$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Masyarakat Senang 6 Orang FPI M*ti Ditembak, Kenapa?

GELORABANGSA - Kemarin kita mendapat berita mengejutkan. 6 orang FPI mati ditembak polisi. Jasad-jasad korban terbujur kaku dengan tembakan...



GELORABANGSA - Kemarin kita mendapat berita mengejutkan. 6 orang FPI mati ditembak polisi. Jasad-jasad korban terbujur kaku dengan tembakan peluru.

Sebagai sesama manusia, saya ikut berduka. Tapi sebagai warga negara Indonesia, saya bersyukur akhirnya ada anggota FPI yang mati ditembak polisi.

Arogansi dan tindakan FPI selama ini sudah luar biasa semena-mena. Mereka lakukan sweeping. 

Tangkap dan persekusi lawannya. Bahkan yang terbaru menghalang-halangi polisi dalam menyampaikan surat panggilan untuk Rizieq.

Maka ketika ada anggota FPI yang coba melawan polisi dengan senjata tajam, lalu direspon dengan tembakan mematikan, itu jelas kabar gembira bagi kita semua. Karena masyarakat sudah jengah dengan FPI ini.

Bagi saya, kematian 6 orang FPI itu sama seperti kematian para teroris.

 Sama-sama melawan polisi, sama-sama mengancam pembunuhan. Jadi kalau ada yang bilang 6 orang FPI itu bukan teroris, jelas mereka kurang referensi bacaan. 

FPI itu jelas teroris. Kalau tak percaya, silahkan posting foto Rizieq di sosial media kalian, pasti langsung dihapus oleh sistem.

Jadi jangan heran kalau masyarakat senang dan bahagia mendengar berita 6 orang FPI mati.

Bahwa kemudian Fadli Zon dengan congor busuknya bertanya kenapa sampai tembak mati? Memangnya mereka teroris? Ya biarkan saja. 

Fadli Zon sedang pura-pura tidak tahu, kalau resiko dari penembakan ya mati. Sebab ini tembakan beneran, bukan tembakan pistol air.

DPR silahkan saja membuat tim pencari fakta. Silahkan gabungkan semua elemen untuk mencari tahu. 

Silahkan saja. Syaratnya hanya satu, yakinkan masyarakat bahwa yang kalian sampaikan adalah kebenaran. Bukan cerita rekayasa untuk menyudutkan pemerintah.

Anggota DPR yang katanya merupakan perwakilan mestinya peka dengan kasus ini. Bukan malah bersikap seolah polisi harus salah.

Ya memang, ada kematian. Sebaiknya tidak sampai terjadi. Tapi apa saran terbaik kalian kalau dalam diancam dengan senjata tajam? Ngajak salaman? Kan ga mungkin.
 
Konsekuensi dua kubu yang memegang senjata adalah kematian. 

Itu logis sekali. Jangankan polisi, orang biasa pun, kalau rumahnya dimasuki maling lalu diancam dengan senjata, masyarakat awam boleh melawan sampai membunuh dengan alasan membela diri.

Kalau ada yang membuat narasi, dan bertanya, kenapa polisi tidak ada yang mati? Ini jelas pertanyaan orang kebanyakan nonton film. 

Dalam sebuah pertarungan, tak perlu harus ada perwakilan yang mati. 

Lebih jelasnya, itu pasti karena FPI tak punya kemampuan memegang senjata api. Hanya preman kampung yang baru berlatih sekali dua kali.

Sementara lawannya adalah polisi terlatih, yang memang rutin latihan menembak. Ya jelas beda efeknya. Seperti dalam sepak bola, skor tidak harus 1-6, boleh juga 0-6.

FPI mesti sadar diri. Bahwa mereka hanyalah manusia kelas menengah bawah tanpa keahlian apa-apa.

Mungkin kalian bisa dengan angkuh meneror nenek-nenek atau ibu dari Mahfud MD. 

Membawa ratusan orang laskar sambil mengancam pembunuhan. Ya tapi ingat, yang kalian teror itu nenek-nenek. Konsekuensi terburuk dari ancaman itu paling hanya penjara.

Tapi kalau yang kalian ancam adalah polisi bersenjata dan terlatih, jangan nangis kalau dilawan dan ditembak. Mati adalah konsekuensi.

Jadi simpan saja cerita sedih dan dukamu. Karena sejatinya masyarakat Indonesia tak bersimpati. Justru mensyukuri kematian kalian. Biar ga arogan dan sok-soan.

Semakin kalian bercerita tentang kesedihan, atau menganggap para korban sebagai pejuang, semakin kita yakin bahwa kalian memang teroris sejati. 

Tak lebih buruk dari pengebom bunuh diri. Dan memang, sudah selayaknya mati.

Dan kepada Polisi, jangan pernah ragu untuk melawan dan kembali menumpas para pengacau ini. 

Pistol yang disediakan oleh negara itu memang perlu sesekali kalian gunakan. Ya apa gunanya bawa pistol kalau ga dipakai?

Mungkin setelah ini akan ada serangan balasan dari sel-sel tidur dan pengikut FPI. 

Tak masalah. Terus maju dan jaga negeri ini. Jika memang ada sepuluh dua puluh orang lagi yang perlu ditembak mati, tembak saja.

 Karena kami masyarakat Indonesia sudah jengah dengan reuni-reunian, aksi-aksian, dan serangkaian arogansi yang mereka pertontonkan.

Sekali lagi, masyarakat senang dengan penembakan ini. 

Dan akan terus mendukung TNI Polri dalam bertindak tegas terhadap ormas-ormas teroris di Indonesia. Begitulah kura-kura.






S: seword (Alifurrahman)


Name

Berita,6235,Internasional,283,Nasional,5767,Opini,207,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Masyarakat Senang 6 Orang FPI M*ti Ditembak, Kenapa?
Masyarakat Senang 6 Orang FPI M*ti Ditembak, Kenapa?
https://1.bp.blogspot.com/-cdchUJI3hTM/X87hTEFOTgI/AAAAAAAAGOc/FBNUlqLXVHwgLLxFHyia7KjKtvhx5HPLgCLcBGAsYHQ/w640-h468/ZXslesGcbB-feature.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-cdchUJI3hTM/X87hTEFOTgI/AAAAAAAAGOc/FBNUlqLXVHwgLLxFHyia7KjKtvhx5HPLgCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h468/ZXslesGcbB-feature.jpeg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2020/12/masyarakat-senang-6-orang-fpi-mti.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2020/12/masyarakat-senang-6-orang-fpi-mti.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy