$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Presiden Jalan Sendiri, Seperti Tak Punya KSP atau Menkominfo

GELORABANGSA - Presiden Jokowi di periode dua ini sebenarnya begitu kuat secara politik. Menguasai hampir seluruh parlemen. Hanya menyisaka...




GELORABANGSA - Presiden Jokowi di periode dua ini sebenarnya begitu kuat secara politik. Menguasai hampir seluruh parlemen. Hanya menyisakan Demokrat dan PKS yang merupakan partai kecil. 

Tapi entah kenapa banyak program atau rencana kebijakannya babak belur mendapat penolakan. Mulai dari omnibuslaw, lalu sekarang Perpres investasi yang kemudian diplintir menjadi perpres legalisasi investasi miras.

Padahal kita punya Kantor Staf Presiden yang diisi oleh begitu banyak orang.

 Mengapa untuk urusan komunikasi program bisa kewalahan? Apa karena Moeldoko lagi sibuk sama Demokrat? Kita bahkan satu kementerian untuk komunikasi dan informasi, tapi kenapa seolah tidak pernah ada? apa karena menterinya gaptek dan tak mengerti urgensi isu dalam sosial media?

Semua media memberitakan dengan judul atau kesimpulan itu, legalisasi investasi miras. Tapi sebenarnya bukan, yang benar adalah Perpres investasi. 

Bahasan soal miras hanya ada di beberapa lembar. Itulah kenapa saat Presiden mengumumkan mencabutnya, yang dicabut hanya beberapa lembar terkait. Bukan Perpresnya.
 
Sebagian orang mengapresiasi pencabutan ini. Karena Presiden dianggap masih mendengar masukan dari ormas Islam.

 Karena Muhammadiyah dan NU sudah menolak. Sementara sebagian lagi masih tetap menuntut agar Perpresnya yang dicabut.

Saya sebagai warga biasa, melihat pemerintah tak berdaya dengan tekanan publik. Sekalipun tekanan tersebut sebenarnya bisa dibalikkan jika sudah dijelaskan. 

Mestinya Muhammadiyah dan NU dipanggil dulu untuk membahas masalah ini. Baru setelah itu diputuskan apakah perlu dicabut atau dilanjutkan.

Tapi itu pemikiran ideal. Saya yakin Presiden buru-buru mencabut lembaran bahasan investasi miras itu karena sudah mencium ada pergerakan dari orang-orang yang mau memanfaatkan situasi. 

Sebut saja inisialnya SBY. Dulu ada laporan bahwa SBY ini yang membiayai demo 212 dengan sponsor lebaran kuda. 

Jadi kalau sekarang ada ribut-ribut soal miras, apalagi geng 212 mendeklarasikan diri siap untuk melakukan demo, ini cukup mengkhawatirkan. 

Mengingat Demokrat bebarapa hari lagi akan melakukan KLB demi melengserkan AHY. 

Maka jelas momen demo besar-besaran bisa diciptakan untuk pengalihan isu atau memperpanjang nafas AHY sebagai ketum.

Secara politik saya bisa pahami.

Namun, dari sisi perdebatan di sosial media, yang pada akhirnya membuat NU dan Muhammadiyah bereaksi, sebenarnya ada satu kesalahan dalam menyimpulkan.

 Ini benar-benar seperti penolakan omnibuslaw atau penolakan revisi UU KPK dulu. Yang ada dalam lembar undang-undang sama sekali berbeda dengan yang ada di media atau media sosial. Sehingga lahirlah penolakan-penolakan terhadap bahasan yang itdak pernah ada atau hoax.

Investasi atau penanaman modal terhadap minuman keras itu sebenarya membahas 4 daerah: NTT, Bali, Sulut dan Papua. Karena di empat daerah ini ada produk miras lokal yang layak dikembangkan dan bahkan bisa diekspor dengan harga fantastis. Orang luar pasti akan menyambut antusias miras rasa baru dari Indonesia ini. Investasi asing bisa masuk baik untuk pengembangan miras lokal ataupun produk utama mereka.

Tapi sekarang, dengan dibatalkannya lembaran tersebut, maka aturan soal miras dikembalikan kepada daerah masing-masing.

Tak masalah sebenarnya. Dalam hal ini pemerintah hanya membantu dan membuka pintu utama. Agar mudah dilihat oleh investor besar. Karena kalau daerah bergerak sendiri, pasti kesulitan untuk menggaet investor.

Sementara yang kita baca di sosial media, yang diributkan oleh tokoh-tokoh tak penting terkait bahasan ini, adalah masalah boleh tidaknya dari sisi agama.

Wapres merasa tidak diajak dan tidak tahu. Ini saya bingung kalau Wapres sampai tidak tahu. Wong rakyat biasa seperti saya saja tahu kok. Kalau Wapres sampai ngga tau ya berarti kurang gaul atau kurang ngantor. Hehehe

Jadi kita sebenarnya meributkan tentang sesuatu yang tidak ada hubungannya. Ibarat meributkan mana lebih dulu ayam atau telur, tapi yang sebenarnya terjadi ada tetangga mau bikin kandang, kandang ayam.

Saya setuju bahwa tidak ada negara yang hancur karena mabuk minuman keras. Tapi banyak negara hancur karena mabuk agama. Mabuk alkohol bisa membuat orang menjadi jujur, tapi mabuk agama membuat orang jadi pembohong. Berbohong demi dakwah, katanya.

Tapi sekali lagi, bukan itu masalahnya. Karena dengan atau tanpa Perpres lembaran miras itu, orang-orang tetap akan mabuk.

Sebagai penutup, dari pandangan saya, sebenarnya miras ini sama seperti rokok. Negatif. Tapi rokok bisa berjaya dan bebas dijual di mana-mana. Secara hukum syariah, rokok itu bisa masuk kategori haram. Tapi mungkin karena enak jadi ga perlu dipermasalahkan. Begitulah kura-kura.




S: Alifurrahman Seword


Name

Berita,6005,Internasional,278,Nasional,5544,Opini,206,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Presiden Jalan Sendiri, Seperti Tak Punya KSP atau Menkominfo
Presiden Jalan Sendiri, Seperti Tak Punya KSP atau Menkominfo
https://1.bp.blogspot.com/-MrUR37M6w9w/YD-NVJT4MnI/AAAAAAAALQg/STYWIG3LyVA17GX-brU8hPEa1wu04IWUwCLcBGAsYHQ/w640-h358/ilMV6950SN-feature.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-MrUR37M6w9w/YD-NVJT4MnI/AAAAAAAALQg/STYWIG3LyVA17GX-brU8hPEa1wu04IWUwCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h358/ilMV6950SN-feature.jpeg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/03/presiden-jalan-sendiri-seperti-tak.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/03/presiden-jalan-sendiri-seperti-tak.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy