$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Siapa Muchdi Pr, Eks Danjen Kopassus yang Lengserkan Tommy Soeharto di Partai Berkarya? Karir Moncer

GELORABANGSA - Nama Muchdi Purwopranjono (Muchdi pr) menjadi sorotan setelah menggantikan Tommy Soeharto sebagai ketua umum Partai Ber...




GELORABANGSA - Nama Muchdi Purwopranjono (Muchdi pr) menjadi sorotan setelah menggantikan Tommy Soeharto sebagai ketua umum Partai Berkarya.

Muchdi Pr dipilih lewat Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) oleh Presidium Penyelamat Partai Berkarya (P3B).

Muchdi Pr kini memimpin Partai Berkarya sesuai Surat Keputusan Kemenkumham, tentang Pengesahan Perubahan Susunan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Berkarya periode 2020-2025.

Namun, penunjukan Muchdi PR sebagai ketua umum Partai Berkarya ini ditentang Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, ketua umum sebelumnya.

Tommy Soeharto akan mengupayakan sejumlah langkah hukum terhadap SK Kemenkumham tersebut. Tommy menyebut akan melakukan upaya hukum melalui PTUN meskipun membutuhkan waktu.

“Tentunya ini tidak akan kita biarkan, kita akan terus berjuang untuk membela kebenaran dan keadilan. Dan untuk itu upaya yang akan kita lakukan adalah upaya hukum, karena ini memang semua dasarnya hukum,” kata Tommy Soeharto dalam Silaturahmi Nasional Partai Berkarya, Jumat (14/8/2020).

Lebih lanjut Tommy mengatakan, mengupayakan terobosan hukum baru dalam menghadapi masalah ini.

Kendati demikian, ia belum mau menyebutkan strategi apa yang dimaksud.

“Namun demikian, yurisprudensinya sudah ada dan memang bisa dibuktikan. Tentunya kita harapkan ini akan menjadi terobosan hukum yang bisa menangkan keberadaan Partai Berkarya SK 04 tahun 2018.” ucap dia.

Tommy menyebut pihaknya terus berkomunikasi dengan ahli hukum untuk bisa memberikan masukan-masukan terkait upaya-upaya hukum apa saja yang bisa kita lakukan.

“Tentunya kita harapkan upaya ini sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan demi kebenaran dan keadilan dan penegakan hukum itu sendiri,” ujar Tommy.

Ia optimis melalui upaya hukum tersebut, pengadilan dapat menganulir SK 16 dan 17 tahun 2020 sehingga mengelola Partai Berkarya kembali pada SK 04 2018.

Di bagian lain, Partai Berkarya kubu Muchdi Purwopranjono menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Singgasana, Surabaya, Jawa Timur pada 14 hingga 16 Agustus 2020.

Dalam Rakernas tersebut, Muchdi menegaskan, tidak ada dualisme di tubuh Partai Berkarya.

"Pengurus Partai Berkarya hanya satu sesuai SK Kemenkumham per tanggal 30 Juli 2020, jadi tidak ada dualisme kepemimpinan," kata Muchdi seperti disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2020).

Muchdi, lanjut dia, juga menegaskan tidak akan ada pemberhentian kader Partai Berkarya di masa mendatang.

Ia pun mengingatkan pada kadernya untuk selalu taat dengan konstitusi Partai Berkarya, serta bukan taat pada ketua umum.

"Sehingga pengelolaan partai dilakukan secara profesional dan terukur," ujar Badaruddin.

Badaruddin mengatakan, SK tersebut diterbitkan Kemenkumham pada 30 Juli 2020 dengan Nomor M.HH-17.AH.11.01 TAHUN 2020.

Dengan demikian, terdapat perubahan mendasar di kepengurusan DPP Partai Berkarya.

Untuk diketahui, terjadi dualisme di internal Partai Berkarya akibat dilaksanakannya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) dalam rangka pergantian susunan kepengurusan DPP partai.

Badaruddin mengatakan, pelaksanaan Munaslub yang digelar Presidium Penyelamat Partai adalah legal atau resmi.

Namun, Partai Berkarya yang dipimpin oleh Tommy Soeharto menolak hasil Munaslub yang digelar Presidium Penyelamat Partai.

Siapa sebenarnya Muchdi Pr?

Muchdi Pr lahir di Sleman, Yogyakarya pada 15 April 1949.

Muchdi Pr adalah seorang purnawirawan perwira tinggi militer Indonesia dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal.

Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1970 itu dikenal sebagai salah satu perwira yang moncer pada masa era Orde Baru.

Sejumlah posisi strategis kedinasan militer pernah ia emban.

Muchdi pernah menjabat Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Tanjungpura tahun 1985.

Dia ditunjuk menjadi Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus ( Kopassus) menggantikan posisi Prabowo Subianto yang naik pangkat sebagai Pangkostrad pada Maret 1998.

Di era reformasi, Muchdi pernah menduduki jabatan yang cukup menarik di pemerintahan.

Ia pernah menjabat posisi Deputi V Badan Intelijen Negara (Bakin) Bidang Penggalangan pada 2001-2005.

Muchdi Pr pernah didakwa dalam kasus pembunuhan aktivios HAM Munir Said Thalib pada 2004.

Dia didakwa dalam kapasitasnya sebagai Deputi V BIN.

Ia dianggap bertanggung jawab atas kematian Munir, yang motifnya menurut Jaksa Penuntut Umum, adalah dendam dikaitkan kepada kasus penculikan aktivis 1997/1998 yang dilakukan oleh tim Mawar.

Pada saat persidangan, terungkap bahwa dia sama sekali tidak terlibat dalam penculikan tersebut karena peristiwa tersebut terjadi dalam kurun waktu yang sama ketika ia menjabat sebagai Panglima Kodam Tanjungpura, Kalimantan.

Dalam persidangan yang sama, terungkap bahwa pada saat ia menjabat sebagai Danjen KOPASSUS menggantikan Prabowo, ia justru membebaskan para aktivis yang ditangkap.

Pada tanggal 31 Desember 2008, Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menvonis Muchdi PR bebas murni dari segala dakwaan.

Ia yang pernah terlibat aktif dalam organisasi PII (Pelajar Islam Indonesia) sewaktu remaja dulu, saat ini aktif dalam organisasi politik.

Ia sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra.

Hubungan Muchdi dan Prabowo sendiri sudah terjalin sangat dekat sejak lama, mereka bersahabat.

Namun, mereka akhirnya berselisih paham hingga membuat Muchdi keluar dari Gerindra pada Februari 2011.

Muchdi kemudian memutuskan bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Solo, Jawa Tengah pada 18 Februari 2011

Ketidakharmonisannya dengan Prabowo berlanjut.

Pada pilpres 2014 Muchdi memilih untuk mendukung pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) ketimbang mendukung Prabowo-Hatta Rajasa.

Padahal PPP saat itu masuk dalam koalisi yang mendukung pasangan Prabowo-Hatta.

Muchdi bersama Pollycarpus Budihari Priyanto kemudian bergabung dengan Partai Berkarya besutan Tommy Soeharto pada 2019 silam.

Wakil Ketua Umum Partai Berkarya itu justru mendukung Joko Widodo - Maruf Amin pada pilpres 2019 silam

Muchdi Pr mendeklarasikan dukungannya pada acara silaturahim antara Presiden Joko Widodo dan purnawirawan TNI/Polri.

Sumber: tribunnews


Name

Berita,4186,Internasional,259,Nasional,3744,Opini,204,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Siapa Muchdi Pr, Eks Danjen Kopassus yang Lengserkan Tommy Soeharto di Partai Berkarya? Karir Moncer
Siapa Muchdi Pr, Eks Danjen Kopassus yang Lengserkan Tommy Soeharto di Partai Berkarya? Karir Moncer
https://1.bp.blogspot.com/-K-mrm_0tRvA/XzfqWVcz5XI/AAAAAAAAMAg/136OK0Mu_wsoPNXBhM-lyUbBhpGLMfPJgCLcBGAsYHQ/s640/20200815_215917.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-K-mrm_0tRvA/XzfqWVcz5XI/AAAAAAAAMAg/136OK0Mu_wsoPNXBhM-lyUbBhpGLMfPJgCLcBGAsYHQ/s72-c/20200815_215917.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2020/08/siapa-muchdi-pr-eks-danjen-kopassus.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2020/08/siapa-muchdi-pr-eks-danjen-kopassus.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy