$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Strategi Apik PDIP, Ganjar Sedang Diasah, Bukan Dibuang!

GELORABANGSA - pada bulan Maret 2012 lampau, politisi senior PDIP, yang menjabat Ketua Dewan Pertimbangan PDIP dan juga adalah suami Ketua ...



GELORABANGSA - pada bulan Maret 2012 lampau, politisi senior PDIP, yang menjabat Ketua Dewan Pertimbangan PDIP dan juga adalah suami Ketua Umum PDIP Ibu Megawati, Taufiq Kiemas, menyatakan dukungan PDIP di Pilkada DKI Jakarta 2012 adalah pada Fauzi Bowo dan Adang Ruchiatna sebagai wakilnya.

 Bahkan disebut ada penolakan dari Megawati ketika dalam pertemuannya dengan Prabowo Subianto dari Gerindra, Prabowo mengusulkan pasangan Jokowi - Ahok. Tentunya kita tahu bahwa akhirnya pasangan Jokowi - Ahok lah yang maju dan menang.

Kemudian pada tahun 2013, diberitakan pula bahwa Tjahjo Kumolo yang waktu itu menjabat sebagai Sekjen PDIP sempat menyuarakan penolakan usulan untuk mengusung Jokowi sebagai capres di Pilpres 2014.

 "Menurut pendapat saya, biarlah Jokowi menyelesaikan janji-janjinya dulu membangun DKI," kata Tjahjo, dilansir Koran Tempo pada bulan Februari 2013.

 Taufiq Kiemas juga menyatakan hal serupa. "Saya rasa PDIP tidak mengizinkan itu, karena pekerjaan dia belum selesai," ujar Taufiq masih dalam bulan Februari 2013. 

Padahal waktu itu dalam survei elektabilitas para capres potensial, Jokowi menempati urutan teratas dengan angka 21,2 persen, mengungguli Prabowo (18,4%) dan Megawati sendiri (13%). Sumber Sumber

Yang saya paparkan di atas itu adalah fakta sejarah. Bahwa seorang Jokowi yang kita yakin adalah sosok yang mumpuni dan berkelas untuk jadi presiden pun, pernah ditolak untuk diusung oleh PDIP. 

Artinya dalam politik itu tidak ada yang absolut. Tentunya langkah-langkah dan manuver yang diambil sudah diperhitungkan dengan seksama. Apalagi menyangkut jabatan Presiden RI. Tidak bisa sembarangan mengusung.
 
Seperti yang ditegaskan oleh Sekjen PDIP saat ini, Hasto Kristiyanto, pasca terungkapnya bahwa Ganjar Pranowo tidak diundang dalam acara pengarahan kader se-Jateng jelang Pilpres 2024 oleh Ketua DPP PDIP Puan Maharani. 

Bahwa memenangkan Pemilu itu tanggung jawab kolektif. Capres harus punya spirit gotong royong. "Berbagai persoalan bangsa harus diselesaikan bersama, melalui kerja politik... pertimbangan dilakukan dengan matang.
 Agar, nantinya hadir pemimpin yang ideologis Pancasilais, visioner, mengakar pada kekuatan rakyat, berkarakter, kokoh pada prinsip, dan memiliki kemampuan teknokratik untuk membawa kemajuan bangsanya, guna melanjutkan kepemimpinan Presiden Jokowi. Serta mampu mendorong kepemimpinan Indonesia di dunia internasional," jelas Hasto Sumber.

Presiden Jokowi sudah berada di parameter yang disebut oleh Hasto. Nah, apakah Ganjar sudah? Kakak pembina pun sempat mempertanyakan hal serupa. Ok, Ganjar memang populer, tapi apakah mudah memaparkan prestasinya, semudah memaparkan prestasi Presiden Jokowi? Dari segi angka saja di berbagai survei, walaupun Ganjar sempat berada di tempat teratas, angkanya masih belasan persen. Belum sampai ke angka Jokowi yang lebih dari 20-an persen. Artinya, ada sesuatu yang masih perlu diasah bagi seorang Ganjar Pranowo.

Betul, saya pun sering menulis tentang berbagai hasil kerja Ganjar. Misalnya pada tahun 2020 Jateng kembali ditetapkan sebagai provinsi terbaik dalam perencanaan pembangunan nasional. Waktu itu Jateng meraik hattrick, karena selain baik kabupaten maupun kota yang meraih penghargaan serupa juga berada di Jateng, yakni Kabupaten Temanggung dan Kota Semarang Sumber. Ganjar juga terbukti sangat menjaga kesinambungan program di daerahnya dengan program pemerintah pusat. Termasuk mandiri dalam penanganan pandemi Covid, tanpa merepotkan pemerintah pusat. Apalagi sampai nyeleneh macam Anies. Jadi secara hubungan struktural, Ganjar mengerjakan tugasnya dengan sangat baik
 
Nah, apakah kemampuan mengiti dan menjaga komitmen terhadap instruksi pusat cukup untuk jadi capres? Apakah responsif di media sosial cukup untuk jadi capres? Cukup untuk bisa bersaing dengan Prabowo, Anies, Ridwan Kamil? Cukup untuk menarik pemilih dalam jumlah besar? Cukup untuk memerangi fitnah gerombolan kadrun dan elit politik yang selama ini menggempur Jokowi dengan tudingan, bahkan fitnah?

Saya kira PDIP sebagai partai senior dan teratas juga menanyakan hal serupa. Tentu jauh lebih kompleks ketimbang pertanyaan-pertanyaan simpel di atas. Oleh sebab itu, PDIP pun menyusun strategi yang apik, untuk mengasah kemampuan seorang Ganjar Pranowo. Seorang calon pemimpin tertinggi negeri ini harus ditempa habis-habisan. Harus sekuat Jokowi. Harus punya ciri khas seperti Jokowi. Misalnya kesederhanaan, hobi blusukan, visioner, dan bersih. Itu ciri khas Jokowi yang menjadikan beliau tidak mempan kena serangan, tudingan dan fitnah.

Jadi yang mungkin jadi kesel sama Puan Maharani atau bahkan sampai mendoakan kalau PDIP bakal nyungsep kayak Demokrat kalau sampai tidak mengusung Ganjar Pranowo, sabar dulu, njih. Saya yakin PDIP tidak akan mengabaikan aspirasi rakyat. Justru sekarang ini PDIP sedang mengukur seberapa besar dukungan publik terhadap Ganjar Pranowo. Memang disituasikan seperti itu. Ganjar disindir, disentil, dikucilkan, dikritik habis-habisan oleh petinggi partai. Dibilang kelewatan, sok pintar, nekat, tidak minta izin (mau nyapres), dan menyusahkan Sumber. Seakan Ganjar ini dibuang, seakan ada pergolakan besar di dalam PDIP gegara Ganjar.

Ganjar sendiri bertemu dengan Ibu Megawati di Jakarta pada hari yang sama dengan acara PDIP se-Jateng tersebut. Ganjar menyerahkan sebuah lukisan titipan dari Djoko Susilo kepada Ibu Megawati. Lukisan itu diterima Ibu Megawati dengan senyum sumringah Sumber Sumber. Sebuah kode mengisyaratkan tidak adanya pergolakan seperti yang ramai diberitakan.

Perkataan Puan Maharani pun sebenarnya sudah menyiratkan upaya mengasah Ganjar. "Pemimpin itu ke depan adalah pemimpin yang ada di lapangan bukan di sosmed. Pemimpin yang memang dilihat teman-temannya, orang-orang yang mendukungnya. Ada di lapangan, bukan hanya di media," kata Puan Sumber. Apakah berarti Puan mengharamkan medsos? Nggak dong, lha wong Pak Jokowi saja followernya di Twitter mencapai 15 juta lebih. Lalu followernya di Instagram mencapai 39,5 juta. Menurut Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari, jumlah follower Presiden Jokowi sebagai tokoh politik menempati nomor 4 terbesar di dunia. Artinya pesan yang disampaikan Puan bukannya menafikan peran medsos. Melainkan meminta kerja nyata di lapangan Sumber.

Saya kira cukup ya pemaparan di atas untuk mendasari argumen sesuai judul, bahwa Ganjar sedang diasah, bukannya dibuang. Toh apa yang terjadi antara PDIP dan Ganjar justru melejitkan popularitas Ganjar. Sempat jadi trending juga di Twitter. Bahkan militansi para pendukungnya makin terlihat. Buat apa? Buat menenggelamkan sosok yang bisanya hanya menata kata, tapi populer juga di medsos karena dukungan gerombolan kadrun yang buta mata hati dan otaknya.

 Jika Ganjar nyapres beneran, gerombolan ini lah yang akan dia hadapi. Mereka yang menganggap pembangunan infrastruktur dan penyamarataan harga BBM di seluruh pelosok tanah air itu bukan lah prestasi. Orang-orang yang membuang nalar demi kebencian. Kan berat lawannya. Ganjar harus siap dan harus “tajam”, setajam silet! Selalu dari kura-kura



S: Ninanoor


Name

Berita,6630,Internasional,310,Nasional,6161,Opini,253,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Strategi Apik PDIP, Ganjar Sedang Diasah, Bukan Dibuang!
Strategi Apik PDIP, Ganjar Sedang Diasah, Bukan Dibuang!
https://1.bp.blogspot.com/-nMwYMT508lk/YKvAj0k0ZsI/AAAAAAAAOAU/6TRM-FTQbgoTF0CWE12fYeT7lMR4sTx-gCLcBGAsYHQ/w640-h470/UmNJyrjvtr-feature.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-nMwYMT508lk/YKvAj0k0ZsI/AAAAAAAAOAU/6TRM-FTQbgoTF0CWE12fYeT7lMR4sTx-gCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h470/UmNJyrjvtr-feature.jpeg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/05/strategi-apik-pdip-ganjar-sedang-diasah.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/05/strategi-apik-pdip-ganjar-sedang-diasah.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy