$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Membaca Langkah Catur Jokowi, Strategi Rebus Kodok buat 75 Kadrun KPK

GELORABANGSA - Strategi rebus kodok Jokowi dengan cara menidurkan kodok-kodok sebelum sadar mereka direbus, sepertinya sangat efektif.  Jok...



GELORABANGSA - Strategi rebus kodok Jokowi dengan cara menidurkan kodok-kodok sebelum sadar mereka direbus, sepertinya sangat efektif. 

Joko Widodo adalah orang yang memberikan sebuah gebrakan-gebrakan yang luar biasa di dalam membangun narasi supra logika. Agaknya nyaris mustahil dipahami oleh logika.

Apa yang ia kerjakan, sepertinya sulit untuk dipahami secara jangka pendek. Kita mengetahui sudah beberapa kali Jokowi melakukan tindakan-tindakan yang dianggap blunder namun ternyata sangat efektif untuk melemahkan mereka.

Awalnya saya melihat bahwa Jokowi ini kelihatannya merupakan pemimpin lembek. 

Seolah dia mencari jalan tengah dan menjadikan keputusannya sulit diterima oleh orang-orang yang pro nasionalis dan berikan ruang kepada radikalisme seperti Novel dkk.

Namun demikian tidak ada langkahnya yang sia-sia dalam menyelamatkan negara kesatuan republik Indonesia.

 Beberapa di antaranya adalah bagaimana dia seolah menggandeng para kaum 212. Pada aksi demo besar-besaran pada tahun 2016 Joko Widodo datang ke atas panggung yang sempat dikuasai oleh Rizieq Shihab.

Saat itu isu agama dilontarkan oleh Rizieq Shihab secara khusus untuk memenangkan Anies Baswedan yang merupakan gubernur rasis. Kedatangan Jokowi ke atas panggung tersebut membuat Rizieq terlihat menjadi seperti pecundang.

Namun tidak berhenti sampai sana, terdakwa kerumunan ini justru merasa tenang dan merasa punya angin untuk memenjarakan Ahok. Akhirnya akupun dipenjara dan kemenangan diperoleh Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang merupakan gubernur dan wakil gubernur pilihan radikalis.

Di dalam ketenangan itu, mendadak kasus Rizieq diangkat satu persatu oleh Kapolri Tito Karnavian. Kepolisian menerima berlapis-lapis laporan. Soal penghinaan Pancasila, soal chat mesum Rizieq dengan Firza dan lain-lain.

Dan masih banyak kasus-kasus lainnya yang membuat dia harus kabur ke luar negeri. Alasannya sih umroh. Tapi siapa yang percaya? Hanya pendukung Prabowo. Hahaha.

Kasus berikutnya adalah bagaimana Jokowi terlihat di foto bersama dengan para dedengkot pembenci Ahok. Dia diamkan Ahok, tapi rangkul radikalis? Kacau! Pikiran saya dulu seperti itu.

Presiden Jokowi saat itu berpeci hitam dan menggunakan baju kemeja putih yang dibiarkan terurai dan tidak masuk celananya kemudian berfoto bersama orang-orang yang merupakan orang-orang kepercayaan Rizieq Shihab.l
 
Mendadak publik pun kelihatannya kecewa karena dianggap Jokowi mulai permisif terhadap orang-orang semacam ini. Tapi ternyata satu persatu orang itu ditangkap dan dipenjara karena terbukti melakukan tindakan kriminal baik secara lisan maupun tindakan.

Sekali lagi Jokowi dan rakyat Indonesia menang. Sebenarnya masih banyak sekali hal-hal detail yang berkait tentang-tentang gerakan politik Jokowi soal menyelamatkan NKRI ini. Tapi satu hal yang tidak pernah dilupakan adalah bagaimana Jokowi seolah memberikan ruang agar Rizieq bisa kembali ke Indonesia.

Ada orang-orang utusan yang saat itu datang ke Arab Saudi ke tempatnya Rizieq untuk memberikan janji bahwa ketika dia pulang dia pasti aman. Tapi ternyata ketika Rizieq pulang, betul dia merasa aman dan seolah Jokowi tidak bisa berbuat apa-apa.

Jokowi lagi-lagi di cap sebagai presiden yang lembek. tapi dalam hal ini saya memilih untuk diam karena beberapa kali gerakan Jokowi di dalam kesannya yang permisif, justru Jokowi makan dalam. Saat itu Ahok menjadi komisaris utama Pertamina dan ia sudah lepas dari penjara sekitar 2 tahun kurang sedikit karena ada remisi yang diberikan oleh seluruh narapidana secara adil.

Dan Rizieq pun pulang disambut riuh gegap gempita sampai objek vital negara dilumpuhkan selama 1 hari. Apa yang terjadi ketika orang ini pulang? Apakah dia merasa aman? Tidak sama sekali. Akhirnya TNI dan polri bersama-sama mendatangi baliho-baliho dan menyobek seluruh baliho yang ada muka Rizieq.

Tak sampai mata berkedip dua kali, FPI pun dibubarkan. Jokowi melakukan tindakan yang luar biasa membubarkan FPI saat Rizieq ada di Indonesia. Jokowi adalah sosok yang luar biasa di dalam melawan radikalisme dan intoleransi dengan cara strategi rebus kodok yang seperti di ceritakan oleh pak Basuki Tjahaja Purnama.

Saat ini kita melihat bahwa Jokowi kelihatannya lagi-lagi permisif terhadap gerakan radikalisme yang ada di KPK dengan pimpinannya Novel Baswedan. Jokowi mengatakan bahwa gagalnya tes wawasan kebangsaan, tidak serta merta harus membuat 75 kadal di KPK dipecat.

Seharusnya ada sebuah cara yang lebih baik seperti membina, memberikan pelajaran, mengedukasi para 75 kadal gurun itu dan lain-lain. Saya yakin Jokowi punya maksud yang lebih dari sekadar membuat mereka dipecat.

Jokowi kelihatan permisif ya? Dia mengatakan seolah "radikalisme" boleh tetap ada, untuk memberantas korupsi. Joko Widodo juga seolah memberikan pesan bahwa radikalisme tidak lebih penting dari pemberantasan korupsi.

Tunggu dulu... Jokowi lagi ancang-ancang ini. Langkah Jokowi justru bisa dikatakan sebagai strategi rebus kodok. Sedang siapkan air hangat... Nyaman. Gampang lihatnya. Sekarang, Bambang, Febri, Abraham dan kawan-kawan tidak puas dengan jawaban Jokowi. Novel Baswedan tertekuk, sehingga tak mampu tidak berterima kasih kepada Jokowi. Apa langkah berikutnya?

Mereka harus tetap ada di KPK dan kemudian langkah catur berikutnya akan membuat mereka di skak mat. Dan pada akhirnya Novel Baswedan dan 74 kadal gurun lainnya harus tunduk dan takluk kepada presiden Joko Widodo dan terlebih lagi, NKRI.

Apakah Novel Baswedan nanti akan diminta menjadi tukang sapu di KPK? Yang pasti saya yakin bahwa Joko Widodo sedang memberikan umpan lambung kepada Firli Bahuri, TNI dan Polri untuk memerangi KPK sampai ke akar-akarnya. Karena radikalisme dan Jokowi, adalah musuh bebuyutan.




S: Manuel


Name

Berita,6634,Internasional,310,Nasional,6165,Opini,254,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Membaca Langkah Catur Jokowi, Strategi Rebus Kodok buat 75 Kadrun KPK
Membaca Langkah Catur Jokowi, Strategi Rebus Kodok buat 75 Kadrun KPK
https://1.bp.blogspot.com/-12SFN_WDHKQ/YKM1OS58BsI/AAAAAAAANr8/qFvQnuZI0WwbYtcQ6yf0i8i1D8ZUXEwNQCLcBGAsYHQ/w640-h394/nRzppQV315-feature.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-12SFN_WDHKQ/YKM1OS58BsI/AAAAAAAANr8/qFvQnuZI0WwbYtcQ6yf0i8i1D8ZUXEwNQCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h394/nRzppQV315-feature.jpeg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/05/membaca-langkah-catur-jokowi-strategi.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/05/membaca-langkah-catur-jokowi-strategi.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy