, NKRI, Nasionalisme, dan sikap kebangsaan tidak ada dalilnya dalam Alquran.

Omongan Felix tentu menjadi kontroversial mengingat Ia sendiri dikenal sebagai orang yang sangat membela khilafah untuk ditegakkan di nusantara.

Gus Sahal mengaku heran dengan sikap Felix yang seolah merongrong kebangsaan Indonesia. "Ini kenapa ya, ada sejumlah ustaz di Indonesia yang mendapat rezeki dari berdakwah di Indonesia, tapi pandangannya merongrong kebangsaan Indonesia," kata dia,

Gus Sahal kemudian juga merasa heran, ada ustaz yang menyebut hormat pada bendera merah putih, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dianggap syirik. Padahal, hormat dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kata dia, sebagai bagian dari ekspresi rasa syukur masyarakat karena bebas dari masa penjajahan.

"Harusnya kita bersyukur punya negara, punya Tanah Air, bandingkan tak punya negara? Itu ekspresi syukur," katanya menegaskan.

Lebih jauh, Ia juga menganggap selama ini Ustaz Felix Siauw ngawur dalam memahami sesuatu. Termasuk memahami Islam secara utuh. Sebab jika dia bilang nasionalisme tak ada dalam dalil, dia dianggap tak mempelajarinya secara mendetail.

"Beberapa waktu lalu dia getol membela Palestina, lho Palestina itu dasarnya nasionalisme, kebangsaan, bukan khilafah. Dia ini membela Palestina, padahal dasarnya kebangsaan, nasionalisme, makanya itu sesuatu yang absurd. Dengan menyatakan nasionalisme enggak ada dalilnya, dia berarti enggak paham Islam."


 
Sebab baginya walaupun tak ada hadist yang mencantumkan untuk membela Tanah Air, tetapi itu selama ini dikenal sebagai sesuatu sunnah Nabi. Contohnya banyak, dan publik bisa menemukannya di sosok Nabi Muhammad.

Sebut saja seperti pada suatu ketika, Nabi pernah bepergian dan begitu berbunga-bunga ketika melihat dinding Madinah. Kemudian, ketika Madinah dilanda pandemi, banyak sahabat Nabi yang jatuh sakit. Nabi Muhammad kemudian menjadi galau.

Di saat itulah, dia kemudian berdoa agar Madinah diselamatkan. "Dalam doanya, dia berdoa, ya Allah berikanlah rasa cinta kepada kami kepada Madinah, sebagaimana dulu engkau ya Allah menjaga Mekah," katanya.

"Sehatkanlah Madinah dari penyakit. Dan berikanlah barokah dalam timbangan dan dagangan kami di Madinah. Itu merupakan bukti dalil yang menyatakan betapa nabi cinta terhadap tumpah darahnya," katanya.

Maka menjadi aneh jika kemudian Ustaz Felix Siauw seolah merongrong NKRI lewat sikapnya. Apalagi beliau dikenal sebagai pendukung keras khilafah, dan menanggap negara merupakan sistem politik berbasis sekuler, thogut, dan sebuah sistem ciptaan manusia yang tak perlu dipatuhi.

Padahal jika dia paham dengan benar soal Islam, dia akan menaati kesepakatan, perjanjian, yang telah dibuat Islam ketika NKRI berdiri, bersama sejumlah agama lain.

"Maka kalau tidak, serahkan kewarganegaraanmu, cabut dari RI. Selama kalian masih punya dokumen RI, menikmati fasilitas RI, selama masih mencari nafkah dari bumi Indonesia, koar-koar-koar anti Indonesia, itu artinya sebuah sikap yang tidak konsisten," katanya.

Sependapat dengan Gus Sahal, saya merasa tes wawasan kebangsaan yang digalakkan Menag justru harusnya jadi langkah awal sebelum seorang ustadz diperbolehkan berceramah. Kalau perlu ada pendidikan kebangsaan khusus calon penceramah. Pendidikan ini bisa diadakan lewat kerjasama Kemdikbud dan Kemenag. Sasarannya tak hanya santri di pondok pesantren, tapi juga bekerja sama dengan semua ormas agama yang terdaftar. Selain mereka yang mendapat pendidikan dan sertifikasi, maka ceramahnya dianggap ilegal dan pemerintah bisa mengenai sanksi dari teringan hingga terberat yakni tak memperbolehkan ceramah seumur hidup.

Pendidikan wawasan kebangsaan tak hanya soal kepribadian, tapi juga mempelajari sejarah awal pendirian bangsa. Bahwa ormas seperti Muhammadiyah dan NU lahir dijaman penjajahan dengan semangat cinta tanah dan membela bumi pertiwi. 

Jangan sampai ada penceramah bercerita soal khilafah fi waktu lampau, tapi lupa sejarah kemerdekaan bangsa sendiri. Semoga sertifikasi dan juga pendidikan kebangsaan ini menjadi arah baru bagi kualitas pembelajaran agama. Termasuk menutup gerak bagi golongan ekstrimis yang mambawa jubah agama dan menukarnya dengan ideologi khilafah yang bertentangan dengan hukum negara.

Begitulah kura-kura



S:Nuha alif


Name

Berita,6588,Internasional,310,Nasional,6119,Opini,247,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Kecaman Keras Gus Sahal ke Felix Siauw: Silahkan Minggat dari Indonesia!
Kecaman Keras Gus Sahal ke Felix Siauw: Silahkan Minggat dari Indonesia!
https://1.bp.blogspot.com/-Ijyx2TkKrvo/YMISf4O7g2I/AAAAAAAAOqg/AqMZ0S15n_YSq1Qpo_nyTZXvy7bn5_7pwCLcBGAsYHQ/w640-h640/QcYevRDI1b-feature.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-Ijyx2TkKrvo/YMISf4O7g2I/AAAAAAAAOqg/AqMZ0S15n_YSq1Qpo_nyTZXvy7bn5_7pwCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h640/QcYevRDI1b-feature.jpeg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/06/kecaman-keras-gus-sahal-ke-felix-siauw.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/06/kecaman-keras-gus-sahal-ke-felix-siauw.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy