$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Siswi non muslim dipaksa berjilbab, putri Gus Dur: Tegas jangan naif..

GELORABANGSA - Putri Gus Dur, Alissa Wahid mengingatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atas adanya pemaksaan siswa non muslim wajib ...



GELORABANGSA - Putri Gus Dur, Alissa Wahid mengingatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atas adanya pemaksaan siswa non muslim wajib berjilbab di sekolah. 

Menurutnya kejadian pemaksaan jilbab kepada siswi non muslim di jilbab ini mesti dihentikan dan Kemendikbud harus menindak dan memastikan tak ada pemaksaan berbalut simbol atau identitas agama.

Alissa Wahid meminta otoritas terkait masalah ini untuk jangan naif melihat pemaksaan atau pelarangan jilbab di sekolah hanya urusan pakaian saja, sebab jika ini dibiarkan akan makin berat masalahnya.

Dalam kicauannya di akun Twitter, Alissa mencermati adanya pola pemaksaan di lingkup sekolah dengan tameng mayoritas. Menurut putri Gus Dur itu, tak bisa atas nama mayoritas digunakan untuk pemaksaan pada siswa.

Haram pemaksaan di sekolah

Alissa Wahid meminta Kemendikbud untuk tegas, ekosistem pendidikan milik negara terlarang memaksakan jilbab untuk siswi nonmuslim. 

Bahkan untuk siswi muslim saja, sekolah tak boleh loh memaksa mereka mengenakan jilbab.

Sebaliknya, sekolah juga tidak boleh melarang siswi yang memang ingin berjilbab.

“Tanpa penegasan, para pengelola sekolah akan menggunakan tafsir yang berbeda-beda. 

Dan bila pengelola sekolahnya meyakini mayoritarianisme sekaligus klaim kebenaran mutlak, maka akan ada potensi aturan pakaian yang melanggar hak konstitusi, warga yang menjadi korban,” tulis putri Gus Dur itu dalam kicauannya dikutip Jumat 22 Januari 2021.

Aktivis dan pegiat Gusdurian ini mengingatkan sekolah milik negara alias sekolah negeri di wilayah mayoritas muslim tak bleh juga semena-mena memaksakan wajib jilbab, demikian juga sebaliknya. Intinya jangan ada pemaksaan deh.

“Sekolah milik negara di wilayah mayoritas muslim, tidak bisa atas namakan menghormati mayoritas lalu memaksa murid berjilbab. Sekolah di wilayah mayoritas non muslim, tidak boleh memaksa murid melepas jilbab. Hak warga atas pendidikan tidak dibatasi oleh pakaiannya,” jelasnya.

Malahan Alissa mengaku sudah berulang kali menemukan kasus sekolah tak membuat aturan berjilbab secara tertulis, namun ada intimidasi halus kepada siswi muslim yang emoh berjilbab.

Lakukan 2 hal ini Kemendikbud

Alissa mengingatkan betul Kemendikbud agar melakukan dua upaya, supaya persoalan ini tak terjadi lagi di dunia pendidikan Tanah Air.

Pertama, Kemendikbud wajib memperkuat perspektif konstitusi kepada indan pendidikan dan perkuat perspektif peran sebagai ASN yang harus selalu pakai kacamata wakil negara.

Upaya kedua, yang wajib dilakuin Kemendikbud yakni perkuat lagi praktik beragama di Indonesia yang menghargai keberagaman keyakinan dan jauh dari sikap klaim kebenaran ajaran yang diyakininya. Yang ini, kemdikbud kudu kerjasama dengan kemenag.

“Tanpa 2 hal ini, aturan tegas kemdikbud akan sulit dinternalisasikan oleh tenaga pendidikan. Makanya soal paradigma kehidupan beragama juga penting, bukan hanya aturan,” katanya.

Mengakhiri kicauannya, Alissa meminta Kemendikbud tak memandang sederhana permasalahan ini hanya pada soal atribut pakaian atau seragam sekolah.

“Jangan naif melihat pemaksaan/pelarangan jilbab di sekolah hanya urusan pakaian. Di balik itu ada trend penabalan ideologi mayoritarianisme dan eksklusivisme beragama. Dan ujungnya bukan hanya soal pakaian atau soal perempuan, tapi akan sampai ke soal kehidupan kebangsaan,” ujarnya.

Viral siswi non muslim dipaksa berjilbab
Sebelumnya viral postingan orang tua wali murid di Facebook menceritakan anaknya yang dipaksa berjilbab, padahal si siswi ini non muslim lho.

Pemaksaan ini terjadi pada siswi SMK 2 Padang. Pada postingan di Facebook, orang tua siswa ini menghadap ke pihak sekolah untuk memperjuangkan hak dari anaknya.

“Lagi di sekolah SMK negeri 2 Padang. Saya dipanggil karena anak saya tidak pakai jilbab. Kita tunggu aja hasil akhirnya. Saya mohon didoakan ya,” tulis postingan akun Elianu Hia.

Viral pula, surat pernyataan Elianu dan Hia berserta putrinya yang intinya menolak mengenakan jilbab.

“Tidak bersedia untuk memakai kerudung seperti yang telah digariskan oleh peraturan sekolah. Bersedia untuk melanjutkan masalah ini dan menunggu keputusan dan pejabat yang lebih berwenang,” tulis poin surat pernyataan tersebut.




S:HopsID



Name

Berita,5664,Internasional,278,Nasional,5203,Opini,204,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Siswi non muslim dipaksa berjilbab, putri Gus Dur: Tegas jangan naif..
Siswi non muslim dipaksa berjilbab, putri Gus Dur: Tegas jangan naif..
https://1.bp.blogspot.com/-Jxcfg4TYwkg/YArbFGl9goI/AAAAAAAAJFU/AjFqrB2SGr4LGwswqlbXIuNs6f1r7dHSACLcBGAsYHQ/w640-h452/Screenshot_2021-01-22-20-50-26-04.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-Jxcfg4TYwkg/YArbFGl9goI/AAAAAAAAJFU/AjFqrB2SGr4LGwswqlbXIuNs6f1r7dHSACLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h452/Screenshot_2021-01-22-20-50-26-04.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/01/siswi-non-muslim-dipaksa-berjilbab.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/01/siswi-non-muslim-dipaksa-berjilbab.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy