$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Ancaman Rizieq Ke Jaksa Dimentahkan MUI Dan GP Ansor! Makjleb!

GELORABANGSA - Ketika Rizieq Shihab “menyerahkan diri” ke Polda Metro Jaya, pasca ditetapkan sebagai tersangka, saya kira ada sebuah perhit...



GELORABANGSA - Ketika Rizieq Shihab “menyerahkan diri” ke Polda Metro Jaya, pasca ditetapkan sebagai tersangka, saya kira ada sebuah perhitungan tersendiri dalam benaknya. Saya duga Rizieq berharap bahwa proses hukumnya itu akan menarik simpati para pendukungnya. 

Bisa dimanfaatkan sebagai sarana playing victim dan berpotensi untuk mengumpulkan massa. Terbayang lautan manusia yang menghadiri persidangannya.

 Dan walaupun status Rizieq sebagai tersangka, namanya justru makin bergema.

 Rizieq tidak akan jadi nampak sebagai pesakitan, walaupun duduk di kursi tersangka. Dengan liputan besar media, pasti nama Rizieq akan terangkat.

 Jadi kekuatan lagi dengan dukungan massa di seluruh Indonesia.

Rizieq pun siap untuk berorasi dalam persidangan itu. Sidang akan dirajai oleh Rizieq. Tapi apa daya, situasinya justru terbalik. Persidangan Rizieq bersifat tertutup. 

Gedung dan lokasinya pun dijaga oleh aparat. Yang mau masuk hanya yang berkepentingan saja. Dan kedatangan jutaan umat yang membela dan mengelu-elukan Rizieq itu pun jadi tinggal mimpi, halusinasi. 

Karena yang datang memang tidak seberapa. 

Masyarakat lebih memikirkan pandemi dan ekonomi ketimbang ngurusin Rizieq. 

Walaupun Rizieq terus jadi berita media, ya tetap saja. 

Publik malah diam dan menikmati kedamaian tanpa Rizieq dan FPI.

Nah, persidangan Rizieq itu justru jadi ajang yang buruk buat Rizieq. Di sana dia “dikuliti” jaksa penuntut umum. 

Publik malah bersorak ceria, menyemangati jaksa. Kalau nggak percaya, baca saja komentar-komentar para pembaca di berita lansiran detik.com.

 Mayoritas lebih mendukung jaksa ketimbang Rizieq. Menyaksikan bagaimana jaksa menyuarakan apa yang sudah ada di benak publik. 

Jaksa pun menyentil Rizieq dengan kutipan hadist, menyebut Rizieq tidak terdidik dan berpikiran dangkal, menyebut sifat Rizieq menunjukkan akhlak dan moral yang tidak baik, menyindir revolusi akhlak yang dikoar-koarkan oleh Rizieq tapi tidak tercermin di diri Rizieq, dan menceramahi Rizieq soal ketakwaan.

 Ini sudah saya paparkan di tulisan saya pada bulan Maret lalu, lengkap dengan sumber beritanya : https://seword.com/politik/apesnya-rizieq-sidang-sepi-pendukung-jaksa-bpxi6rzIMX
 
Bukan itu saja, dalam sidang kasus tes swab RS Ummi, jaksa kembali “menguliti” Rizieq. Jaksa membongkar segala akal bulus dan kejahatan Rizieq membuat kebohongan publik. Ada bukti surat dan video. 

Membuat Rizieq mati kutu, sehingga dalam pembelaannya, dia seperti kehilangan akal sehat. Gelagepan menyebut banyak nama, Ahok, Djoko Tjandra, Airlangga Hartarto, Diaz Hendropriyono, dan lain-lain.

 Lengkapnya di tulisan saya sebelumnya : https://seword.com/politik/telak-dikuliti-jaksa-rizieq-panik-Q3n19iiYwi

Dan terakhir dalam tanggapannya terhadap pledoi dari Rizieq, dengan telak jaksa “menguliti” predikat “Imam Besar” yang disandang (dan dibangga-banggakan) Rizieq.

 Jempol buat jaksa, yang dengan menohok menyentil hingga ke soal-soal yang jadi uneg-uneg publik. Soalnya penyebutan imam besar umat Islam sering kali jadi tameng para pendukung FPI untuk membuat seakan Rizieq ini suci bak malaikat. Mengaburkan fakta bahwa Rizieq sebenarnya adalah mantan napi yang pernah kesandung kasus chat porno.

Dalam sidang hari Senin lalu (14/6), jaksa menyebut predikat “imam besar” Rizieq itu adalah isapan jempol belaka. 

Berdasarkan fakta-fakta kelakuan dan perkataan Rizieq sendiri. Rizieq yang tidak bisa membela diri menggunakan pasal-pasal perundang-undangan, kemudian malah menggunakan kata-kata yang tidak sehat dan emosional serta melempar tuduhan sembarangan terhadap jaksa.

 Misal menuduh jaksa sudah biasa berbohong, manuver jahat, ngotot, keras kepala iblis mana yang merasuki, bodoh, dungu dan lain sebagainya. Yang sama sekali tidak mencerminkan akhlak yang baik. Lengkapnya bisa dibaca di detik.com Sumber
 
Ya begitulah, Rizieq memang sudah kehabisan kata-kata untuk membela dirinya dari berbagai bukti yang disodorkan jaksa. Tidak ada hal lain yang dia lakukan kecuali memaki dan menuding-nuding jaksa. Dan yang terakhir ini adalah mengancam jaksa. 

Dalam menjawab tanggapan jaksa, yang menyebut predikat imam besar adalah isapan jempol, Rizieq pun berkilah bahwa sebutan imam besar itu “datang dari umat Islam yang lugu dan polo serta tulus dari berbagai daerah di Indonesia”. Sebagai tanda cinta mereka pada Rizieq.

"Dan saya lebih khawatir lagi kalau hinaan JPU tersebut akan ditafsirkan oleh umat Islam Indonesia sebagai tantangan, sehingga akan jadi pendorong semangat mereka untuk datang dan hadir serta mengepung dari segala penjuru Pengadilan Negeri Jakarta Timur ini, untuk menyaksikan langsung sidang terakhir (pada Kamis, 24 Juni)… JPU (jaksa penuntut umum) agar hati-hati. 

Jangan menantang para pecinta… Saya tidak bisa membayangkan di masa pandemi yang semakin parah ini, bagaimana jika jutaan pecinta yang kemarin menyambut kepulangan saya di Bandara terprovokasi… lalu berbondong-bondong mendatangi pengadilan ini dari segala penjuru,” ujar Rizieq. Rizieq juga menyebut bahwa pendukungnya berjumlah 7,5 juta peserta aksi 212 tahun 2016, dan 15 juta peserta reuni 212 tahun 2018 Sumber. 

Iya in aja yang juta-jutaan itu ya, mungkin ada jutaan peserta aksi yang tak terlihat oleh mata manusia hehehe… Sudah dihitung oleh analis maupun dari perkiraan oleh aparat kepolisian bahwa jumlah yang disebut gerombolan 212 itu tidak pernah benar Sumber Sumber

Kebiasaan sih dalam dakwah selalu memaki, mencemooh, yang disebut pun kata “lonte”, jadi terbawa ketika dalam persidangan. Maunya menang sendiri dan bisanya hanya ngancem. Cara preman bukan itu? Tentu saja, ancaman model gini justru makin memojokkan diri Rizieq. Jadi senjata makan tuan. Karena adanya komentar dari MUI dan GP Ansor.

Dalam menanggapi predikat “imam besar” terhadap Rizieq, MUI menyebutkan bahwa itu hanya sebagai penyebutan pimpinan di dalam organisasi. Yakni di FPI saja. "Umat Islam itu kan punya organisasi-organisasi itu kan, NU, Muhammadiyah, FPI. FPI rapat menunjuk Habib Rizieq sebagai imam besar, dia bertanya dia imam besar apa dia? Imam besar umat Islam, tapi imam besar yang di FPI, di NU nggak ada memakai istilah imam besar, di Muhammadiyah nggak ada istilah imam besar," ujar Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas Sumber. Makjleb! Sama saja dengan menyebut bahwa imam besar bagi Rizieq tidak mewakili umat Islam se-Indonesia dong. Mementahkan klaim Rizieq di atas dong.

Sedangkan GP Ansor menyebut ancaman Rizieq terkait jutaan umat itu sekedar psywar saja. Alias perang psikologis alias gertak sambal alias isapan jempol belaka. Wakil Ketua Umum GP Ansor Moh Haerul Amri juga menyoroti kepantasan Rizieq dianggap sebagai imam besar. “…yang pada kenyataannya menurut perundang-undangan yang berlaku di Indonesia beberapa kali beliau tersangkut hukum atas perilakunya-ucapannya. Perlu ditiru atau tidak? Pantas nggak mendapatkan gelar atau embel-embel sebagai imam besar," ujar Haerul. Makjleb lagi! Tidak adanya istilah imam besar di NU dan Muhammadiyah menunjukkan tingkat kerendahan hati para pemimpin di masing-masing ormas tersebut, tambah Haerul Sumber.

Kedua pihak ini lebih mewakili mayoritas suara umat Islam se-Indonesia ketimbang Rizieq. Seakan “menampar” buacot Rizieq yang sembarangan saja main klaim dan main ancam. Ya memang semudah itu untuk mementahkan dan mematahkan segala gertakan Rizieq. Selalu dari kura-kura!



S: Ninanoor


Name

Berita,6536,Internasional,283,Nasional,6068,Opini,213,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Ancaman Rizieq Ke Jaksa Dimentahkan MUI Dan GP Ansor! Makjleb!
Ancaman Rizieq Ke Jaksa Dimentahkan MUI Dan GP Ansor! Makjleb!
https://1.bp.blogspot.com/-aPghYtnRc1g/YMtAv2S2lOI/AAAAAAAAO84/73pSnyv7vLUeBfkk8hnvXmQ4HJCcvQIGgCLcBGAsYHQ/w640-h424/IMG_20210617_192935.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-aPghYtnRc1g/YMtAv2S2lOI/AAAAAAAAO84/73pSnyv7vLUeBfkk8hnvXmQ4HJCcvQIGgCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h424/IMG_20210617_192935.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/06/ancaman-rizieq-ke-jaksa-dimentahkan-mui.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/06/ancaman-rizieq-ke-jaksa-dimentahkan-mui.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy