$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

PDI P Jangan Main-Main Dengan Ganjar

GELORABANGSA - Pada artikel sebelumnya, saya sudah pernah menjelaskan sederet kelebihan PDI P dibanding partai-partai lain di antaranya sur...



GELORABANGSA - Pada artikel sebelumnya, saya sudah pernah menjelaskan sederet kelebihan PDI P dibanding partai-partai lain di antaranya surplus kader dan saat ini sedang dalam masa kejayaan karena berhasil memenangkan pemilu dua kali berturut-turut yaitu pemilu 2014 dan 2019. Namun dibalik sederet kelebihan itu, bukan berarti PDI P tidak punya kelemahan.

Jika ditelaah lebih mendalam, PDI P memang surplus kader dan berhasil memenangkan pemilu dua kali berturut-turut, namun kemungkinan besar, masyarakat banyak memilih PDI P bukan karena faktor partai, melainkan faktor tertentu. 

Maksudnya karena keberadaan kader-kader tertentu di PDI P, maka masyarakat bersedia memilih PDI P. Masyarakat Indonesia saat ini lebih melihat sosok, bukan partai.

PDI P berhasil memenangkan pemilu 2014 dan 2019, namun saya kira faktor yang membuat PDI P berhasil menang adalah Jokowi. Jika tak ada Jokowi di PDI P, mungkin PDI P tak akan mendapat suara sebanyak itu. 

Atau kalau pada Pilpres 2014 PDI P tidak mengusung Jokowi sebagai capres, PDI P mungkin tidak akan menjadi partai pemenang pemilu.
 
Antara tahun 2012-2014 sinar Jokowi sedang terang benderang. Masyarakat banyak yang mengelu-elukan Jokowi.

 Sebenarnya Megawati berniat maju di Pilpres 2014, namun insting politiknya yang kuat akhirnya lebih memilih Jokowi untuk maju. 

PDI P sempat mengatakan tidak akan mengusung Jokowi, namun antusiasme masyarakat yang begitu mengelu-elukan Jokowi membuat PDI P tak punya pilihan lain selain mengusung Jokowi.

Pada pemilu 2019, jalan PDI P semakin mudah untuk menenangkan pemilu. Sebab, Jokowi berhasil membuktikan bisa menjadi presiden yang baik.

 Jika di Pilpres 2014, PDI P cukup bingung dalam mengusung capres, pada Pilpres 2019 hal itu tidak terjadi lagi. PDI P secara bulat mengusung Jokowi.

Setelah Jokowi dipastikan tidak bisa maju lagi di Pilpres 2024, PDI P sebenarnya tak kekurangan kader potensial yang bisa meneruskan jejak Jokowi.

 Ada nama Ganjar dan Risma yang cukup potensial. Namun sayangnya, putri mahkota Puan Maharani justru kalah populer dibanding Ganjar dan Risma.
 
Untuk kedua kalinya, situasi tidak ideal kembali menimpa PDI P. Saat Pilpres 2014, situasi tidak ideal karena maksud hati hendak mengusung Megawati, tapi justru Jokowi jauh lebih populer. 

Akhirnya dengan kerelaan Megawati mengalah dan memilih menjadi King Maker. Pada Pilpres 2024, situasi di PDI P kembali tidak ideal. Maksud hari hendak mengusung Puan Maharani, tapi justru Ganjar jauh lebih populer dan diinginkan masyarakat.

Nampaknya PDI P tidak boleh lagi menganggap remeh Ganjar. Meskipun aksi-aksi Ganjar dianggap sudah kelewatan dan menjurus ke Pilpres, namun Ganjar tidak boleh dipandang sebelah mata. Ganjar mungkin kurang didukung internal PDI P, tapi suara rakyat mayoritas mendukung Ganjar.

Bisa dilihat dari reaksi publik yang begitu kecewa karena menganggap Ganjar sengaja hendak dijegal oleh kader PDI P lain untuk maju di Pilpres 2024. Tidak diundangnya Ganjar dalam sebuah acara Pembukaan Pameran Foto Esai Marhaen dan Foto Bangunan Cagar Budaya Panti Marhaen Kota Semarang, Sabtu (22/5/2021) adalah sikap yang kurang etis. Sebab, Ganjar masih kader PDI P. Ganjar juga Gubernur Jawa Tengah. Ibaratnya acara tersebut dilaksanakan di wilayah kekuasaan Ganjar.

Saya mengamati pergerakan media sosial seperti facebook dan twitter. Begitu banyak suara-suara dukungan untuk Ganjar. Mungkin belum sama persis dengan Jokowi di tahun 2014 yang begitu dielu-elukan masyarakat. Namun dibanding kader PDI P yang lain, bahkan kandidat capres yang lain, Ganjar paling banyak mendapat dukungan masyarakat.

Maka dari itu, saya hanya mengingatkan jika sampai PDI P kembali main-main dengan Ganjar, tak perlu menyesal kalau nanti tidak bisa memenangkan pemilu 2024. Saat ini posisi Ganjar sedang kuat-kuatnya.

Jika pada Pemilu 2014 masyarakat mau memilih PDI P karena faktor Jokowi, pada Pemilu 2024 masyarakat mau memilih PDI P karena faktor Ganjar. Bukan mengancam, tapi kalau PDI P benar-benar tidak mengusung Ganjar, mungkin PDI P tidak bisa menang. Atau masih bisa menang namun dengan selisih yang tipis.

PDI P nampaknya harus menyadari bahwa keberhasilan dalam mendidik para kader juga mendatangkan konsekuensi logis yang tak bisa ditolak. Elektabilitas Ganjar yang begitu tinggi tak lepas dari keberhasilan PDI P membentuk Ganjar menjadi kader yang mumpuni. Jangan sampai apa yang sudah diupayakan dan dibangun, harus dihancurkan sendiri hanya demi 




S:Ayyas


Name

Berita,6412,Internasional,283,Nasional,5944,Opini,208,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: PDI P Jangan Main-Main Dengan Ganjar
PDI P Jangan Main-Main Dengan Ganjar
https://1.bp.blogspot.com/-8hvD2843g88/YKu9HhN72vI/AAAAAAAAN_o/pkikbLDhl-QmRzm24fDgzA06zm7pFQYPgCLcBGAsYHQ/w640-h640/lNt8bF1WoT-feature.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-8hvD2843g88/YKu9HhN72vI/AAAAAAAAN_o/pkikbLDhl-QmRzm24fDgzA06zm7pFQYPgCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h640/lNt8bF1WoT-feature.jpeg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/05/pdi-p-jangan-main-main-dengan-ganjar.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/05/pdi-p-jangan-main-main-dengan-ganjar.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy