$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Selalu Begitu, FPI Tersangkut Kasus Pasti Minta Dialog Disertai Ancaman

GELORABANGSA - Masih ingatkah ketika Rizieq masih di Arab, mereka mengklaim siap berdialog dengan Jokowi mengenai fitnah yang mereka buat s...



GELORABANGSA - Masih ingatkah ketika Rizieq masih di Arab, mereka mengklaim siap berdialog dengan Jokowi mengenai fitnah yang mereka buat sendiri, tuduhkan sendiri, dan ributkan sendiri. 

Maklum waktu itu dia masih tersangkut kasus di Arab. Biasalah, namanya juga cari celah agar mereka bisa bernegosiasi memulangkan si buron cabul.

Setelah pulang ke Indonesia, mereka juga minta berdialog dengan Jokowi dan pemerintah setelah gaduh dengan revolusi akhlaknya. 

Bahkan setelah si buron cabul ditersangkakan dan masuk penjara gara-gara tidak menaati protokol kesehatan di tengah pandemi dan menghasut orang lain untuk melawan pejabat negara, masih terdengar desakan agar Jokowi berdialog dengan Jokowi dan pemerintah. 

Entah untuk apa, kita juga tidak tahu. Padahal mereka yang fitnah Jokowi dan pemerintahannya, tapi mereka yang ajak dialog. 

Ini ibarat kamu yang mau rusak rumah orang, eh kamu juga yang mau dialog agar mau merusak rumah sendiri.

Biasanya kalau jalur dialog sudah tidak memungkinkan, mereka akan balik mengancam. 

Kalau tidak mengancam, minimal mencaci maki, menuduh rezim melakukan kriminalisasilah, rezim membenci Islamlah, rezim memusuhi ulamalah, dan lain sebagainya yang berada provokasi agar rakyat bangkit melawan pemerintahnya sendiri.
 
Baru-baru ini, mereka memainkan trik yang sama pada kasus penyerobotan tanah milik PTPN VIII oleh Rizieq dan FPI-nya yang katanya demi kepentingan dakwah. 

Setelah PTPN VIII mensomasi untuk meninggalkan tanah yang didirikan pesantren tanaman peternakan dan akan mengambil langkah hukum jika tak segera ditinggalkan, FPI meminta dialog. 

Mereka langsung memilih jalur musyawarah.

"Kami siap dan bersedia untuk duduk bersama berdialog secara musyawarah untuk mencari solusi atas permasalahan ini dengan pihak saudara dan instansi terkait lainnya." (Juru Bicara FPI Munarman, Kumparan.com)

Padahal sudah jelas siapa pemilik dan siapa penyerobot. 

Pemilik meminta tanahnya dikosongkan, maka penyerobot harus meninggalkan. 

Kalau tidak, maka akan dipidanakan. Tidak ada ruang dialog. Murni kasus hukum. Kalau mau selesai, ya tinggalkan dan bawa serta apa yang sudah kamu bangun di atas tanah orang. Sesederhana itu.

Tapi bukan FPI namanya kalau tidak merasa paling benar dan paling berhak serta kalau keinginan mereka tidak dipenuhi akan main ancam. 

Begitu juga mereka mau memperlakukan PTPN VIII. Meminta jalur dialog dan disertai ancaman.

"Bahwa berdasarkan somasi saudara tersebut pemilik lahan sudah mengelola dan melakukan kegiatan yang bersifat produktif oleh klien kami baik penanaman kebun alpukat dan kebun sayur mayur dan peternakan serta digunakan untuk aktivitas syiar agama Islam dan pengajian oleh karenanya saudara tidak bisa bertindak sewenang-wenang terhadap benda hak milik klien kami dan lahan yang sudah dibeli dan dikelola oleh klien kami.” (Juru Bicara FPI Munarman, Kumparan.com)

Mereka masih keras kepala merasa berhak atas tanah yang mereka serobot. Anehnya, mereka mengaku menggunakan lahan untuk syiar Islam dan pengajian. 

Merekalah secara tidak langsung mau mengancam: hati-hati loh, ini tanah digunakan untuk syiar Islam. Dengan dilabeli Islam, mereka berharap PTPN VIII akan mundur. Seperti biasa juga mereka melanggar hukum dengan label agama.

Sikap PTPN VIII sudah cukup jelas pada penyerobot tanah berlabel agamis ini. Tidak ada urusan apakah digunakan untuk urusan agama apa pun, kalau memang bukan hak mereka, maka segera angkat kaki. Jangankan pesantren atau apalah itu untuk kepentingan agama, rumah ibadah sekalipun kalau memang bukan tanah sendiri, ya silakan angkat kaki.

Justru kalau PTPN VIII mundur atau takut bertindak karena dilabeli syiar Islam, PTPN VIII jadi salah dan tidak berlaku adil. Akan jadi preseden buruk ke depan. Bisa jadi semua lahan negara lainnya diserobot siapa saja dengan dilabeli syiar agamis. Justru seharusnya kalau mau menggunakan untuk syiar agama, maka lebih dulu membuktikan bahwa yang mau syiar agama itu mempraktekkan ajaran agama dengan benar dengan mematuhi hukum. Bukankah menyerobot hak orang lain itu bertentangan dengan agama? Atau memang syiar agama FPI itu memang begitu, main serobot sesuka udel?

Apalagi berhadapan dengan FPI, tidak ada kata dialog. Cara terbaik untuk ormas yang suka main hakim sendiri adalah dengan jalur hukum. Kalau tidak maka siapa pun yang berhadapan dengan FPI akan dibenturkan dengan Islam. Jangan beri ruang pada mereka untuk memanfaatkan agama demi kepentingan kelompoknya sendiri





S: Seword


Name

Berita,5311,Internasional,278,Nasional,4850,Opini,204,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Selalu Begitu, FPI Tersangkut Kasus Pasti Minta Dialog Disertai Ancaman
Selalu Begitu, FPI Tersangkut Kasus Pasti Minta Dialog Disertai Ancaman
https://1.bp.blogspot.com/-F7wIj3e00To/X-vmpHV-NCI/AAAAAAAAHYE/F4Kvv7ZC4NwW5TCx2bV_B7g3QM5ZFGFYACLcBGAsYHQ/w640-h358/IMG_20201230_093005.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-F7wIj3e00To/X-vmpHV-NCI/AAAAAAAAHYE/F4Kvv7ZC4NwW5TCx2bV_B7g3QM5ZFGFYACLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h358/IMG_20201230_093005.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2020/12/selalu-begitu-fpi-tersangkut-kasus.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2020/12/selalu-begitu-fpi-tersangkut-kasus.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy