$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Paksa Stop Terapi Plasma, Epidemiolog Dungu Ketakutan Status Pandemi Dicabut

GELORABANGSA - Sebut terapi plasma konvalesen sebagai sebuah terapi yang gagal doctor juru wabah rangkap jubir gabener Ancol di sini harusn...



GELORABANGSA - Sebut terapi plasma konvalesen sebagai sebuah terapi yang gagal doctor juru wabah rangkap jubir gabener Ancol di sini harusnya dibuang dari media sosial.

 Orang ini kelihatan banget hanya ingin nyinyir dan ingin eksis demi uang yang mungkin sekali mengalir deras saat pandemi ini datang.

Karena kalau bicara tentang epidemiolog, apa yang bisa dikerjakan saat tidak ada pandemi?
 
Kita melihat bagaimana terapi plasma konvalesen ini sudah membawa banyak orang sembuh dan mendapatkan pemulihan dengan sangat cepat, dengan metode dan pemberian yang tepat. 

Juga ditambah lagi convalescent plasma terapi ini banyak webinar-webinar edukatifnya.

Webinar nya pun juga bukan sembarangan, namun sudah masuk ke ranah internasional.

 Ada pembicaraan dari Mayo Clinic, John Hopkins Bloomberg School Of Public Health, Palang Merah Indonesia, Albert Einstein College Of Medicine, Universitas Kristen Maranatha dan Indonesian Medical Council.

Sudah sangat banyak orang-orang yang mengatakan bahwa terapi plasma ini sangat baik untuk menyembuhkan Pasien.

 Artinya apa yang dikatakan oleh juru wabah rangkap jubir gabener Ancol ini adalah sebuah kegagalan berpikir yang tidak bisa kita anggap remeh karena banyak yang mencuitkan dan banyak pengikutnya juga itu orang.

Sedangkan untuk yang datang ke webinar ini pasti tidak sebanyak yang ada di media sosial. 

Saya harap bahwa pembodohan semacam ini adalah pembodohan yang segera dihentikan. 

Karena si juru wabah rangkap juru bicara gabener Ancol ini meminta terapi plasma konvalesen terbukti tidak bermanfaat dalam sains.

Dan bahkan dia juga mengatakan bahwa dokter-dokter di IDI dan BPOM RI dan juga Kemenkes untuk stop memberikan harapan palsu. 

Saya bingung dia dapat info tersebut dari mana? Apakah dia dapat hanya sebatas dari mendengar dan berasumsi karena bisnis alat kesehatan nya tutup?

Atau bagaimana? Saya curiga bahwa apa yang dikerjakan oleh juru wabah rangkap jubir gabener Ancol ini sangatlah politis dan berbau bisnis. Ada yang mengklaim berhasil, ada juga yang mengklaim tidak berhasil.

Tapi kalau bicara tentang yang tidak berhasil, datany di ambil tuh dari mana? Karena kita melihat bahwa di dalam penelitian terapi plasma konvalesen ini banyak sekali variabel-variabel independen yang di ubah.

Karena dari jurnal yang saya baca dan yang diberikan kepada saya tentang terapi plasma konvalesen, yang gagal itu adalah terapi plasma yang pemberian plasma titernya unclear alias tidak jelas. Juga treatment waktu pun tidak jelas dan kebanyakan di atas dua minggu pasca symptom.

Sedangkan yang seharusnya efektif adalah terapi plasma itu diberikan dengan jumlah plasma titer yang terkontrol juga treatment-nya diberikan sesegera mungkin setelah mendapatkan symptom alias gejala. Gobloknya, yang diambil itu data percobaan yang “unclear”.

Inilah pembodohan yang dikerjakan oleh parah dokter yang mungkin sekali punya ladang bisnis alat-alat kesehatan dan juga mungkin alat tes. Jadi kalau mau bicara data, ayuk berikan data yang lengkap. Jangan kasih data percobaan, lalu ujug-ujug ngomong plasma konvalesen itu gagal. Situ dokter atau...

Kalau kamu dokter bukan anjay, berikan bukti dan juga data yang lengkap terkait jumlah plasma titer dan juga waktu treatment pemberian plasma itu kepada pasien yang bergejala. Jangan mentang-mentang situ sudah jadi dokter seleb di Twitter kemudian dapat janji uang untuk menghancurkan harapan masyarakat soal terapi plasma.

Karena sekali lagi yang paling penting di dalam pandemi ini adalah data dan fakta yang lengkap bukan sembarangan ngomong di Twitter seperti juru wabah rangkap jubir gabener Ancol itu. Kebanyakan sekali para dokter-dokter ini matanya hijau kalau lihat tawaran dari politikus yang ingin tetap status pandemi ini ada di Indonesia.

Kebanyakan juga para dokter-dokter apalagi menganggap diri juru wabah, merasa keren kalau bisa menantang presiden Joko Widodo dan kebijakan dari kementerian kesehatan yang ada lewat terapi plasma ini.

Saya sangat yakin bahwa banyak sekali orang-orang yang termakan oleh kalimat-kalimat dan cuitan-cuitan dengan data yang terbatas. Kemudian ujung-ujungnya mereka akan menyalahkan presiden Joko Widodo.

Saya curiga juga bahwa mereka ini adalah orang-orang pesanan yang tidak mau status pademi ini dicabut karena memang demi uang kali ya? Namanya dokter kemaruk, merasa nggak dapet cuan kalau semua sembuh. Gak jelas! Data yang diberikan juga data apaan?

Jangan sampai di negara ini gagal dan hancur gara-gara keberadaan orang-orang penting ini. Epidemiolog itu nggak bakal hidup kalau nggak ada epidemi. Itu aja sih yang saya lihat sebagai hukum ekonominya.

Begitulah dongo-dongo.




S: Manuel


Name

Berita,6634,Internasional,310,Nasional,6165,Opini,254,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Paksa Stop Terapi Plasma, Epidemiolog Dungu Ketakutan Status Pandemi Dicabut
Paksa Stop Terapi Plasma, Epidemiolog Dungu Ketakutan Status Pandemi Dicabut
https://1.bp.blogspot.com/-X0RGiQyNXYY/YKEdI9wFtUI/AAAAAAAANoU/xkzRCz7-qEUbHeGzSzmSlGDJNaHIl8ISQCLcBGAsYHQ/w640-h356/0vjU4X6BB4-feature.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-X0RGiQyNXYY/YKEdI9wFtUI/AAAAAAAANoU/xkzRCz7-qEUbHeGzSzmSlGDJNaHIl8ISQCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h356/0vjU4X6BB4-feature.jpeg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/05/paksa-stop-terapi-plasma-epidemiolog.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/05/paksa-stop-terapi-plasma-epidemiolog.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy