$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Ribet Amat, Ngapain AHY Kirim Surat ke Jokowi, Kalau Ujungnya Klarifikasi Sendiri?

GELORABANGSA - paling konyol yang pernah saya ketahui. Ini ibarat drama yang awalnya sangat menjanjikan, intens, meraup rating yang sangat ...



GELORABANGSA - paling konyol yang pernah saya ketahui. Ini ibarat drama yang awalnya sangat menjanjikan, intens, meraup rating yang sangat tinggi karena menjadi pembicaraan panas di berbagai media dan dunia maya.

Yang membuat ini jadi heboh adalah saat adanya tudingan orang lingkaran istana yang terlibat dalam isu kudeta partai Demokrat. 

Belakangan diketahui ternyata orang yang dimaksud adalah Moeldoko. Jokowi yang bisa dibilang atasan, dikirimi surat dan dituntut memberikan penjelasan.

Jokowi diam. Tak ada respon sedikit pun.

Baru-baru ini AHY kembali ribut soal kudeta ini. Dia mengatakan sudah memperoleh informasi terkait dugaan kudeta dari Presiden Jokowi. 

Disebutkan Jokowi sama sekali tak tahu soal rencana penggulingan kepemimpinan Demokrat. “Saya sudah mendapatkan sinyal bahwa Bapak Presiden tidak tahu-menahu tentang keterlibatan salah satu bawahannya itu,” kata AHY.

Menurut AHY, oknum yang berniat mengambil alih kepemimpinan Demokrat memakai nama Jokowi untuk menakut-nakuti para kader partainya. “Ini hanya akal-akalan kelompok yang melakukan kudeta untuk menakut-nakuti para kader,” katanya.

Ini analoginya seperti ini.

Ibarat seorang pria kirim surat cinta kepada wanita yang membuat hatinya bergetar kuat, meminta penjelasan kenapa cintanya ditolak. 

Padahal dirinya sangat mencintai wanita itu sepenuh hati, bukan setengah penuh hati. Baginya, wanita tersebut bagai bidadari yang turun dari pohon jengkol, cantiknya bukan kepalang, sinar matanya seterang bola lampu taman, kulitnya mulus di mana lalat mendarat langsung tergelincir dan kakinya keseleo, rambut sehalus sutra, bodi bagaikan gitar spanyol, suara merdunya bisa membuat lalat dan nyamuk pingsan seketika.

Pria ini bikin sensasi meminta penjelasan dari wanita tersebut, kenapa cintanya ditolak. Dia butuh penjelasan.
 
Tapi wanita ini tidak merespon atau pun memberikan alasan kenapa menolak cinta pria tersebut.

Hingga akhirnya pria tersebut sadar sendiri, bahwa cintanya bertepuk sebelah pipi, eh tangan.

Kesimpulannya, ngapain kirim surat minta wanita itu jelasin kalau sudah tahu cinta tidak diterima? Ditolak ya ditolak, ngapain lagi butuh penjelasan, betul gak? Mau alasan berteman aja kek, kamu terlalu baik bagi aku kek, banyak yang lebih baik dari dia kek, intinya tetap sama: cinta ditolak dan tidak ada respon. Selesai.

Begitulah AHY kalau mau dibikin satu kesimpulan soal isu kudeta Partai Demokrat ini. AHY sibuk bikin konpers, umumkan ke publik sampai heboh, minta Jokowi klarifikasi lewat kiriman surat, dicuekin, no response, eh ujung-ujungnya klarifikasi sendiri kalau Jokowi tak tahu apa-apa soal isu kudeta ini.

Jadi, ngapain kemaren-kemaren kirim surat ke Jokowi kalau ujung-ujungnya bisa cari tahu sendiri dan mendapatkan kebenarannya? Bukankah ini sama saja merepotkan seorang presiden?

Kemungkinan besar ini ada kaitannya dengan upaya cari sensasi. Kalau tidak, ngapain seret Jokowi? Jokowi tidak punya urusan mencampuri masalah partai lain. Kemudian, kalau pun butuh klarifikasi dari Jokowi, bisa hubungi langsung dan selesaikan di balik layar, bukan mengumumkan dengan hebohnya ke publik mirip orang yang mau umumkan tanggal pernikahan.

Untung saja Jokowi cuek. Instingnya memang tajam. Masalah sepele ini tidak usah dihiraukan, lantaran tidak sulit mencari orang yang diduga pelaku. Kayak Demokrat super partai besar dengan jumlah anggota miliaran aja.

Jokowi, saya yakin, bukan orang yang suka menusuk dari belakang atau mengacaukan pihak lain dari dalam. Jokowi juga bukan tipe orang yang suka melakukan hal remeh, terbukti dari banyaknya pembangunan di seluruh Indonesia. Kalau kerjanya hanya duduk dan banyak bicara, Indonesia saat ini masih dalam tahap menyedihkan dan ketinggalan dari negara lain.

Jokowi juga orangnya sabar meski menjadi objek sasaran hujatan, fitnah dan caci maki. Tidak baperan, tidak mewek dan tidak curhat di depan publik maupun media sosial. 

Tugas presiden adalah membangun dan memajukan negara, bukan membagikan keluh kesah kepada rakyatnya. 

Kalau mau keluh kesah, itu tugasnya tukang tampung curhat, konsultan atau psikolog, bukan presiden. Semua itu dianggap angin lalu, fokusnya hanya memajukan Indonesia lewat berbagai program dan kebijakan hebat.

Bagaimana menurut Anda.?


S:xhardy


Name

Berita,6165,Internasional,283,Nasional,5697,Opini,207,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Ribet Amat, Ngapain AHY Kirim Surat ke Jokowi, Kalau Ujungnya Klarifikasi Sendiri?
Ribet Amat, Ngapain AHY Kirim Surat ke Jokowi, Kalau Ujungnya Klarifikasi Sendiri?
https://1.bp.blogspot.com/-ATVQ4oOQRDQ/YC51nmoTN3I/AAAAAAAAKog/TUm6yWU-q587yM3Ej2JDF2IdENN5CUyBgCLcBGAsYHQ/w640-h358/5M5aPq5qAT-feature.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-ATVQ4oOQRDQ/YC51nmoTN3I/AAAAAAAAKog/TUm6yWU-q587yM3Ej2JDF2IdENN5CUyBgCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h358/5M5aPq5qAT-feature.jpeg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/02/ribet-amat-ngapain-ahy-kirim-surat-ke.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/02/ribet-amat-ngapain-ahy-kirim-surat-ke.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy