$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Yang Paling Galau se-Indonesia Setelah FPI Dibubarkan

GELORABANGSA - Saya sedang duduk di salah satu pojok rumah saya sambil melahap salah satu buku karya filsuf B. Herry Priyono dua hari lalu....



GELORABANGSA - Saya sedang duduk di salah satu pojok rumah saya sambil melahap salah satu buku karya filsuf B. Herry Priyono dua hari lalu. 

Tiba-tiba notifikasi di gawai saya bunyi. Seorang teman mengirim sebuah foto lewat WA. 

Ternyata foto layar televisinya, bertuliskan, “Breaking News: Sikap Pemerintah terhadap FPI.” Saya buru-buru nyalakan TV, ada Mahfud MD sedang bicara. 

Inti dari konferensi pers itu adalah bahwa FPI secara resmi dilarang beroperasi di Indonesia.

Saya lalu cek di media sosial, ternyata warganet telah ramai memperbincangkannya. 

Breaking News dan #FPITerlarang nangkring sebagai pemuncak trending topic di Twitter. 

Saya tinggalkan sementara buku Herry Priyono tadi, saya lalu larut membaca berbagai cuitan dan komentar para warganet terkait berita yang masih hangat itu.

Seketika saya terpikir pada beberapa nama yang menurut saya pasti sedang galau berat mengetahui pengumuman pemerintah itu. 

Saya coba menuliskannya di atas kertas. Ada banyak nama yang terdaftar. 

Saya mencatat ada 15 nama. Lalu saya coba menyaring nama-nama tadi, maka didapatlah tiga nama yang menurut saya sebagai sosok paling galau dari sekian nama tersebut. Siapa saja mereka?

1. Rizieq Shihab

Sangat wajar jika Rizieq galau berat. Dia adalah inisiator lahirnya FPI. Ormas yang dia dirikan pada tahun 1998 lalu itu sudah seperti anak kandung baginya. Dia lahirkan, dia rawat, dia besarkan, hingga tumbuh menjadi organisasi paling beringas seperti saat ini. Berkat jasanya membesarkan FPI, para laskar dan seluruh simpatisan mengukuhkannya sebagai imam besar.

Bersama FPI Rizieq bercita-cita membersihkan Indonesia dari kemungkaran. Sekalipun pada kenyataannya, mereka yang kerap berbuat mungkar. Rumah-rumah ibadah agama minoritas ditutup paksa, melakukan aksi sweeping seenaknya, serta menghina para ulama yang tidak sejalan dengannya. Tapi mungkin, itu langkah awal dari sekian banyak langkah hingga nantinya, Indonesia yang bebas dari kemungkaran. He he he …!

Bersama FPI Rizieq telah mengorbankan segalanya. Dia bahkan pernah dua kali merasakan dinginnya lantai penjara pada era pemerintahan SBY. Hingga yang terakhir dia ditahan karena diduga telah melakukan penghasutan dan menimbulkan kerumuman. Itu semua dia lakukan demi memperjuangkan cita-cita besar FPI, untuk merevolusi akhlak rakyat Indonesia.

Selama tiga setengah tahun dia harus mengasingkan diri ke tanah Arab, itu juga demi FPI. Dia rela menjadi “martir” demi kemaslahatan seluruh umat. Agar apa? Agar FPI tetap eksis. Agar FPI tidak tercemar oleh tuduhan chat mesum antara dirinya dengan Firza Husein, seorang wanita yang bukan muhrimnya.

Kurang kerjaan memang negara ini. Rizeq telah berkata jujur bahwa dia tidak benar melakukan chat mesum. Bahwa semua tuduhan itu adalah fitnah. Masa sih negara tidak percaya? Padahal Rizieq kan imam besar. Tidak mungkin dong dia bohong sementara selama ini dia mengajarkan agar berlaku jujur kepada jemaahnya. Sekali lagi, he he he…!


 
Setelah tiga setengah tahun di sana, Rizieq kembali ke Indonesia. Dia lalu menggelar acara temu kangen sama laskar dan pendukungnya, maklum rindu. Eh, malah dijadikan tersangka oleh polisi. Belum lagi, kasus itu selesai, SP3 kasus chat mesumnya dicabut oleh hakim PN Jakarta Selatan. Hanya berselang sehari setelah pencabutan itu, FPI lalu dinyatakan sebagai ormas terlarang oleh pemerintah. Maka sangat patut jika Rizieq benar-benar galau saat ini.

2. Fadli Zon

Setelah FPI resmi dinyatakan sebagai ormas terlarang oleh pemerintah, orang yang paling dicari oleh warganet adalah Fadli Zon. Di media sosial Twitter misalnya, Fadli Zon banyak di-mention warganet agar dia segera mengeluarkan pendapatnya terkait pengumuman pemerintah itu. Warganet benar-benar sedang menunggu sikap dan pernyataannya.

Politikus Gerindra itu memang selama ini sangat identik dengan FPI. Bahkan, Fadli Zon terkadang lebih condong ke FPI ketimbang ke partai yang membesarkannya, Partai Gerindra. Ketua umumnya duduk sebagai menteri, tapi dia kerap kali mengkritik Jokowi. Gerindra partai pendukung pemerintah sekarang. Tapi lain sendiri dengan Fadli Zon, dia justru menempatkan diri sebagai oposisi jalanan bersama FPI.

Di atas semuanya itu, Fadli Zon mengaku bahwa dirinya adalah juru bicara (jubir) FPI. Jabatan yang satu ini memang cukup karib dengan Fadli Zon. 

Sebelumnya, dia diunjuk sebagai Jubir Gerindra oleh Prabowo sebelum akhirnya jabatan itu tidak lagi diperpanjang setelah Prabowo menunjuk jubir baru tahun lalu. 

Pengalamannya sebagai jubir Gerindra mungkin jadi alasan FPI memakai jasanya. Atau, mungkin Fadli Zon yang menyodor-nyodorkan dirinya jadi jubir.

Maka dengan dibubarkannya FPI, Fadli Zon akan kehilangan pekerjaan. Benar, dia seorang anggota DPR. Dia adalah wakil kita di Senayan. 

Tapi dari apa yang dia tampilkan selama ini, dia nampaknya lebih menjiwai pekerjaannya sebagai jubir FPI ketimbang sebagai anggota DPR. Terbukti dari apa yang kerap dia bicarakan selama ini di ruang publik bukan dalam kapasitasnya sebagai anggota legislatif, tapi malah sebagai juru bicara FPI.

3. Anies Baswedan

Bagi Anies, Rizieq memiliki andil yang cukup besar hingga dia akhirnya terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 lalu. Kalau bukan karena Rizieq, rasa-rasanya Anies mustahil jadi orang nomor satu di DKI. 

Politisasi agama dan mayat yang cukup kencang disuarakan ketika itu, salah satunya oleh Rizieq dan jutaan massanya, mampu menumbangkan Ahok, gubernur petahana yang oleh banyak orang dinilai cukup berhasil memimpin Jakarta itu.

Itu pula sebabnya ketika Rizieq kembali ke Tanah Air bulan lalu, Anies segera menemuinya di kediamannya sekalipun ketika itu Rizieq masih sedang menjalani isolasi mandiri. Anies menjadi satu-satunya kepala daerah yang sungkem kepada Rizieq. 

Namun wajar dong, bagi Anies Rizieq adalah pahlawan. Jika saja Anies tidak segera menghadap ketika itu, dia akan segera dicap sebagai anak durhaka, baik oleh Rizieq terlebih-lebih oleh para simpatisannya.

Selain itu, dengan dibubarkannya FPI akan membuat jalannya menuju Pilpres 2024 kian terjal. 

Sebab selama ini, FPI dan jutaan laskarnya adalah pendukung utama Anies. Dan secara terbuka FPI dan Rizieq tentunya, telah menyuarakan bahwa mereka siap mendukung Anies melanjutkan estafet kepemimpinan dari Jokowi. 

Selain Rizieq, Fadli Zon, dan Anies, apakah Anda juga termasuk sebagai orang yang galau atas dibubarkannya FPI? Ha ha ha…!






S:Seword


Name

Berita,5306,Internasional,278,Nasional,4845,Opini,204,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Yang Paling Galau se-Indonesia Setelah FPI Dibubarkan
Yang Paling Galau se-Indonesia Setelah FPI Dibubarkan
https://1.bp.blogspot.com/-PnWACjwxTxo/X-7BCvzRzxI/AAAAAAAAHjI/A6vmzRHOJhUxzJSIuWwWgd7EKt8iKWKLwCLcBGAsYHQ/w640-h426/gH7spKXosG-feature.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-PnWACjwxTxo/X-7BCvzRzxI/AAAAAAAAHjI/A6vmzRHOJhUxzJSIuWwWgd7EKt8iKWKLwCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h426/gH7spKXosG-feature.jpeg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/01/yang-paling-galau-se-indonesia-setelah.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/01/yang-paling-galau-se-indonesia-setelah.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy