$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Mencuri Kotak Amal Demi Makan, di Tengah Euforia Donasi Palestina

GELORABANGSA - Membaca berita ada anak usia belasan tahun yang mencuri kotak amal masjid, untuk kebutuhan makan dirinya dan ayahnya, karena...



GELORABANGSA - Membaca berita ada anak usia belasan tahun yang mencuri kotak amal masjid, untuk kebutuhan makan dirinya dan ayahnya, karena ayahnya tidak bisa bekerja, jujur saya merasa sedih sekali. Sedih karena sang anak itu harus diikat dan diarak keliling desa dengan tangan dan leher terikat.

Mungkin bagi sebagian orang, pencurian kotak amal adalah sesuatu yang menjengkelkan. Sehingga harus dan layak dihukum. Tapi tidakkah kita berpikir bahwa profil sang pencuri, yang ayahnya tidak bisa bekerja dan miskin itu, sebenarnya memang punya hak atas isi kotak amal di kampungnya? Bukankah dalam bahasa lain sebenarnya dia sedang mengambil haknya?

Ya okelah bagaimanapun itu tetap saja sebuah pencurian. Tetap salah. Tapi kenapa sampai harus diarak dan diikat? Tidak ada kah sedikit rasa kasihan kepada orang seperti anak itu yang kelaparan dan butuh makan?

Kejadian ini jelas menampar JK yang sebelumnya menyerukan setengah dari kotak amal di seluruh Indonesia agar disalurkan untuk Palestina. Juga menampar telak orang-orang yang selama ini getol menggelar aksi donasi untuk Palestina.

Entah bagaimana ceritanya kita jadi lebih peduli terhadap orang-orang di Palestina? Padahal kalau bicara soal agama, kita ini negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Kenapa justru malah lebih memperhatikan Palestina? Sementara masalah di dalam negeri, urusan tetangga juga masih belum sepenuhnya selesai.

Puluhan miliar terkumpul untuk Palestina dalam hitungan hari. Para ustad dan selebritis merayakan dengan takbir, seolah itu adalah tiket bagi mereka untuk menuju surga karena telah membantu orang-orang Palestina. Tapi ternyata, tak jauh dari tempat kita, di Aceh sana, ada anak berusia belasan tahun yang ayahnya sakit-sakitan tidak bisa bekerja, harus mencuri uang 1.5 juta rupiah dari kotak amal demi bisa makan.

1.5 juta rupiah. Jelas angka yang tidak sebanding dengan puluhan miliar yang disalurkan untuk Palestina. Tapi nampaknya itu terasa sangat mahal karena tidak keren untuk dijadikan konten dan eksis di sosial media.

Kita sebagai ummat Muslim nampak lupa, atau mungkin tidak tahu, bahwa sedekah atau zakat yang paling utama adalah keluarga besar atau tetangga terdekat. Bukan orang-orang yang jauh dari tempat kita tinggal.

Entah kita sedang lupa atau memang tidak tahu, bahwa sedekah untuk membantu orang yang membutuhkan, sebenarnya dianjurkan tidak digembar-gemborkan di media. Sedekah sirriyah, untuk menutupi aib kemiskinan mereka yang kita berikan sumbangan.

Tapi sekali lagi, mungkin kalau membantu tetangga, apalagi diam-diam, kita jadi tidak punya bahasan dan konten untuk disebarkan di sosial media. Tidak mendapat pujian dan menimbulkan kebanggan

Berbeda dengan membantu Palestina. Bisa foto dengan bendera warna-warni. Bisa bangga bisa merasa satu saudara dengan warga Palestina yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng itu.

Berat memang gaya hidup di era di sosial media ini. Suatu ajaran agama harus selalu menyesuaikan dengan aturan viral-viralan. Karena nampak percuma dapat pahala kalau tidak mendapat pujian dari komentar follower.

Saya pribadi cenderung menolak kegiatan donasi atau sumbangan. Karena pengawasannya sangat berat dan sulit transparan, menimbulkan fitnah, pun penyalurannya cenderung bermasalah atau tidak tepat sasaran. Apalagi kalau melihat adanya pemotongan sampai 30 persen untuk operasional atau kebutuhan lembaga penyalur, itu jelas menyesakkan.

Aksi donasi yang kerap kita lihat hari ini cenderung tidak sesuai dengan ajaran agama Islam. Karena kita dipaksa untuk membantu orang yang jauh, tapi kepada yang dekat, kepada tetangga-tetangga kita, jadi terlupakan.

Bagi saya, kasus pencurian kotak amal di tengah euforia sumbangan puluhan miliar untuk Palestina, mestinya dipahami sebagai teguran dari Tuhan tentang sikap kita selama ini. Yang menyumbang demi pamrih, lalu melupakan kewajiban pada lingkungan hanya demi mendapat konten dan pujian di sosial media.

Sadari bahwa itu adalah sebuah kesalahan. Sadari bahwa ke depan kita harus lebih peka terhadap kondisi ekonomi masyarakat sekitar, sebelum menyumbang untuk orang-orang yang jauh dan tidak kita kenal.

Karena membantu keluarga, sepupu atau tetangga yang kesusahan, itu jauh lebih mulia dibanding membantu Palestina. Karena kalau kita ada masalah, butuh bantuan, yang membantu kita bukan orang Palestina. Tapi saudara, sepupu dan tetangga terdekat. Begitulah kura-kura



S: Alifurrahman


Name

Berita,6412,Internasional,283,Nasional,5944,Opini,208,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Mencuri Kotak Amal Demi Makan, di Tengah Euforia Donasi Palestina
Mencuri Kotak Amal Demi Makan, di Tengah Euforia Donasi Palestina
https://1.bp.blogspot.com/-avaWS-VJAeE/YLTpNvEA7hI/AAAAAAAAOQE/c2NFnd8fIbk6IaFlFBBdrmUw8jlEZTsywCLcBGAsYHQ/w640-h362/5CYvpclsGI-feature.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-avaWS-VJAeE/YLTpNvEA7hI/AAAAAAAAOQE/c2NFnd8fIbk6IaFlFBBdrmUw8jlEZTsywCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h362/5CYvpclsGI-feature.jpeg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/05/mencuri-kotak-amal-demi-makan-di-tengah.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/05/mencuri-kotak-amal-demi-makan-di-tengah.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy