$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Gibran Bobby Menang, Pelajaran untuk Demokrat dan AHY

GELORABANGSA - Terus terang saya termasuk yang agak khawatir dengan hasil Pilkada 2020.  Bukan apa-apa, penangkapan KPK terhadap dua menter...



GELORABANGSA - Terus terang saya termasuk yang agak khawatir dengan hasil Pilkada 2020. 

Bukan apa-apa, penangkapan KPK terhadap dua menteri Jokowi itu sangat berdekatan dengan hari pencoblosan.

Apalagi dua menteri yang ditangkap, kebetulan sekali dari Gerindra dan PDIP. Kebetulan sekali keduanya adalah pendukung Bobby Nasution di Medan.
 
Kalau untuk Gibran, saya ga ragu. Anak itu pasti menang telak. Itu saya yakini sejak awal pencalonannya. 

Bukan karena Gibran punya tim kampanye ‘level’ Pilpres, tapi karena lawannya memang kurang greget.

Selain itu, Solo adalah basis PDIP. Tak ada yang perlu Gibran khawatirkan dari isu penangkapan dua menteri Jokowi.

Saya juga ga kaget kalau Gibran sukses menang dengan perolehan 83 persen suara. Menang telak.

 Karena faktor-faktor pendukungnya memang sangat bertolak belakang dengan lawannya.

Tapi di Medan, persaingannya sangat ketat. Akhyar Nasution adalah Walikota pertahana. Akhyar adalah kader PDIP yang membelot ke Demokrat karena tidak mendapat rekom melanjutkan kepemimpinannya.

Bobby yang baru dalam dunia politik itu menghadapi calon pertahana dengan kekuatan cukup besar. Belum lagi, Abdul Somad ikut turun gunung bersama PKS dan gengnya.

Penangkapan terhadap dua menteri Jokowi, dari dua partai pengusung Bobby, jelas cukup menjadi pukulan telak. Dengan gap yang sangat kecil, kemungkinan menang kalahnya menjadi 50:50.

Masalahnya, Bobby sebagai menantu Presiden punya beban moral yang cukup berat. Menang dianggap biasa, kalah malu-maluin.

Publik tutup mata dengan kekuatan besar yang sedang dihadapi Bobby. Bahkan mungkin juga ga tau kalau Akhyar adalah Walikota pertahana. Pokoknya kalau Bobby kalah ya malu.

Namun dengan sikap dewasa yang ditunjukkan oleh Gerindra dan PDIP, isu penangkapan KPK itu akhirnya tak berdampak fatal pada Pilkada Medan.
 
Bobby unggul 55 persen. Itu angka yang sangat luar biasa besar untuk seorang anak muda yang baru pertama maju di Pilkada, sukses mengalahkan pertahana.

Sebenarnya saya sempat memprediksi dua kasus penangkapan oleh KPK itu tak akan berdampak signifikan. https://seword.com/politik/kpk-dan-drama-politik-yang-gagal-pengaruhi-pilkada-x6MBQ5eUiV

Namun tetap saja, itu cukup mengkhawatirkan. Mengingat beban moral ‘keluarga Presiden’ yang harus dikawal secara sempurna untuk kemenangan.

Kemenangan Gibran dan Bobby adalah tanda betapa masyarakat masih sangat-sangat percaya dengan Presiden Jokowi. Sehingga dua kasus penangkapan kasus korupsi oleh KPK, tidak berdampak signifikan terhadap dua calon kepala daerah dari keluarga Presiden.

Selain itu, memang kualitas Gibran dan Bobby cukup layak untuk memenangkan pertandingan. Di level pencalonan yang pas.

Kemenangan Gibran dan Bobby mestinya dijadikan pelajaran dan evaluasi. Terutama bagi Demokrat.

Anak SBY yang kini ‘dikarbit’ untuk tiba-tiba menjadi ketum parpol, melangkahi banyak seniornya, mestinya sadar diri.

AHY bukan siapa-siapa. Tak punya pengalaman apa-apa kecuali kekalahannya di Pilkada Jakarta. Maka jangan pernah bermimpi untuk menjadi Capres.

Kalau berani, mulailah dari tingkat kota. Kalaupun mau tingkat Provinsi, ambil lah yang lebih rasional, bukan Jakarta. Ini udah kalah di Jakarta, malah digadang-gadang jadi Capres.

Itu kan sama kayak Somad yang sudah gagal jadi influencer kampanye di Pilpres 2019, masih dipake di Pilkada Medan. Udah tau influencer gagal, dipake lagi, ya gagal lagi. Hahaha

Atau kalau AHY memang sudah terlalu agung untuk maju level kota, terlalu priyai, minimal bersedia jadi Wagub dulu. Misal AHY jadi wakilnya Anies di Pilkada DKI. Itu lebih masuk akal.

Tapi apapun itu, AHY sudah terlanjur jadi ketua umum partai. Dan levelnya memang sudah Capres. Rasanya belum pernah ada Ketum partai maju di Pilkada. Hahaha Posisi AHY jadi serba salah lagi.

Pada akhirnya, kepada Gibran dan Bobby saya ucapkan selamat bekerja. Kemenangan ini berat sekali. Status sebagai anak dan menantu Presiden mungkin dapat membantu suara kalian di Pilkada kemarin. Tapi beban dan tanggung jawab kalian setelah ini akan jauh lebih berat. Karena dikit-dikit akan dibandingkan dengan kerja keras Jokowi.

Kalian adalah kepala daerah yang tak boleh salah sedikitpun di mata hukum. Karena sedikit saja melenceng, kubu oposisi tingkat nasional akan ikut menyerang dan mengait-ngaitkannya dengan Presiden 
Jokowi. Begitulah kura-kura




S: seword:Allifurrahma


Name

Berita,6173,Internasional,283,Nasional,5705,Opini,207,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Gibran Bobby Menang, Pelajaran untuk Demokrat dan AHY
Gibran Bobby Menang, Pelajaran untuk Demokrat dan AHY
https://1.bp.blogspot.com/-GL6BurpLvog/X9MDgx-qJjI/AAAAAAAAGb4/YoQ4YjAXOIwqzBMcH-zLd4NXXufXcyF7gCLcBGAsYHQ/w640-h426/tIRAV3295G-feature.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-GL6BurpLvog/X9MDgx-qJjI/AAAAAAAAGb4/YoQ4YjAXOIwqzBMcH-zLd4NXXufXcyF7gCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h426/tIRAV3295G-feature.jpeg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2020/12/gibran-bobby-menang-pelajaran-untuk.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2020/12/gibran-bobby-menang-pelajaran-untuk.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy