$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Membongkar Strategi Licik Rizieq yang Salahkan Ahok

GELORABANGSA - Pembacaan pembelaan Rizieq cukup lucu sebenarnya. Karena kasus yang menimpa dia adalah kasus kerumunan dan menyembunyikan ha...



GELORABANGSA - Pembacaan pembelaan Rizieq cukup lucu sebenarnya. Karena kasus yang menimpa dia adalah kasus kerumunan dan menyembunyikan hasil tes swab. Sementara nota pembelaannya malah bercerita soal kisah sedih selama di Arab Saudi yang diperlakukan seperti teroris.

Selain itu, Rizieq juga mengungkit soal prestasinya mengalahkan Ahok. Padahal Ahok dulu di Pilkada 2017 didukung oleh Panglima TNI, Kapolri dan Presiden Jokowi. Rizieq nampak bangga sekali dengan kemenangan yang dia ciptakan. Seolah tanpa Rizieq, Anies tidak mungkin menang.

Rizieq meyakini bahwa kasus yang menimpa dirinya ini adalah sebuah aksi balas dendam karena dirinya berhasil mengalahkan Ahok. Pendzoliman yang dilakukan oleh pemerintah untuk memaksanya masuk penjara.
 
Banyak dari kita tertawa melihat Rizieq begitu naif dan tidak nyambung. Karena kasus yang menimpa dirinya itu banyak sekali. Dan tidak ada hubungannya dengan Ahok. Tapi sebenarnya begitulah cara licik Rizieq untuk meraih label tahanan politik di mata pendukungnya.

Rizieq sadar bahwa kesalahan yang dilakukannya tidak akan bisa dibela. Tidak bisa pula diringankan. Rizieq paham, ngapain ribet atau bertarung di arena yang mustahil dimenangkan? Mending buat panggung sendiri atau arena sendiri.

Rizieq sengaja mengungkit masalah Ahok, sengaja bercerita soal perjalanannya selama di Arab Saudi. Tentu saja dengan bumbu drama dan banyak lebaynya. Itu semua untuk meyakinkan pendukungnya bahwa Rizieq tidak bersalah. Kalaupun pada akhirnya nanti dia dipenjara, dia dipenjara karena urusan politik. Bukan karena pelanggaran hukum murni.

Urusan narasi dan provokasi, Rizieq bisa dibilang memang cukup lihai. Baginya, yang penting adalah nanti pasca dia keluar dari penjara tetap punya pasukan atau jamaah. Tetap disegani dan dihormati. Tetap dijunjung tinggi dan suci, seolah tak pernah melakukan kesalahan apapun di Indonesia. Kenapa? Karena opini yang dibangun adalah Rizieq dipenjara karena urusan politik.

Dia bukannya tak paham logika pembelaan, tapi memang itulah cara dia bertahan hidup sebagai pemimpin pasukan.

Tangisannya, dan cerita-cerita lebaynya murni ditujukan pada pengikutnya. Agar mereka tetap solid dan loyal padanya. Menunggu Rizieq keluar penjara dan siap berdemo lagi.

Saya kurang tau apakah pembelaan semacam ini dibolehkan? Yang tidak sesuai dengan kasus dan terlihat ingin memprovokasi.

Sehingga dengan ini, dengan mempertimbangkan kelakuan Rizieq selama persidangan, mestinya vonis hakim bisa maksimal atau lebih berat dari tuntutan jaksa.

Selain itu, Rizieq sudah tidak muda lagi. Dia sudah menua. Pemerintah atau pihak terkait mesti lebih agresif dalam menyikapi strategi politik Rizieq. Jangan hanya gara-gara tidak ingin membuat kegaduhan, malah membiarkan Rizieq bermain-main dengan provokasinya.

Rizieq sudah dua kali masuk penjara dan ternyata itu tak membuatnya jera. Sekarang dalam perjalanan menuju penjara lagi, pun masih terlihat gayanya yang angkuh dan licik.

Maka sekali lagi penting untuk saya ungkit soal kasus-kasusnya. Rizieq ada banyak kasus hukum. Proses dan selesaikanlah. Minimal sampai 2024 agar Pemilu bisa berlangsung damai.

Kita mesti belajar dari Ramadhan kemarin. Ramadhan terasa lebih tentram tanpa FPI. Dan itu mahal sekali.

Kita sudah pernah merasakan gaduhnya politik SARA di Pilpres 2014 dan 2019. Memang semua itu tidak sepenuhnya salah FPI. Tapi FPI dan Rizieq ini seperti bensin yang membuat api membara.

Jika kita ingin melihat pesta demokrasi berjalan dengan damai, sedamai ramadhan kemarin, maka biarlah Rizieq ditahan lebih lama di penjara. Jangan biarkan dan jangan berikan peluang baginya untuk keluar sebelum pemilu usai.

Kalaupun ada yang bilang ini disengaja, ya biarkan saja. Toh kasus hukum yang dilakukan Rizieq memang benar adanya dan bukan rekayasa.

Pilpres 2019 lalu kita kehilangan beberapa nyawa hanya karena provokasi murahan dan demo anarkis. Bukankah adil kalau kita menahan Rizieq lebih lama lagi, dengan kasus yang sudah ada, untuk melindungi warga kita dari provokasi yang mengarah pada kematian.

Daripada kita harus menghadapi ancaman demo lagi, rusuh lagi, dan kematian karena provokasi, lebih baik Rizieq tetap berada di dalam penjara. Sungguh itu jauh lebih baik bagi semua pihak, termasuk bagi Rizieq sendiri. Begitulah kura-kura.




S: Alifurrahman


Name

Berita,6417,Internasional,283,Nasional,5949,Opini,208,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Membongkar Strategi Licik Rizieq yang Salahkan Ahok
Membongkar Strategi Licik Rizieq yang Salahkan Ahok
https://1.bp.blogspot.com/-bEbNYBfNqs8/YKpjvN9Fk1I/AAAAAAAAN9U/d3kA3Y98NG8JnZ_MD8ZlTsHumCea8t9-gCLcBGAsYHQ/w640-h426/uqP3Sztne4-feature.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-bEbNYBfNqs8/YKpjvN9Fk1I/AAAAAAAAN9U/d3kA3Y98NG8JnZ_MD8ZlTsHumCea8t9-gCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h426/uqP3Sztne4-feature.jpeg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/05/membongkar-strategi-licik-rizieq-yang.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/05/membongkar-strategi-licik-rizieq-yang.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy