$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Diungkap Menkeu, Kepala Daerah Terbanyak Utangnya! Tapi Suka Salahkan Pusat!

GELORABANGSA - Anies cukup sering menyalahkan pemerintah pusat. Misalnya ketika Jakarta banjir pada tahun 2017, masa awal Anies jadi Gubern...



GELORABANGSA - Anies cukup sering menyalahkan pemerintah pusat. Misalnya ketika Jakarta banjir pada tahun 2017, masa awal Anies jadi Gubernur DKI Jakarta. Sudah kelihatan kelakuan buruknya. 

Anies pun menyalahkan proyek MRT dan LRT. Lalu ketika Jakarta kembali banjir pada April 2019, Anies kembali menyalahkan proyek LRT dan Tol Becakayu. 

Di mana itu adalah proyek pemerintah pusat. 

Padahal ketika MRT sudah rampung dan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya, Anies dapat penghargaan kan? Yang membangun siapa, yang disalahkan siapa, yang dapat penghargaan siapa.

Bahkan ketika Kali Item berbusa, Anies juga menudingkan kesalahan pada pemerintah pusat karena penggunaan detergen dianggap sebagai penyebabnya.

 “Penggunaan soft detergen sudah harus dipikirkan. Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan harus review kembali standar itu. Karena ini dirasakan di seluruh Indonesia," kata Anies.

 Tapi dia sendiri juga mengakui bahwa air limbah pencucian mobil dan laundry dibuang secara massal ke kali Sumber. Kalau warganya yang buang limbah ke kali, kenapa pemerintah pusat yang disalahkan?

Belum lagi dalam menangani pandemi. Pada masa awal pandemi Anies dengan sok pintar memainkan narasi di media, sean DKI Jakarta yang paling tahu soal Covid.

 Sampai ngaku di media asing dia merasa frustrasi dengan kebijakan pemerintah pusat, yang dia nilai lambat dan kurang responsif Sumber. Ciyeee, ujung-ujungnya ketahuan kan bagaimana kinerja Anies menangani pandemi? Turun ke lapangan saja jarang, malah lebih mementingkan menengok hewan di Ragunan ketimbang blusukan mendatangi warganya. 

Sok menarik rem darurat, yang berakibat menumpuknya calon penumpang dan memperbesar kemungkinan penularan virus. Selalu bilang genting, genting, genting, tapi dia sendiri tidak berani membubarkan kerumunan di Petamburan. Dia melanggar aturan dan himbauannya sendiri. Minta warga tidak bersilaturahmi, eh dia sendiri pergi. Minta warga jangan keluar rumah, eh dia malah sepedaan.
 
Sekarang Ridwan Kamil (RK). Di medsos, terdengar selentingan yang menyebut RK sebagai “Anies kedua”. Karena kelakuannya sudah mulai mirip. Lihat saja sikapnya terhadap Rizieq Shihab. Pasca kepulangan Rizieq dari Arab Saudi, RK katanya mau bersilaturahmi dengan Rizieq. Lalu ketika kerumunan di Megamendung jadi kasus, dan RK turut diperiksa oleh pihak kepolisian, dia pun menyalahkan pemerintah pusat. Katanya Menko Polhhukam Mahfud MD lah yang jadi penyebab kekisruhan kasus kerumunan itu. Padahal, sama dengan Anies, RK bisa saja membubarkan kerumunan di Megamendung kan? Lalu memberikan sanksi sebagaimana mestinya.

Ada lagi yang lucu soal RK ini. Pada bulan Maret 2021, RK memberikan pernyataan yang memperbolehkan mudik Lebaran Sumber. Sekitar 3 minggu kemudian pemerintah pusat secara resmi melarang mudik Lebaran. Namun, ketika bulan ini angka Covid meledak termasuk di Jawa Barat, RK menyalahkan pemerintah pusat yang memberi libur panjang, sehingga banyak warga yang mudik Sumber. Loh, kok mencla mencle? Katanya mendukung mudik, ketika mudik dilarang, dan dia sendiri tahu ada warga yang mudik, yang berdampak ke angka Covid, kok jadi nyalah-nyalahin. Kenapa tidak berusaha keras mencegah warganya mudik? Atau pas warganya mudik, RK masih dalam posisi mendukung mudik? Angel wis, angel
 
Begitulah kelakuan kedua kepala daerah ini. Mungkin merasa pongah karena dalam berbagai survei elektabilitas nama mereka memang populer jadi capres buat 2024? Jadi berasa sudah selevel sama presiden aja? Padahal kenyataannya? Justru mereka berdua ini ternyata yang paling banyak dapat sokongan dari pemerintah pusat, dalam bentuk pinjaman.

Seperti diketahui bersama bahwa dampak pandemi terhadap ekonomi sangat besar. Anggaran di berbagai daerah pun tekor. Sehingga perlu bantuan dari pemerintah pusat. Bantuan itu diberikan dalam bentuk pinjaman. Menurut publikasi Kemenkeu, ada 2 jenis pinjaman daerah untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN). Pinjaman ini dikelola oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI). Pertama, yang dananya bersumber dari APBN, dan kedua, yang dananya bersumber dari PT SMI Sumber.

Dilansir cnbcindonesia.com, dalam rapat kerja dengan Komite IV DPD, Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan bahwa terdapat 30 pemerintah daerah yang melakukan pinjaman pada pemerintah pusat dengan nilai total Rp 19,1 triliun pada periode 2020 - 2021. Ternyata, yang paling banyak mendapat pinjaman adalah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Tercatat Jakarta meminjam dengan total Rp 5,9 triliun. Dalam dua kali peminjaman, yakni pada 24 September 2020 sebesar Rp 2,7 triliun dan pada 30 Desember 2020 sebesar Rp 3,2 triliun. Sementara Jawa Barat tercatat meminjam dengan total Rp 4,01 triliun, dengan dua kali pinjaman, pada 26 Oktober 2020 sebesar Rp 1,8 triliun dan pada 30 Desember 2020 sebesar Rp 2,21 triliun Sumber.

Halaaah… apa dong namanya kelakuan kedua kepala daerah ini? Ibarat teman, keduanya sering ngomongin yang jelek-jelek di belakang kita. Tapi pas kesulitan duit, minjemnya banyak ke kita juga. Nggak tahu malu? Kenapa sih nggak berani seperti Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, yang justru menyatakan siap disalahkan ketika ada banjir di sana. Juga ketika heboh ada pasien covid dari Kudus yang meninggal di Boyolali, Ganjar dengan ksatria meminta dirinya saja yang disalahkan. Bukannya enakan begitu, agar tidak jadi salah-salahan dan malah tidak fokus kerja? Entah tujuan mereka berdua menjalankan jabatan sebagai gubernur itu memang bekerja buat rakyat, atau sekedar mencari panggung politik? Wallahu a’lam. Selalu dari kura-kura





S: Ninanoor


Name

Berita,6536,Internasional,283,Nasional,6068,Opini,213,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Diungkap Menkeu, Kepala Daerah Terbanyak Utangnya! Tapi Suka Salahkan Pusat!
Diungkap Menkeu, Kepala Daerah Terbanyak Utangnya! Tapi Suka Salahkan Pusat!
https://1.bp.blogspot.com/-wI0n-aO4i2Y/YNiK2Dd0vSI/AAAAAAAAPPE/RHg37tzQe7AjdQKnoxlbVn4vmesS0oaugCLcBGAsYHQ/w640-h400/Screenshot_2021-06-27-21-26-36-57.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-wI0n-aO4i2Y/YNiK2Dd0vSI/AAAAAAAAPPE/RHg37tzQe7AjdQKnoxlbVn4vmesS0oaugCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h400/Screenshot_2021-06-27-21-26-36-57.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/06/diungkap-menkeu-kepala-daerah-terbanyak.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/06/diungkap-menkeu-kepala-daerah-terbanyak.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy