$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

RCTI Masih Trending, Pemerintah Tak Setuju dengan Gugatan RCTI, Netizen Ancam Boikot Hingga Demo

GELORABANGSA - RCTI masih menduduki trending topic Twitter sejak Kamis (27/8/2020) hingga Jumat (28/8/2020) pagi. Kebanyakan cuitan wa...


GELORABANGSA - RCTI masih menduduki trending topic Twitter sejak Kamis (27/8/2020) hingga Jumat (28/8/2020) pagi.

Kebanyakan cuitan warganet menyayangkan langkah RCTI yang mengajukan gugatan soal layanan video over the top (OTT) atau layanan yang berjalan di atas internet untuk dimasukkan dalam klasifikasi penyiaran.

Tak hanya RCTI, iNews TV juga ikut mengajukan gugatan tersebut.

Dua perusahaan media itu menyebut pengaturan penyiaran berbasis internet dalam Pasal 1 ayat 2 UU Nomor 32 Tahun 2020 tentang Penyiaran terbilang ambigu dan menyebabkan ketidakpastian hukum.

Atas gugatan itu, pengguna media sosial di Indonesia terancam tidak bisa menggunakan fitur siaran live di platform manapun.

Sebab perusahaan pemilik layanan seperti Google dan Facebook harus mengantongi izin sebagai lembaga penyiaran terlebih dahulu.

Tak hanya berlaku untuk publik, jika siaran live di media sosial dikategorikan sebagai penyiaran, maka badan usaha hingga badan hukum harus memiliki izin lembaga penyiaran.

Hingga berita ini diturunkan, RCTI telah dibagikan hingga 59,300 Tweet

Berikut sebagian cuitan terbaru netizen terkait trending RCTI

@hendralm: Nambah lagi nih alasan untuk memboikot RCTI. Sampah! Payah
Jika Gugatan RCTI Dikabulkan, Publik Tak Bisa Tampil Live di Media Sosial
Jika gugatan uji materi RCTI dikabulkan, maka setiap orang atau pihak yang ingin tampil live di media sosial harus memiliki izin sebagai lembaga penyiaran.

@PiToHuichan: Nahkan klo sdh kek gini. Apalgi sampe dikabulkan tuntutan dri RCTI, ya aku cuma mau blng AYO DEMO LAGI, INI NEGARA DEMOKRASI!!

@Ichayukii: rcti rese

@TforTolol: RCTI ketolong sama Home Alone aja jangan sok keras

@rriskyy_: emang rcti pernah ok?

@Gustk_: meskipun gugatan Rcti Menang, masih gak kepikiran bakal nyalain tv terus nonton stasiun tv ini.

@Chae_re_: sudah lama tdak nonton tv sejak kartun di rcti dan di indosiar dikurangi dan sinetron tidak jelas inti permasalahannya apa, judulnya apa ceritanya apa diperbanyak ckckck dari jaman gw masi sd sampe sekarang anak teman gw masuk sd fix #KualitasTvIndonesiaDown

@irgineu: gw live ig muncul di rcti

@FelixMarpaung6: Klo bisa sekalian app Zoom ya, biar gaada kuliah online, Hahh? Udh lah males kritik TV gaguna
RCTI apansi sok asik

Sebelumnya beberapa public figure juga turut bereaksi.

Ernest Prakasa misalnya, ia mengaku terkejut dengan mencuitkan kalimat apa adanya dan me-retweet sebuah berita media online.

Seorang pegiat sosial media, Denny Siregar juga mengomentari hal tersebut.

"Panik panik..

Media mainstream, bahkan televisi spt @OfficialRCTI panik hadapi pergeseran.

Media sosial yang tadinya dipandang sbg anak bawang, bisa jadi mesin penghancur media dgn kapital besar..

Selamat datang, perubahan..," tulis @Dennysiregar7.

Seorang warganet dengan akun @motulz turut berargumen.

"RCTI mempersoalkan penyiaran di platform medsos oleh publik..

Sementara itu hampir banyak TV swasta menggunakan konten YouTube / TikTok dst milik publik utk jadi materi program TV mereka... ada jeda iklan pula! cerdas," tulis @motulz.

Seperti diketahui, fitur live yang terdapat di Instagram, Facebook, dan YouTube sangat populer di Indonesia.

Penggunaan fitur ini justru sangat meningkat pada masa pandemi Covid-19 seperti ini.

Dikutip dari Kompas.com, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan usulan tersebut akan mengubah tatanan industri penyiaran dan mengubah keseluruhan UU Penyiaran.

Hal tersebut diutarakan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kominto, Ahmaf M Ramli.

"Perluasan definiasi penyiaran akan mengklasifikasikan kegiatan seperti Instagram TV, Instagram Live, Facebook Live, YouTube Live, dan penyaluran konten audio visual lainnya dalam platform media sosial diharuskan menjadi lembaga penyiaran yang wajib berizin," ujar Ahmad M Ramli secara virtual dalam sidang lanjutan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Rabu (26/8/2020).

Sehingga Kominfo harus menutup layanan Google, Facebook, dan lain-lain jika pihak tersebut tidak mengajukan izin ke lembaga penyiaran Indonesia.

"Artinya, kami harus menutup mereka (Google, Facebook, dkk) kalau mereka tidak mengajukan izin," lanjut Ahmad M Ramli.

Itu artinya, baik perorangan atau badan usaha yang tidak memenuhi persyaratan perizinan penyiaran akan menjadi pelaku penyiaran ilegal.

Sehingga mereka harus ditertibkan oleh aparat penegak hukum karena melakukan penyiaran tanpa izin.

Ahmad M Ramli juga menyadari layanan OTT sangat beragam dan dalam lingkup yang luas, sehingga aturannya pun cukup kompleks dan tidak hanya dalam satu aturan.

Termasuk para pembuat konten siaran lintas batas negara yang tidak mungkin terjangkau dengan hukum Indonesia.

"Mengatur layanan OTT secara ketat juga akan menghadapi tantangan hukum dalam penegakkannya karena mayoritas pelayanan OTT saat ini berasal dari yuridikasi di luar Indonesia," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ahmad M Ramli mengatakan bahwa kemajuan tekonologi memang meyebabkan terjadinya konvergensi antara telekomunikasi dan media penyiaran.

Ia juga menyebut layanan OTT di Indonesia terus berkembang dan akan menghambat laju ekonomi kreatif dan ekonomi digital apabila gugatan itu dikabulkan.

Ahmad M Ramli juga menyadari layanan OTT sangat beragam dan dalam lingkup yang luas, sehingga aturannya pun cukup kompleks dan tidak hanya dalam satu aturan.

Termasuk para pembuat konten siaran lintas batas negara yang tidak mungkin terjangkau dengan hukum Indonesia.

"Mengatur layanan OTT secara ketat juga akan menghadapi tantangan hukum dalam penegakkannya karena mayoritas pelayanan OTT saat ini berasal dari yuridikasi di luar Indonesia," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ahmad M Ramli mengatakan bahwa kemajuan tekonologi memang meyebabkan terjadinya konvergensi antara telekomunikasi dan media penyiaran.

Ia juga menyebut layanan OTT di Indonesia terus berkembang dan akan menghambat laju ekonomi kreatif dan ekonomi digital apabila gugatan itu dikabulkan.

Sumber: tribunnews


Name

Berita,4186,Internasional,259,Nasional,3744,Opini,204,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: RCTI Masih Trending, Pemerintah Tak Setuju dengan Gugatan RCTI, Netizen Ancam Boikot Hingga Demo
RCTI Masih Trending, Pemerintah Tak Setuju dengan Gugatan RCTI, Netizen Ancam Boikot Hingga Demo
https://1.bp.blogspot.com/-VDvkErNLs9I/X0hF2abDpaI/AAAAAAAAMaA/nad185-QJko0-Hm8nrCg3ZtUGOvNVRjYwCLcBGAsYHQ/s640/df8104d565344e6ae5d5ff7956014148.webp
https://1.bp.blogspot.com/-VDvkErNLs9I/X0hF2abDpaI/AAAAAAAAMaA/nad185-QJko0-Hm8nrCg3ZtUGOvNVRjYwCLcBGAsYHQ/s72-c/df8104d565344e6ae5d5ff7956014148.webp
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2020/08/rcti-masih-trending-pemerintah-tak.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2020/08/rcti-masih-trending-pemerintah-tak.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy