$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Dukung Film Promosi Taliban, Febri Diansyah Satu Suara dengan PKS!

GELORABANGSA - Febri Diansyah ini orang KPK yang sudah tidak ada di KPK tapi jiwanya masih katanya mendukung KPK lewat memperjuangkan 51 ka...



GELORABANGSA - Febri Diansyah ini orang KPK yang sudah tidak ada di KPK tapi jiwanya masih katanya mendukung KPK lewat memperjuangkan 51 kadrun yang harus dipecat karena gagal tes wawasan kebangsaan. Orang ini sudah panik dan tidak bisa berpikir sehat lagi kelihatannya.

Awalnya dia terus mengkritik Firli Bahuri, bawa-bawa nama Novel Baswedan yang pernah ditetesi air keras sebagai salah satu orang terbaik di KPK. 

Dari ribuan orang yang bekerja di KPK 51 itu memang yang paling parah dan tidak bisa ditoleransi lagi karena gagal TWK dengan nilai tak bisa dibetulkan lagi.

Artinya kadar Talibanisme dan radikalisme sudah sangat tinggi di dalam 51 orang itu. Selain tingginya kadarnya Tarlibanisme, ada penyebab lain kenapa mereka tidak lolos jadi ASN. Rendahnya nasionalisme. Mereka bahkan ada yang mengatakan bahwa Tuhan mereka ada dua, yakni Allah dan Novel Baswedan.
 
Dari sini kita tahu bahwa apa yang menjadi tingkat keparahan di KPK ini sudah sangat parah. Anti Pancasila, mengaku ada 2 Tuhan, apa-apaan itu? Kemudian orang semacam itulah yang dibela oleh Febri Diansyah. Tapi kita tahu bahwa tidak selamanya orang bisa betah pakai topeng.

Akhirnya topeng Febri terbongkar dengan cuitannya yang mendukung film yang dibidani oleh Felix Siauw, seorang khilafah yakni film Nussa dan Rara. Namanya mungkin ada mirip-miripnya dengan Nusantara, Nussa diambil dari Nusa, Rara itu bagian belakang. Tapi ini hanyalah pengecoh.

Pembelaan Febri kepada 75 kadrun yang gagal tes dan 51 kadrun fix yang terpaksa harus dipecat, kelihatannya hanyalah topeng dari sebuah hal yang lebih serius, yakni Tarlibanisme. Orang kalau Taliban, pasti kelihatan kok. Apalagi film ini diendorse kencang sekali oleh PKS. Nah!

Kalau kita main di Twitter, kita nggak bisa lihat cuitan hanya dari satu orang saja. Kita harus melihat dari keutuhan cuitan-cuitan yang dimunculkan oleh orang-orang sejenis. Misalnya begini.

Kalau kita melihat cuitan Denny Siregar mengenai film Nussa dan Rara yang dituding Taliban dan dibidani oleh Felix Siauw, kita jangan langsung menelannya. Karena itu baru opini pribadi, jika kita melihat dari perspektif satu orang saja. Maka ita harus lihat kepada akun lain.

Eko Kuntadhi juga mengatakan bahwa film Nussa dan Rara ini mempromosikan khilafah. Promosi khilafah dan semangat anti Pancasila itu, menurut Eko, bisa dilihat dari pakaian yang tidak mencerminkan nasionalisme. Apakah dari pakaian, otak orang bisa dilihat?


 
Sebenarnya pertanyaan ini adalah pertanyaan segala zaman. Jawabannya mudah. Pakaian tidak pernah bisa menjadi sebuah indikator seberapa Talibannya seseorang. Tapi kita harus melihat dari elaborasinya. Selama ini yang melakukan tindakan Taliban itu adalah perempuan yang berpakaian T-Shirt atau laki-laki yang klimis dengan minyak rambut? Nggak.

Mereka yang Taliban itu, terafiliasi dengan pemahaman yang salah dengan agama. Manipulator agama, seringkali menggunakan pakaian agamais tertentu, untuk melakukan tindakan terorisme, yang berakar dari Tarlibanisme dan intoleransi.

Febri Diansyah kecele di sini. Apalagi diteruskan lagi oleh akun Twitter PKS yang mendukung film Nussa dan Rara. Saya melihat bagaimana semangat anti pancasila ini dikemas sedemikian rupa. Apalagi PKS kalau lihat dari sejarahnya, pernah menolak Pancasila sebagai azas tunggal.

Mau sekarang klaim dukung total Pancasila, tapi rekam jejak di tahun 2000-an itu nggak pernah hilang. Ada aksi injak-injak merah putih juga di acara yang pernah PKS helat. Dan inilah yang menjadi satu suara dengan Febri Diansyah.

Dia koar-koar soal Nasionalisme saat tes masuk KPK, tapi ternyata pemikirannya sevisi dengan PKS. PKS ini sudah jelek banget di mata bangsa Indonesia. PKS ini adalah partai yang berbahaya karena memang selama ini mereka paling kelihatan dekat dengan HTI. Pernah Madrani satu video dengan ketua HTI.

PKS juga dukung Anies Baswedan di pilkada DKI silam. Dan apa yang dilakukan? PKS jadi motor kampanye.

 Kampanye Anies Baswedan di DKI, sangat mengerikan. Menggunakan politisasi ayat dan mayat untuk menebarkan ketakutan kepada khalayak rakyat Jakarta.

Febri, Anies, Novel, SJW, PKS, Felix, HTI, mereka ini satu. Sama-sama tidak suka TWK. Kenapa sih dengan wawasan kebangsaan? Waspada.

 Jangan sampai masyarakat tertipu dengan kalimat-kalimat manis yang ternyata ada racun di dalamnya.

Begitulah hati-hati.

Artikel tampan lainnya silakan disimak di



S: Seword


Name

Berita,6627,Internasional,310,Nasional,6158,Opini,253,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Dukung Film Promosi Taliban, Febri Diansyah Satu Suara dengan PKS!
Dukung Film Promosi Taliban, Febri Diansyah Satu Suara dengan PKS!
https://1.bp.blogspot.com/-AK11DhY3xmA/YNCLOLjuTaI/AAAAAAAAPGA/vliKX_smmaoeZvqqBGHp5Cj0alD5Aw9TQCLcBGAsYHQ/w640-h364/Screenshot_2021-06-21-19-48-50-64.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-AK11DhY3xmA/YNCLOLjuTaI/AAAAAAAAPGA/vliKX_smmaoeZvqqBGHp5Cj0alD5Aw9TQCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h364/Screenshot_2021-06-21-19-48-50-64.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/06/dukung-film-promosi-taliban-febri.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/06/dukung-film-promosi-taliban-febri.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy