$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Menolak Lupa! Menteri Pariwisata Yang Baru Jangan Bikin Program Aneh-Aneh Di Bali

GELORABANGSA - Mengawali artikel ini, saya ucapkan selamat bertugas kepada 6 menteri yang baru saja dilantik dalam kabinet Jokowi-Maruf.  I...



GELORABANGSA - Mengawali artikel ini, saya ucapkan selamat bertugas kepada 6 menteri yang baru saja dilantik dalam kabinet Jokowi-Maruf. 

Itu artinya ucapan selamat ini saya tujukan setulus hati termasuk pada Sandiaga Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang menggantikan Wishnutama.

Sampai detik ini saya memang berusaha mengerti tentang berbagai kebijakan Jokowi yang merangkul rival-rival politiknya. Saya sadar sepenuhnya dunia politik memang identik dengan warna abu-abu, bukan hitam putih.

Jika menuruti kata hati, sejujurnya saya ingin berkata pada Jokowi, “Kayak ngga ada orang lain saja Pak sampai-sampai Prabowo-Sandi yang dipilih sebagai pembantu-pembantu bapak di kabinet.”

Tapi ya inilah kenyataan yang harus kita terima jika dunia politik memang dunia abu-abu yang sarat dengan kompromi dan deal-deal tertentu yang kadang tidak sejalan dengan idealisme kita.

Keyakinan saya cuma satu. Sampai detik ini saya percaya Jokowi bukan orang licik yang deal-deal politiknya tega menukar kepentingan bangsa dan negara dengan kepentingan pribadi atau golongan.

Atas dasar itulah sayapun berbesar hati menerima kenyataan menang Pilpres nyoblos Jokowi-Maruf dapat bonus Prabowo-Sandi, orang-orang yang sama sekali tidak saya inginkan ada dalam pemerintahan Jokowi-Maruf.

Tapi saya percaya penuh pada keputusan Jokowi. Titik.

Apalagi satu jam sebelum pengumuman reshuffle kabinet, Presiden Jokowi mengunggah pesan khusus di akun Twitter dan Instagram resmi miliknya.

"Yang lalu biarlah berlalu, menjadi kenangan, juga pelajaran. Kita menatap hari esok dengan tekad, semangat, dan memancang harapan yang baru."

Unggahan itu disertai ilustrasi gambar pemandangan alam. Dalam pemandangan itu, tampak matahari yang baru saja terbit yang bersinar keemasan, pepohonan dan sawah, serta rel kereta api. Dalam foto tersebut juga terdapat kalimat "Yang baru..harus lebih baik!" disertai watermark Presiden Joko Widodo.

Article

Dari unggahan ini, saya bisa merasakan ada tujuan baik yang sedang diajarkan Jokowi pada kita semua rakyat Indonesia.

Sekalipun akhirnya saya bisa tersenyum dengan keputusan Jokowi yang seperti ini, hal tersebut bukan berarti saya otomatis jadi jatuh cinta pada Prabowo-Sandi.

Bagi saya, baik rasa cinta ataupun benci adalah sesuatu yang tak bisa dipaksakan. Biarlah segala rasa itu mengalir apa adanya. Seiring waktu, jika Prabowo-Sandi memang tulus mendukung Jokowi memajukan negeri, semua akan terlihat dan terasa dengan sendirinya. Becik ketitik ala ketara.

Sebab bagi saya, membuka lembaran baru tak berarti harus melupakan masa lalu. Rekam jejak tetap harus diingat sebagai pelajaran berharga agar sejarah kelam di masa lalu tidak terulang lagi sekarang, ataupun di masa yang akan datang.

Di artikel kali ini akan saya fokuskan pada rekam jejak Sandiaga Uno.

Satu. Politik identitas.

Sekeras apapun ditutupi takkan bisa menghapus rekam jejak pasangan Anies-Sandi yang sudah menggunakan agama menjadi alat politik untuk merebut kekuasaan.


 
Dengan berdarah dingin mereka “membunuh” saudara sebangsanya sendiri memakai isu SARA. Dengan licik mereka berlaga memenangkan pertarungan bukan dengan adu ide, gagasan dan prestasi.

Tenun kebangsaan NKRI yang akhirnya jadi taruhannya. Tercabik-cabik dengan cara yang sangat tragis dan mengenaskan.

Kepengecutan seperti ini yang tak boleh diulangi lagi oleh Sandiaga Uno!!!

Dan ini bukan tulisan dendam. Lewat pembahasan ini semoga Sandaga Uno sebagai Menteri Pariwisata RI bisa selalu ingat untuk senantiasa berjalan di jalur lurus, selurus gambar rel kereta api yang diunggah Jokowi.

Jangan ada politik identitas lagi di NKRI. Itu adalah hutang yang harus Sandiaga Uno bayar pada Ibu Pertiwi.

Dua. Wacana mengembangkan pariwisata halal di Bali.

Saat masa kampanye sebagai Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno ingin Bali mengembangkan pariwisata halal. Sandi mengatakan Indonesia potensial dikembangkan menjadi daerah pariwisata halal yang bisa mendatangkan pemasukan ribuan triliun.

"Kita ingin Bali, Indonesia secara umum juga ngambil potensi pariwisata halal yang konon kabarnya di atas Rp 3.000 triliun potensinya. Ini sangat luar biasa potensinya kalau bisa kita ambil untuk gerakan ekonomi di Bali," kata Sandiaga di Hotel Alkyfa, Jl Pura Demak, Pemecutan Klod, Denpasar, Bali, Minggu, 24 Februari 2019.

Mau pakai istilah wisata halal atau wisata ramah wisatawan Muslim sebenarnya sama saja. Konsepnya sama. Tinggal pinter-pinternya kita saja muter-muter main kata.

Bali itu ramah. Sangat ramah malahan. Penduduk Bali itu sopan, ramah, open minded dan toleran. Bayangkan. Bali sudah dibom dua kali oleh kaum yang mengekslusifkan diri dengan memakai nama Tuhan dan agama.

 Tapi Bali tetap saja ramah mau menerima siapa saja yang berlibur ke Bali termasuk kaum cingkrang dan bercadar tanpa mempersulit ini itu. Trauma seumur hidup itu ditelan seluruh warga Bali tanpa banyak bicara.

Lalu Bali kurang ramah apa lagi sementara rumah makan Muslim dan mushollla bahkan masjid juga tak sulit dijumpai di Bali??? Akan menjadi sesuatu yang sangat mengada-ada jika kita masih minta disediakan dan difasilitasi ini itu padahal semuanya sudah ada tersedia di Bali, gampang dijumpai pula karena memang ada banyak di mana-mana.

Di bagian inilah kita harus tegas mengingatkan Sandi jika masyarakat Indonesia saat ini sedang dilanda penyakit mabok agama. Dan salah satu pemicunya ya Sandi sendiri seperti yang sudah saya tuliskan di point pertama tadi.

Atas dasar inilah saya rasa bukanlah hal yang berlebihan jika sedari awal kita mengingatkan kepada Sandiaga Uno selaku Menparekraf RI agar fokus merancang dan mengeksekusi program-program yang bisa membuat sektor pariwisata Indonesia segera bangkit pasca pandemi COVID-19, serta terus melanjutkan agenda pembangunan yang dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya demi menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

 Biarkan pariwisata Indonesia tumbuh dan berkembang apa adanya sesuai jati diri masing-masing daerah yang ada.

Sebagai penutup, ijinkan saya selaku warga negara Indonesia yang tinggal di Bali menyampaikan sebuah pesan kepada Bapak Sandiaga Uno Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI yang terhormat. Jangan ada wacana wisata halal dan oke oce di antara kita. Pahamkan itu sayang




S:Seword


Name

Berita,5371,Internasional,278,Nasional,4910,Opini,204,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Menolak Lupa! Menteri Pariwisata Yang Baru Jangan Bikin Program Aneh-Aneh Di Bali
Menolak Lupa! Menteri Pariwisata Yang Baru Jangan Bikin Program Aneh-Aneh Di Bali
https://1.bp.blogspot.com/-OIX8QKNSUyo/X-R4ML-31tI/AAAAAAAAHDI/27SZjjlvIJgI6Gw7St43Gw1aLTC9nfTYACLcBGAsYHQ/w640-h640/h9ZhWvf0Uy-feature.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-OIX8QKNSUyo/X-R4ML-31tI/AAAAAAAAHDI/27SZjjlvIJgI6Gw7St43Gw1aLTC9nfTYACLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h640/h9ZhWvf0Uy-feature.jpeg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2020/12/menolak-lupa-menteri-pariwisata-yang.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2020/12/menolak-lupa-menteri-pariwisata-yang.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy