$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Ketua GP Ansor Jadi Menteri Agama, FPI Makin Kejang-kejang

GELORABANGSA - Sejak awal, saya meragukan Menteri Agama yang dari jenderal itu. Meskipun dipuji banyak orang di awal penunjukannya, diangga...



GELORABANGSA - Sejak awal, saya meragukan Menteri Agama yang dari jenderal itu.

Meskipun dipuji banyak orang di awal penunjukannya, dianggap bisa tegas karena jenderal, tapi saya punya analisa berbeda. Maka jangan heran kalau dulu, saya adalah sebagian kecil orang yang menyuarakan penolakan.

Dalam beberapa kesempatan, saya menuliskan kritik keras terhadap Menteri Agama yang tak paham agama itu. Cuma modal gelar jenderal!

https://seword.com/umum/kabinet-anti-radikalisme-bukannya-kabinet-DMLaDlR1O8
 
https://seword.com/politik/banyak-jenderal-ompong-di-kabinet-jokowi-yjt43mvLk9

https://seword.com/politik/menag-sayang-fpi-rizieq-layak-jadi-stafsusnya-DYbhyQUK1T

Maka kini ketika Menteri Agama diganti oleh Ketum Ansor, Gus Yaqut, saya agak bernafas lega. 

Minimal, kali ini Menteri Agama diisi oleh orang yang jelas secara ideologi. Bukan yang main dua kaki sambil mendekati FPI.

Empat hari yang lalu, Fachrul Razi dalam detik-detik terakhir jabatannya, sempat melakukan manuver dengan mengangkat Habib Lutfi sebagai penasehat. Namun tetap saja, rekam jejaknya sudah terlanjur abu-abu.

Gus Yaqut bagi saya bukan pilihan sempurna. Saya pikir pilihannya lebih kepada sosok yang senior dalam usia dan keilmuan.

 Tapi sekali lagi, pemilihan Gus Yaqut sudah cukup untuk menunjukkan kelugasan Jokowi dalam menyikapi isu-isu keagamaan di Indonesia.

Ketegasan dan keberanian saja tidak cukup. Gelar jenderal pun tidak cukup. Yang lebih penting dari itu adalah ideologi dan keyakinan terhadap NKRI. Bukan orang-orang yang coba menarik massa dan berpolitik di dalamnya.
 
Jika saya bernafas lega, sebaliknya bagi FPI dan HTI ini adalah kabar sangat buruk. Sekarang mereka tak bisa lagi bermain-main dalam aksi. 

Gus Yaqut yang sebelumnya sudah sering berhadap-hadapan dengan dua ormas radikal tersebut, kini punya kuasa dan anggaran yang cukup untuk melakukan langkah-langkah strategis yang lebih massif lagi.

Apalagi, sebelum ini 6 orang laskar FPI ditembak mati. Rizieq juga baru saja ditangkap dan diborgol masuk dalam penjara. Ibarat luka yang belum kering, sudah disiram air garam dengan penunjukan Gus Yaqut sebagai Menteri Agama.

Saya kok sangat yakin FPI sedang kejang-kejang berjamaah. Apalagi lihat Sandiaga juga jadi menteri. Klop, pasangan Capres Cawapres 2019 yang mereka dukung mati-matian kini malah jadi pembantu Presiden Jokowi.

Tapi di luar kebahagiaan dan kelegaan ini, saya berharap ke depan akan ada langkah yang lebih efektif dan efisien dalam penanganan isu radikalisme di Indonesia.

Gus Yaqut yang selama ini begitu vokal bicara soal intoleransi dan radikalisme, kini ditantang untuk melakukan sesuatu, dengan jabatan dan anggaran fantastis lewat kursi Menteri Agama.

Wibawa Ansor dipertaruhkan. Nama besar NU yang sebelumnya sempat protes soal penunjukan Menteri Agama Fachrul Razi, kini juga jadi taruhannya. Apakah setelah ini mereka bisa solid melakukan kerja-kerja besar, sesuai dengan yang diorasikan di banyak mimbar? Ataukah akan jadi seperti tukang kecap yang tak bisa bikin kecap?

Ketegasan TNI lewat pemberantasan berhala baliho Rizieq sudah dapat kita saksikan. Ketegasan Polisi menembak 6 orang FPI juga jadi catatan penting terkait penumpasan kelompok radikal di Indonesia. Pertanyaan selanjutnya, apa yang bisa dilakukan oleh Menteri Agama yang baru?

Pertanyaan ini harus dijawab dengan lugas dan jelas. Harus lebih kongkrit dari langkah TNI dan Polri. Kalau tidak, maka itu akan menjadi catatan hitam dan bahan tertawaan.

Bagaimanapun Presiden Jokowi sudah pernah salah mengangkat seorang jenderal menjadi Menteri Agama. Jangan sampai, kali ini setelah dikembalikan pada NU lagi, malah tanpa perubahan dan makin salah.

Sebagai orang awam dan jelata, saya sudah muak dengan tingkah polah FPI. Seperti hama yang kerjanya demo, demo dan demo. Dan saya yakin ada banyak orang yang punya perasaan sama. Maka tugas Menteri Agama yang baru adalah dengan menjawab keraguan dan kekecewaan masyarakat selama setahun terakhir.

Pada akhirnya saya ucapkan selamat bertugas Gus Yaqut. Negeri ini perlu ketegasan dan sikap yang lugas. Sebagai bangsa kita tidak pernah membuka diskusi dengan para perusak ideologi.

Kita juga sudah pernah melihat bagaimana Rizal Ramli, dengan segala teori dan gagasannya, setelah ditunjuk jadi Menteri malah tak melakukan apa-apa. Semoga catatan sejarah ini jadi pelajaran dan tidak terjadi pada Gus Yaqut. Begitulah kura-kura.



S:seword


Name

Berita,6173,Internasional,283,Nasional,5705,Opini,207,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Ketua GP Ansor Jadi Menteri Agama, FPI Makin Kejang-kejang
Ketua GP Ansor Jadi Menteri Agama, FPI Makin Kejang-kejang
https://1.bp.blogspot.com/-u0BXyjPztW8/X-KLnMmP0kI/AAAAAAAAG8A/S5nLXire2ZIiPYFrK_tIHjujHP8tMAqtgCLcBGAsYHQ/w640-h408/ceEepN0pU7-feature.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-u0BXyjPztW8/X-KLnMmP0kI/AAAAAAAAG8A/S5nLXire2ZIiPYFrK_tIHjujHP8tMAqtgCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h408/ceEepN0pU7-feature.jpeg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2020/12/ketua-gp-ansor-jadi-menteri-agama-fpi.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2020/12/ketua-gp-ansor-jadi-menteri-agama-fpi.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy