$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Idam Azis Jadi Kepala Staf Kepresidenan Gantikan Moeldoko?, Ini Profilnya

GELORABANGSA -  Jenderal Polisi (Pur.) Idham Azis mencuat akan menggantikan Posisi Jenderal TNI (Pur.) Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresi...



GELORABANGSA
-  Jenderal Polisi (Pur.) Idham Azis mencuat akan menggantikan Posisi Jenderal TNI (Pur.) Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Hal ini mencuat setelah Moeldoko jadi Ketua Partai Demokrat versi KLB.

Mundurnya Moeldoko dari KSP akibat Desakan agar Presiden Jokowi tidak terseret dalam arus konflik Partai Demokrat setelah terjadinya KLB di Silangit, Deli Serdang, Sumut.

Bicara soal Idham Azis memang kini telah purna tugas, namun saat masih menjabat Kapolri rekam jejaknya jelas dan berhasil membawa Polri yang lebih humanis.

Berikut Rekam Jejak Idham dirangkum iNSulteng.com, Selasa 16 Maret 202
 
LAHIR DI KENDARI

Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Idham Azis, M.Si. lahir di Kendari, Sulawesi Tenggara, 30 Januari 1963, seorang purnawirawan Polri yang menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia sejak bulan November 2019 hingga Januari 2021. 

Ia menggantikan Tito Karnavian. Pada masa akhir jabatannya, Idham digantikan oleh Listyo Sigit Prabowo.

Idham berpengalaman dalam bidang reserse. Sebelum menjadi Kapolri, dia menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri.

KEHIDUPAN PRIBADI

Idham dilahirkan dari pasangan Abdul Azis Halik dan Tuti Pertiwi. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Kampung Salo pada tahun 1976, lalu melanjutkan ke pendidikan menengah di SMP 2 Kendari pada tahun 1979, dan menyelesaikannya di SMA 1 Kendari pada tahun 1982.

Idham kemudian mencoba mengikuti tes masuk AKABRI Kepolisian (sekarang AKPOL), tetapi dirinya tidak lolos.

Sembari menunggu tes yang akan digelar tahun berikutnya, Idham masuk ke Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo.

Pada kesempatan berikutnya, dia kembali mencoba tetapi gagal lagi. Baru pada tahun 1988, Idham akhirnya diterima masuk dan menjadi bagian dari AKABRI Kepolisian A angkatan 1988 (AKPOL 1988 A).

PERJALANAN CINTA

Idham kemudian bertemu dengan Fitri Handari yang merupakan alumni dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia angkatan 1993. Mereka kemudian menikah dan memiliki empat orang anak, yaitu Ilham Urane Azis, Irfan Urane Azis, Firda Athira Azis, dan Pandu Urane Azis.
 
Istilah "urane" merupakan kata dalam bahasa Bugis yang berarti anak. Putranya, Irfan, tercatat telah meraih sejumlah prestasi dalam bidang pendidikan.

Ia pernah meraih peringkat pertama dalam American Mathematics Competition 8 (Kompetisi Matematika Amerika) yang digelar pada tahun 2014, menyabet 3 medali emas dalam ajang Wizard at Mathematics International Competition yang digelar di India pada tahun 2014, medali emas dari Asia International Mathematics Olympiad Open Contest (Kontes Terbuka Olimpiade Matematika Internasional Asia) tahun 2015, medali emas dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Matematika tingkat SMP tahun 2015, serta 2 medali emas dari kompetisi International Teenagers Mathematics Olympiad (Olimpiade Matematika Remaja Internasional) yang digelar tahun 2015 di Malaysia.

Irfan kemudian dilantik menjadi taruna AKPOL pada tanggal 31 Oktober 2019, dan berhasil memasuki peringkat 10 besar taruna terbaik dengan nilai 826,5 untuk seluruh taruna dari empat matra.

KARIER IDHAM AZIS

Idham termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat cukup cepat saat tergabung dalam tim Bareskrim, dengan prestasi melumpuhkan teroris Dr. Azahari dan kelompoknya di Batu, Jawa Timur, pada tanggal 9 November 2005. Ia mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu, Jenderal Sutanto, bersama dengan para kompatriotnya, Tito Karnavian, Petrus Reinhard Golose, Rycko Amelza Dahniel, dan kawan-kawan.


Pada malam tanggal 10 November 2005, Brigjen. Pol. Surya Dharma memanggil dan memerintahkan Idham untuk berangkat ke Poso. Keesokan harinya, Idham terbang dari Surabaya menuju Palu dan tiba di Poso pada sore harinya untuk langsung bergabung dengan Tito Karnavian yang sudah berada di sana.

Tito memintanya untuk menjadi wakilnya dalam kasus investigasi mutilasi tiga gadis SMA Kristen yang terjadi di Poso. Per tanggal 12 November 2005, Idham resmi menjadi Wakil Ketua Satgas Bareskrim Poso, mendampingi Tito Karnavian.

Idham menggantikan Brigjen Pol. Ari Dono Sukmanto sebagai Kapolda Sulawesi Tengah sejak tanggal 3 Oktober 2014. Jabatan tersebut diembannya hingga tanggal 1 Maret 2016, ketika dirinya digantikan oleh Brigjen Pol. Rudy Sufahriadi. Idham kemudian dimutasi menjadi Inspektur Wilayah II Inspektorat Pengawasan Umum Polri.

Pada tanggal 23 September 2016, Idham dilantik menjadi Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri (Kadiv Propam), menggantikan Irjen. Pol. Mochamad Iriawan. Idham dipilih karena pernah bertugas di daerah konflik, khususnya Poso.[13] Idham kembali menggantikan posisi Iriawan sebagai Kapolda Metro Jaya pada tanggal 26 Juli 2017. Menurut Tito selaku Kapolri, Idham dipilih karena pernah lama bertugas di Polda Metro Jaya.

Idham ditunjuk sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) menggantikan Komjen. Pol. Arief Sulistyanto. Posisinya sebagai Kapolda Metro Jaya dilanjutkan oleh Irjen. Pol. Gatot Eddy Pramono. Idham dilantik sebagai Kabareskrim pada tanggal 28 Januari 2019.

 
Pada tanggal 23 Oktober, Presiden Joko Widodo mengusulkan nama Idham sebagai calon tunggal Kapolri untuk menggantikan Tito Karnavian yang diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri. Pada tanggal 30 Oktober, Komisi III DPR-RI yang dipimpin oleh Herman Hery menggelar uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap Idham.

Rapat pleno Komisi III memutuskan bahwa mereka menyetujui pencalonan Idham secara aklamasi. Keputusan ini disahkan oleh Puan Maharani selaku Ketua DPR-RI dalam sidang paripurna yang digelar sehari setelahnya. Presiden Jokowi resmi melantik Idham sebagai Kapolri pada tanggal 1 November 2019.

Selain Idham memang ada beberapa nama lain yang mencuat sebagai pengganti Moeldoko dari KSP.  ***

 

S: Tribunnews


Name

Berita,6005,Internasional,278,Nasional,5544,Opini,206,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Idam Azis Jadi Kepala Staf Kepresidenan Gantikan Moeldoko?, Ini Profilnya
Idam Azis Jadi Kepala Staf Kepresidenan Gantikan Moeldoko?, Ini Profilnya
https://1.bp.blogspot.com/-d56IH_txI8A/YFGD2odkO3I/AAAAAAAALy4/F1w9hIdphqIPm1y59e2VX-RlfybIBguoQCLcBGAsYHQ/w640-h492/Screenshot_2021-03-17-11-19-58-56.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-d56IH_txI8A/YFGD2odkO3I/AAAAAAAALy4/F1w9hIdphqIPm1y59e2VX-RlfybIBguoQCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h492/Screenshot_2021-03-17-11-19-58-56.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/03/idam-azis-jadi-kepala-staf-kepresidenan.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/03/idam-azis-jadi-kepala-staf-kepresidenan.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy