$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Buruh Mogok Nasional Diancam PHK, Denny Siregar: Biar Nyaho, Dikira Cari Kerja Mudah?

GELORABANGSA - Pegiat media sosial sekaligus pengamat politik Denny Siregar mendukung tindakan pengusaha yang mengancam pemutusan hubungan ...



GELORABANGSA
- Pegiat media sosial sekaligus pengamat politik Denny Siregar mendukung tindakan pengusaha yang mengancam pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi buruh yang ikut dalam aksi mogok kerja nasional dalam rangka menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Menurutnya, sikap pengusaha tersebut sebagai respon agar tidak tinggal diam atas aksi mogok kerja oleh buruh.

Hal ini diungkapkan melalui unggahan akun media Twitter-nya @dennysiregar7.

“Nah gitu, serangan balik dari para pengusaha. Biar enggak dikira anteng dan pasrah. Biar nyaho, dikira cari kerja mudah?” tulisnya seperti dikutip oleh Akurat.co, Jakarta, Kamis (8/10/2020).

Lebih lanjut, Denny juga mengaku heran dengan salah satu tuntutan buruh soal upah buruh dibayar per jam dalam Omnibus Law UU Cipta Kerja. Sebab, ia menilai memang sudah sepatutnya upah dibayarkan sesuai jam kerja.

"Emang kenapa sih kalo digaji per jam? Gua dulu waktu jadi buruh di radio juga bayarannya per jam. Kalau ambil jam siarannya banyak, gajiannya juga banyak. Kalau enggak hadir, teman gua yang gantiin yang dapat upahnya. Itu fair. Masa' enggak kerja, tapi pengen dapet gaji utuh per bulan?" jelasnya.

Seperti diketahui, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menyatakan, secara hukum, PHK diperbolehkan karena mogok nasional yang dilakukan buruh dianggap tidak sah lantaran bukan dikarenakan kegagalan perundingan.

Dasar hukum yang dimaksud Shinta, yaitu UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. Pada pasal 137 berbunyi: Mogok kerja sebagai hak dasar pekerja/buruh dan serikat pekerja/serikat buruh dilakukan secara sah, tertib, dan damai sebagai akibat gagalnya perundingan.

Sedangkan, mengutip Pasal 3 Kepmen Nomor 232 Tahun 2003 tentang Akibat Hukum Mogok Kerja yang Tidak Sah, disebutkan bahwa mogok kerja tidak sah apabila dilakukan: a) bukan akibat gagalnya perundingan.

Oleh kedua dasar hukum tersebut, Shinta menilai sanksi dapat diberikan. Namun, bukan sanksi PHK yang langsung diambil, melainkan pemanggilan selama tiga kali. Jika yang bersangkutan tak memenuhi panggilan atau mangkir, maka sanksi PHK dapat diberikan.

Sumber: akurat


Name

Berita,4468,Internasional,266,Nasional,4019,Opini,204,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Buruh Mogok Nasional Diancam PHK, Denny Siregar: Biar Nyaho, Dikira Cari Kerja Mudah?
Buruh Mogok Nasional Diancam PHK, Denny Siregar: Biar Nyaho, Dikira Cari Kerja Mudah?
https://1.bp.blogspot.com/-Ab4jQ_QE89k/X3-qYdG_QRI/AAAAAAAAN1w/kUQj6p4udEgWF9KsOeCfCd7sD228_RIwQCLcBGAsYHQ/w640-h640/20201009_080839.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-Ab4jQ_QE89k/X3-qYdG_QRI/AAAAAAAAN1w/kUQj6p4udEgWF9KsOeCfCd7sD228_RIwQCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h640/20201009_080839.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2020/10/buruh-mogok-nasional-diancam-phk-denny.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2020/10/buruh-mogok-nasional-diancam-phk-denny.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy