$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

SBY Tuding Bencana Terjadi karena Serakah, Fiks Nyentil Diri Sendiri & Kader Demokrat

GELORABANGSA - SBY gak ada habisnya. Begitu orang bijak mengatakan. Meskipun sudah purna tugas sebagai presiden, ia selalu berusaha untuk c...



GELORABANGSA - SBY gak ada habisnya. Begitu orang bijak mengatakan.

Meskipun sudah purna tugas sebagai presiden, ia selalu berusaha untuk cari panggung di negeri ini.

Sambilan mewariskan kekuasaan kepada anaknya.
 
Awalnya dia menjabat sebagai Ketua umum Partai Demokat. Namun setelah masa tugas berakhir, sibuk lobi sana lobi sini untuk menggoalkan putranya AHY menjadi orang nomor satu di partai yang dia sendiri turut mendirikan itu.

Sementara putranya yang lain, Ibas ditunjuk sebagai Wakil Ketua Umum.

Jadi kalau pembaca Seword mau belajar tentang sistem kerajaan, gak perlu capek-capek baca buku tentang Kerajaan Inggris, Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Sriwijaya, dll. Cukup perhatikan saja bagaimana pergantian ketua/raja di tubuh Partai Demokrat. Selesai.

Kekuasaan bukan diturunkan kepada orang yang berkompeten di bidangnya. Melainkan dari bapak turun ke anak. Itu saja.

Nanti kalau Almira Tunggadewi Yudhoyono sudah besar, bisa jadi putri AHY tersebut diangkat jadi Ketua umum Partai Demokrat pula.

Lantas, apa tujuan SBY yang masih suka cari panggung meskipun sudah tidak bisa mencalonkan diri lagi sebagai presiden tersebut?

Ada dua kemungkinan.

Pertama, ia mengalami yang namanya post power syndrome. Yakni suatu kondisi kejiwaan yang dialami oleh orang-orang yang kehilangan kekuasaan yang diikuti dengan menurunnya harga diri. Yang ditandai dengan suka nyinyirin orang yang menggantikan kedudukannya.

Kedua, SBY ingin Partai Demokrat tetap disorot media.

Dengan dirinya berkomentar, yang kemudian diliput oleh banyak media, minimal wartawan akan memuat bahwa yang berkomentar itu adalah Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat atau mantan Ketua Umum Partai Demokrat.

Sehingga, partai berlambang bintang Mercy itu tetap diperbincangkan publik.

Karena, kalau soal cari perhatian ke media, SBY lebih jago daripada AHY.

Teranyar, ia kembali berkomentar.

Tanpa tedeng aleng-aleng, SBY mengatakan bahwa bencana yang terjadi di Indonesia saat ini akibat dari keserakahan warga negara Indonesia itu sendiri.

Untuk lebih jelasnya, berikut pernyataan jenderal baper tersebut.

"Barangkali karena kesalahan dan keserakahan kita dalam menjaga dan menggunakan sumber-sumber kehidupan selama ini. Membuat ekosistem dan tatanan kehidupan berubah. Akibatnya, kita menghadapi bencana alam, bencana kesehatan, dan bencana kehidupan secara bersamaan," tutur SBY dengan nada sedikit bijaksana, (14/2).
 
Mantan Presiden RI ke-6 itu pun mengajak masyarakat untuk merawat dan melestarikan bumi serta sumber daya yang terkandung di dalamnya.

"Sebelum terlambat kita mesti bertaubat dan memohon maaf kepada sang pencipta, tidak mengulangi kesalahan kita. Dan ke depan, sungguh merawat dan melestarikan bumi kita beserta sumber kehidupan yang dikandungnya," sambungnya lagi.

Memang sih, sepanjang 2021 ini sudah ada beberapa bencana melanda Indonesia. Mulai dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air, banjir lahar gunung Semeru, banjir di Subang dan Indramayu, longsor di Sumedang. Hingga gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Mamuju dan Majene di Sulawesi Barat.

Termasuk juga wabah Covid-19, merupakan bencana yang masih ada pada tahun 2021 ini.

Lantas, siapa yang disentil oleh SBY terkait pernyataannya itu?

Ternyata eh ternyata, tidak lain tidak bukan dirinya sendiri dan kader Partai Demokrat.

Tentu kita masih ingat bagaimana serakahnya kader Partai Demokrat dulu. Ngomongnya saja katakan tidak pada korupsi. Tapi satu-persatu dicyduk KPK.

Mulai dari Amin Santoso. Menjadi tersangka korupsi terkait RAPBN-P 2018. Menerima suap Rp 2,6 miliar.

Kemudian, Andi Mallaarangeng. Korupsi proyek Hambalang. Memperkaya diri sendiri sebesar Rp 2 miliar dan 550 ribu dollar AS.

Selanjutnya, ada Anas Urbaningrum. Menerima hadiah dari proyek pemerintah, termasuk dari proyek Hambalang sebesar Rp 116,8 miliar dan 5,26 juta dollar AS.

Dan lain-lain.

Cukup besar bukan?

Wajar bila kemudian SBY menyebut mereka rakus.

Belum lagi menurut Jaksa KPK, Anas juga menerima uang Rp 5,5 juta dollar AS dalam kasus pengadaan e-KTP.

Ditambah dengan masih banyaknya kader Partai Demokrat yang korupsi yang tidak penulis sebutkan di sini.

Melihat fakta demikian, tambah yakin-lah kalau pernyataan SBY tersebut terkait 'bencana yang terjadi karena serakah' adalah menyindir kader partainya sendiri.

Karena faktanya memang begitu kok. Mau diapakan lagi?

Lagian pula, yang paling banyak ngobral hutan di antara presiden Indonesia itu adalah SBY. Yakni mencapai seluas 21 juta hektar.

Sedangkan presiden yang lain hanya memberi izin pengelolaan hutan; Soeharto 7 juta hektar, Habibie 2,3 juta hektar, Gus Dur 2,2 juta hektar, Megawati 2,7 juta hektar dan Jokowi 1,7 juta hektar.

Ternyata, Jokowi yang paling sedikit. Sementara SBY, mengalahkan Soeharto yang berkuasa 32 tahun.

Jadi, wajar juga bila kemudian, ia menuding dirinya sendiri serakah. Karena faktanya memang demikian.

Pak Esbeye memang tipe politisi yang pandai bercermin. Salut ogut




S: Seword (ninanoor)


Name

Berita,6634,Internasional,310,Nasional,6165,Opini,254,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: SBY Tuding Bencana Terjadi karena Serakah, Fiks Nyentil Diri Sendiri & Kader Demokrat
SBY Tuding Bencana Terjadi karena Serakah, Fiks Nyentil Diri Sendiri & Kader Demokrat
https://1.bp.blogspot.com/-PKleu5hpH7E/YCp32bq-ZYI/AAAAAAAAKd0/5VCiRSi9ig0LzLxwVu0SAJ69yNBftdZtQCLcBGAsYHQ/w640-h360/GcWaNykjwt-feature.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-PKleu5hpH7E/YCp32bq-ZYI/AAAAAAAAKd0/5VCiRSi9ig0LzLxwVu0SAJ69yNBftdZtQCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h360/GcWaNykjwt-feature.jpeg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/02/sby-tuding-bencana-terjadi-karena.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/02/sby-tuding-bencana-terjadi-karena.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy