$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung Umumkan Enam 'Dosa' SBY kepada Bangsa dan Rakyat Indonesia

GELORABANGSA - Setelah sebelumnya menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak becus kerja, politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung kin...



GELORABANGSA - Setelah sebelumnya menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak becus kerja, politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung kini menyerang presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

Meskipun tanpa disertai data, Dewi membeberkan 'dosa' SBY kepada rakyat Indonesia menurut versinya.

Beberapa di antaranya SBY dituding gagal membangun infratruktur hingga tudingan SBY jarang turun ke lokasi bencana.

Berikut cuitan Dewi Tanjung di akun Twitter @DTanjung15 pada Rabu (27/1/2021)

"Ini Dosa SBY kepada Bangsa dan Rakyat

1. Mega Century

2. Mega Hambalang.


3. 34 Project Listrik Mangkrak

4. Petral


5. Gagalnya Membangun insfratruktur

6. Banyaknya bencana alam tapi SBY jarang turun ke lokasi bencana Cuma 1 kali menginap memakai anggaran negara yg sangat besar."

Dalam cuitan sebelumnya, Dewi Tanjung meminta Anies Baswedan untuk mundur sebagai gubernur DKI.

Dewi menyebut sebagai gubernur yang tidak becus dalam bekerja lantara kasus corona di DKI Jakarta masih tinggi.

Serangan Dewi Tanjung ini bersamaan dengan ramainya bahasan tentang Ketua DPC Gerindra Jakarta Timur, Ali Lubis yang meminta Anies mundur dari jabatannya terkait kasus corona.

Dalam akun Instagramnya, Dewi juga menyindir langkah Anies dalam menata kawasan.

"DKI ternyata dipimpin samamanusia ngga becus kerja. Corona makin tinggi di DKI, eeehh dia sibuk menggambar.. Lebih baik pecat aja Gubernur seiman yang ngga becus kerja ini," tulis Dewi Tanjung di akun Twitternya, dikutip pada Rabu (27/1/2021).

Dewi juga menyingung soal pemakaian anggaran Pemprov DKI Jakarta yang ia anggap tidak jelas penggunaannya.

Meski demikian, dia tidak merinci lebih lanjut anggaran yang dimaksudkan.

"Pemakaian anggaran dana yang gila-gilaan dan tidak pernah ada kejelasan kegunaan anggaran dana tersebut," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, pernyataan Ketua DPC Partai Gerindra Jakarta Timur Ali Lubis meminta Anies mundur dari jabatannya sebagai Gubernur mengejutkan banyak pihak.

Bahkan, ada yang berpeskulasi bahwa Gerindra akan menelikung Anies Baswedan pada pilgub DKI 2022 serta mendorong kadernya maju menjadi calon gubernur.

Meski demikian, pernyataan Ali telah diklarifikasi oleh DPP Gerindra.

DPP Gerindra memberikan teguran kepada Ali terkait pernyataan itu.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memamerkan tujuh penghargaan sebagai Kota Peduli HAM dari Kemenkumham
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memamerkan tujuh penghargaan sebagai Kota Peduli HAM dari Kemenkumham (Twitter Anies Baswedan)
Sebelumnya Ali meminta agar Gubernur Anies Baswedan mundur dari jabatan gubernur.

Awalnya Ali menyoroti banyaknya peraturan dan ancaman sanksi yang dirumuskan Anies namun tidak mampu meredam penyebaran virus. Bahkan rem darurat pun dilakukan, tapi tetap tak maksimal hasilnya.

Sampai pada akhirnya tersiar kabar Anies meminta pemerintah pusat untuk mengambil alih koordinasi penanganan covid-19 di Jakarta.

Alasan pemerintah pusat mengambil alih supaya ada peningkatan fasilitas kesehatan di Rumah Sakit di sekitar daerah penyanggah Jakarta tidak tepat.

Sementara pasien dari luar Jakarta yang datang ke rumah sakit akibat terpapar virus Covid-19 karena banyaknya rumah sakit rujukan di Jakarta sebagaimana Keputusan Gubernur Nomor 492 tahun 2020 tentang perubahan atas Keputusan Gubernur No. 378 tahun 2020 tentang Penetapan Rumah Sakit Rujukan Penanggulangan Penyakit Coronavirus Disease (Covid-19).

“Terkait hal di mana Anies meminta pemerintah pusat untuk mengambil alih kordinasi Penanganan Covid 19 di Jakarta, menimbulkan pertanyaan besar apakah Anies nyerah lawan Covid-19? Jika seperti itu maka sebaiknya mundur saja dari Jabatan Gubernur,” kata Ali. 

Sementara itu, sejumlah pihak yang selama ini kontra terhadap Anies Baswedan menjadikan pernyataan Ali sebagai pembenaran atas apa yang mereka duga selama ini.

Dosen Universitas Indonesia sekaligus ahli komunikasi, Ade Armando bahkan menyebutkan bahwa pernyataan dari Ali tersebut membuktikan bahwa Anies Baswedan tidak punya kualitas menjadi seorang gubernur.

"Bahkan pendukung Anies pun kini sadar bahwa sang Gubernur memang tidak berkualitas," tulis Ade Armando menanggapi pemberitaan soal Ali yang meminta Anies Baswedan mundur.

Seorang Pakar Komunikasi Universitas Indonesia Ade Armando, menyebut jika pemerintahan Anies buruk dan bermuatan politik.
Seorang Pakar Komunikasi Universitas Indonesia Ade Armando, menyebut jika pemerintahan Anies buruk dan bermuatan politik. (Kolase Warta Kota)
DPP Gerindra tegur Ali Lubis

DPP Partai Gerindra menegur Ketua DPC Gerindra Jakarta Timur Ali Lubis yang meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mundur dari jabatannya.

Ali Lubis meminta Anies mundur karena dianggap tidak mampu menangani Covid-19 di Ibu Kota.

Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco mengatakan, Ali sudah diperingatkan dan diberikan arahan oleh Wakil Ketua Umum Habiburokhman.

Video: BPBD DKI Jakarta Lakukan Kegiatan Perakitan Ban Dalam, Antisipasi Musim Hujan


Kata dia, apa yang disampaikan Ali merupakan pendapat pribadi bukan mengatasnamakan Partai Gerindra.

“Apa yg disampaikan oleh Ketua DPC Jaktim itu adalah pendapat pribadi, namun memang substansi harus diperhatikan karena kan memang ini soal Covid-19,” kata Dasco di Balai Kota DKI pada Senin (25/1/2021) petang.

Dasco mengatakan, peringatan yang diberikan kepada Ali baru sebatas lisan. Sebagai Ketua DPC, Ali dilarang menyatakan pendapat pribadi tanpa koordinasi dengan partai, apalagi Gerindra merupakan partai pendukung Anies Baswedan saat Pilkada 2017 lalu.

“Tidak boleh menyatakan pendapat pribadi tanpa koordinasi dengan partai karena ini menyangkut hal yang prinsipil,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman menambahkan, pihaknya telah menegur dan mengingatkan Ali untuk berkoordinasi dengan partai bila berkomentar mengenai Pemprov DKI Jakarta.

Adapun teguran itu merupakan sanksi yang diberikan partai kepada Ali.

“Itu kan sudah kami sanksi dan diingatkan untuk koordinasi dulu,” kata Habiburokhman.

Dua pimpinan tinggi Partai Gerindra, Sufmi Dasco dan Habiburokhman mendatangi Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Mereka datang ke Balai Kota DKI pada Senin (25/1/2021) siang dan pulang pada sore harinya menjelang Maghrib.

 

S: Tribunnews


Name

Berita,6627,Internasional,310,Nasional,6158,Opini,253,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung Umumkan Enam 'Dosa' SBY kepada Bangsa dan Rakyat Indonesia
Politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung Umumkan Enam 'Dosa' SBY kepada Bangsa dan Rakyat Indonesia
https://1.bp.blogspot.com/-FmF8jQ5epKg/YBGC5mIuoAI/AAAAAAAAJXA/FiBeOMJ0BaAkKixERYfuroa5sPGj_DnegCLcBGAsYHQ/w640-h358/Screenshot_2021-01-27-22-10-39-37.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-FmF8jQ5epKg/YBGC5mIuoAI/AAAAAAAAJXA/FiBeOMJ0BaAkKixERYfuroa5sPGj_DnegCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h358/Screenshot_2021-01-27-22-10-39-37.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/01/politikus-pdi-perjuangan-dewi-tanjung.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/01/politikus-pdi-perjuangan-dewi-tanjung.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy