$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

"NEGARA Lain Tak Bisa Lagi Melindungi," KKB Papua Mulai Oleng Dicap Kelompok Teroris

GELORABANGSA -Direktur Penegakan Hukum Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Eddy Hartono mengatakan, ada beberapa per...



GELORABANGSA -Direktur Penegakan Hukum Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Eddy Hartono mengatakan, ada beberapa pertimbangan mengapa kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua dilabeli teroris.

Di antaranya, meningkatnya eskalasi kekerasan pasca-penembakan terhadap Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Papua Mayjen Anumerta I Gusti Danny Karya Nugraha.

Ketika KKB telah dilabeli terorisme, maka Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, katanya, dapat digunakan.

Sebab, KKB biasanya dijatuhi hukum secara individu di pengadilan Nabire, Biak, dan Manokwari, dengan hanya dijerat pasal 104, 106, 107, 160, 170, 187, serta 340 KUHP.

KUHP tidak dapat menjerat KKB yang terorganisir. Kejahatan korporasi hanya dapat dijerat dengan UU 32/2009 tentang Lingkungan Hidup, UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan UU 5/2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Keputusan tersebut telah melewati berbagai kajian yang cukup panjang dan berhati-hati," ujar Eddy, dalam diskusi daring bertajuk 'KKB Teroris atau Bukan?’ Kamis (29/4/2021).

Pelabelan teroris terhadap KKB, juga memungkinkan penggunaan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme.

“Karena terus terang saja, seperti yang kita ketahui, gerakannya orang-orang yang terlibat di KKB ini sudah cukup luas."

"Baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri,” tutur Eddy.

Di sisi lain, UU 9/2013, kata Eddy, dapat memblokir rekening terduga teroris melalui proses peradilan, dengan bukti pengulangan yang cukup.

Dalam konteks ekstradisi, UU 5/2018 memungkinkan terduga teroris tidak dapat berlindung di bawah tindak pidana politik ketika melakukan propaganda.
 
Terduga teroris juga tidak dapat meminta suaka ke negara lain, menggalang dana, dan meminta dukungan.

“Mereka ke depannya tidak bisa masuk ke negara lain, kalau masuk dalam daftar terduga teroris dan organisasi terorisme."

"Karena apa? Negara lain tidak bisa melindungi lagi dan berkewajiban untuk mengekstradisi ke negaranya,” jelasnya.

Selain itu, UU 5/2018 disebut bakal melindungi HAM, karena jika penegak hukum melakukan penyalahgunaan wewenang (abuse of power), dapat disanksi pidana.

Itulah sebabnya UU 5/2018 dinilai komprehensif, sehingga layak diterapkan dalam penanganan di Papua, yang menggunakan pendekatan penegakan hukum dan kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, UU 5/2018 mengatur norma hukum baru dan hukum acara baru.

Bahkan, bisa mencabut paspor terduga teroris selama lima tahun, dan memberikan pemberatan sanksi hukuman, seperti jika melibatkan anak-anak.

"Secara kelembagaan, UU 5/2018 dapat mengakomodir pelibatan BNPT, TNI, hingga DPR," terangnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengumumkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua sebagai organisasi teroris.
 
Mahfud MD mengatakan keputusan pemerintah tersebut sejalan dengan pandangan yang dikemukakan oleh Ketua MPR, pimpinan BIN, pimpinan Polri, dan pimpinan TNI.

Keputusan tersebut, kata Mahfud MD, juga sejalan dengan fakta banyaknya tokoh masyarakat, tokoh adat, pemerintah daerah, dan DPRD Papua yang datang kepada pemerintah, khususnya Kemenko Polhukam, untuk menangani aksi kekerasan di Papua.

Pemerintah, kata Mahfud MD, menyatakan mereka yang melakukan pembunuhan dan kekerasan secara brutal secara masif sesuai dengan ketentuan UU 5/2018 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme.

Mahfud MD menjelaskan, definisi teroris berdasarkan UU teesebut adalah siapapun orang yang merencanakan, menggerakkan, dan mengorganisasikan terorisme.

Sedangkan terorisme, kata dia, adalah setiap perbuatan yang menggunakan kekerasan, atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas.

Yang dapat menimbulkan korban secara massal dan atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, terhadap lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, dan keamanan.

Tidak hanya KKB, kata Mahfud MD, pemerintah juga menyatakan mereka yang berafiliasi dengan KKKB termasuk ke dalam tindakan teroris.

"Berdasarkan definisi yang dicantumkan dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018."

"Maka apa yang dilakukan oleh KKB dan segala nama organisasinya dan orang-orang yang berafiliasi dengannya adalah tindakan teroris," tegas Mahfud MD saat konferensi pers, Kamis (29/4/2021).

Untuk itu, kata Mahfud MD, pemerintah sudah meminta Polri, TNI, BIN, dan aparat-aparat terkait, untuk melakukan tindakan terhadap organisasi tersebut.

"Untuk itu maka pemerintah sudah meminta kepada Polri, TNI, BIN, dan aparat-aparat terkait untuk melakukan tindakan secara cepat, tegas, dan terukur menurut hukum."

"Dalam arti jangan sampai menyasar ke masyarakat sipil," beber Mahfud MD. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus

 

S: Tribunnews


Name

Berita,6173,Internasional,283,Nasional,5705,Opini,207,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: "NEGARA Lain Tak Bisa Lagi Melindungi," KKB Papua Mulai Oleng Dicap Kelompok Teroris
"NEGARA Lain Tak Bisa Lagi Melindungi," KKB Papua Mulai Oleng Dicap Kelompok Teroris
https://1.bp.blogspot.com/-8O5L6upfjL4/YIyttrP2T3I/AAAAAAAANFg/_vKOXl4eNhkf6UBiFBPDIcYk6eISglDGgCLcBGAsYHQ/w640-h344/Screenshot_2021-05-01-08-20-55-65.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-8O5L6upfjL4/YIyttrP2T3I/AAAAAAAANFg/_vKOXl4eNhkf6UBiFBPDIcYk6eISglDGgCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h344/Screenshot_2021-05-01-08-20-55-65.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/05/negara-lain-tak-bisa-lagi-melindungi.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/05/negara-lain-tak-bisa-lagi-melindungi.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy