$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Buzzer Anies Tak Sengaja Lambungkan Nama Risma

GELORABANGSA - Sejak Anies menang Pilkada pada 2017 lalu, rasanya belum pernah ada kejadian yang membuat Anies sepanik sekarang. Meskipun G...



GELORABANGSA - Sejak Anies menang Pilkada pada 2017 lalu, rasanya belum pernah ada kejadian yang membuat Anies sepanik sekarang.

Meskipun Gubernur Jakarta itu pernah dipermalukan oleh Menteri PUPR terkait normalisasi sungai yang tidak dikerjakan oleh Anies, tapi kejadian itu tetap bisa dibolak-balikan. 

Gampang mendapat pembenaran bahwa sampai kapanpun, dan siapapun Gubernurnya, Jakarta akan tetap banjir.

Rakyat Jakarta dipaksa menerima kalimat sakti tersebut, tanpa boleh membandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Tapi kemarin, ketika Risma mendatangi kolong jembatan, bertemu dengan gelandangan, jelas membuat Anies dan timnya panik.

Jakarta yang selama ini tenang-tenang saja, nyaris tak ada berita negatif meskipun terlibat skandal lem aibon dan penjualan pohon kawasan Monas, kini kebakaran jenggot hanya gara-gara Risma turun blusukan.

Jakarta spontan terlihat kumuh tak terurus. Sementara Gubernurnya melakukan isolasi mandiri super spesial, lebih lama dari biasanya.

Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Risma adalah hal biasa. Di Surabaya, saat masih menjadi Walikota, Risma kerap blusukan menemui para gelandangan dan menertibkannya. Memberikan tempat tinggal layak dan fasilitas lainnya. Biasa saja.

Tapi kenapa saat blusukan di Jakarta, malah dianggap pencitraan? Mengerjakan yang bukan urusannya? Bukankah Jakarta juga bagian dari Indonesia? Dan Risma punya hak untuk menertibkan gelandangan karena masih menjadi tanggung jawab Kementerian Sosial.
 
Apalagi melihat tim buzzer Anies membuat fitnah dan hoax terhadap gelandangan yang ditemui Risma. 

Dianggap settingan, acting. Diklaim sebagai penjual poster Bung Karno tapi pura-pura jadi gelandangan. Ini jelas bentuk kepanikan yang luar biasa.

Anies dan timnya seperti sedang coba menyembunyikan masalah yang ada di Jakarta, demi sebuah citra Jakarta yang maju, modern tidak ada masalah. Sehingga tak mau publik tau bahwa masih banyak gelandangan berkeliaran.

Makanya sampai membuat fitnah atau hoax seolah Risma melakukan settingan dan pencitraan, dengan tujuan politis menyerang kemuliaan Anies.

Bagi saya, masalah utama dari seorang kepala daerah adalah tidak sampainya informasi masalah yang ada di masyarakat.

 Tapi melihat respon tim buzzer Anies terkait blusukan Risma, saya baru tahu ternyata ada masalah yang lebih besar dari kurangnya informasi. 

Yakni, bekerja demi citra, menyembunyikan masalah agar tidak diketahui publik, sehingga bisa tampil dengan klaim-klaim fantastis.

Kalau saya jadi Anies, saya akan muncul dengan klaim baru yang lebih fantastis dari sebelumnya. Bahwa gara-gara isolasi mandiri, dan jarang melakukan blusukan secara senyap, maka ada lagi gelandangan dan masalah-masalah lain di Jakarta. 

Selanjutnya saya akan berjanji untuk kembali bekerja, dan siap bekerjasama dengan Mensos yang baru.

Bukankah itu keahlian Anies? Tata kata. Bukankah begitulah cara kerja Anies dalam menyelesaikan segala permasalahan? Klaim dan penjelasan.

Tapi mungkin karena sudah panik, jadi tak sempat berpikir tenang dan terukur. 

Sehingga buzzer harus dikerahkan full attack, sampai dibiarkan membuat fitnah dan hoax menyerang Risma, hanya demi sebuah citra; bahwa di Jakarta tidak ada masalah, tidak ada gelandangan.

Sekarang, setelah muncul klarifikasi dan penjelasan dari tukang penjual poster yang fotonya memang mirip, dan dikait-kaitkan dengan gelandangan yang ditemui Risma, Gubernur seiman seonta itu kini harus menerima konsekuensi. 

Bukan soal fitnah dan hoax yang dibuat oleh tim buzzer, tapi soal nama Risma yang secara tidak sadar dibesarkan dan dijadikan lawan politik.

Kita tahu, sebelumnya Anies selalu menempatkan urutan teratas bersama Prabowo, dalam hal calon Capres 2024. Sementara Risma jauh di belakang dan bahkan tak masuk hitungan.

Tapi gara-gara fitnah buzzer yang ingin membela Anies, kini publik otomatis diberi opsi atau pilihan lain. 

Publik diberi pilihan Risma. Dan namanya langsung dihadap-hadapkan dengan Anies Baswedan.

Begitulah seni berpolitik. Entah ini disengaja dan terpikirkan oleh tim komunikasi Risma, entah hanya kebetulan belaka, intinya serangan dan fitnah terhadap Risma semakin menguatkan namanya sebagai kandidat kuat Capres 2024.

Sementara Anies dan timnya perlu mengevaluasi dan memperbaiki cara-cara berkomunikasi timnya. 

Karena kalau begini terus, Anies akan semakin tenggelam, sementara Risma akan semakin terlihat begitu kuat dalam ke pemimpinannya. Begitulah kura-






S: Seword (Alifurrahman)


Name

Berita,6005,Internasional,278,Nasional,5544,Opini,206,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Buzzer Anies Tak Sengaja Lambungkan Nama Risma
Buzzer Anies Tak Sengaja Lambungkan Nama Risma
https://1.bp.blogspot.com/-Y8cw2z5uzcM/X_k_LlpDzSI/AAAAAAAAILI/GXHz07sSMGotzhBsDO_wFnWLUhGLyyaawCLcBGAsYHQ/w640-h360/Dh0qEECXuD-feature%2B%25281%2529.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-Y8cw2z5uzcM/X_k_LlpDzSI/AAAAAAAAILI/GXHz07sSMGotzhBsDO_wFnWLUhGLyyaawCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h360/Dh0qEECXuD-feature%2B%25281%2529.jpeg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2021/01/buzzer-anies-tak-sengaja-lambungkan.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2021/01/buzzer-anies-tak-sengaja-lambungkan.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy