$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Pelajar di Sidoarjo Babak Belur Dihajar Rombongan Pesepeda, Gara-gara Menegur Agar Tak Bergerombol

GELORABANGSA - Seorang pelajar dikeroyok oleh rombongan pesepeda di Sidoarjo. Para pelaku tersinggung dengan ucapan "minggir b...



GELORABANGSA - Seorang pelajar dikeroyok oleh rombongan pesepeda di Sidoarjo.

Para pelaku tersinggung dengan ucapan "minggir bos" yang dilontarkan korban.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami lebam di tubuhnya.

Video rekaman CCTV pelajar asal Sidoarjo dianiaya sekelompok rombongan pesepeda (gowes) viral.

Dalam rekaman CCTV berdurasi 02.51 menit itu pelajar berinisial Mf (18) asal Desa Sebani, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo dihampiri tiga orang pesepeda.

Anggota rombongan gowes tiba-tiba mengeroyok dan memukul korban pada bagian perut sampai jatuh tersungkur.

Korban yang berupaya berdiri terlihat menahan sakit akibat pukulan itu.

Di saat bersamaan muncul seorang pesepeda bertubuh kekar mendatanginya dan langsung menendang tubuh korban dari arah belakang.

Pemukulan itu masih terus berlanjut meski warga setempat dan pengguna jalan berupaya melerainya.

Bahkan pelaku masih saja berulang kali memukul korban di bagian kepalanya.

Penganiayaan berhenti usai korban dilerai oleh anggota TNI dan menjauh dari lokasi kejadian perkara.

Akibat penganiayaan tersebut korban mengalami lebam di bagian perut dan bahu kanan serta luka gores pada leher sebelah kanan.

Berikut fakta-faktanya:

1. Dipicu 'Minggir bos'

Penganiayaan ini dipicu lantaran pelaku tidak terima dengan perkataan korban yang bermaksud meminta rombongan pesepeda itu melaju tidak bergerombol di jalan raya.

Korban penganiayaan MF, menjelaskan berangkat dari rumah warga Desa Sebani, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.

Ia mengendarai motor Honda Beat warna hitam W 5511 TA menuju sekolahnya di SMK Raden Patah hendak meminta tanda tangan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Dalam perjalanan, dia berpapasan dengan rombongan pesepeda dari arah Rolak Songo menuju Kota Mojokerto.

Rombongan pesepeda itu bergerombol sehingga menyebabkan kemacetan.

"Saya menyalip rombongan pesepeda itu terus saya bilang Minggir Bos dan melanjutkan perjalanan ke sekolahan Raden Patah Mojokerto," ujarnya di Mapolsek Magersari, Polres Mojokerto Kota, Selasa (7/7/2020).

2. Helm dilempar dan ditendang

Tiba di sekolah, korban berhenti di samping sekolah SMK Raden Patah sembari menghubungi temannya yang bermaksud bareng untuk meminta tanda tangan KIP di sekolahnya.

Tiba-tiba salah satu dari rombongan pesepeda itu memegang pundaknya dari arah belakang.

"Seorang pesepeda itu bilang kamu menantang lantas saya bilang aku memberitahu kalau minggir bos, kemudian saya dipukuli," ungkapnya.

Pelaku mengeroyok dan memukuli korban.

Sontak, korban berusaha menyelamatkan diri yaitu dengan berupaya melepas kedua tangan pelaku yang memegang lehernya.

Pelaku mencopot helm korban secara paksa. Bahkan pelaku melemparkan helm itu yang mengenai kepala korban.

"Yang memukul sekitar tiga orang, dipukul di perut, kepala kena lemparan helm dan dicekik," jelasnya.

3. Ciri-ciri pelaku

Adapun ciri-ciri pelaku berbadan kekar dan tinggi sekitar 170 sentimeter. Rombongan pesepeda itu sekitar lebih dari 10 orang.

"Saya tidak sempat menjelaskan langsung dipukuli," ucapnya sembari menunjukkan luka lebam pada bagian bahu kanan.

Warga setempat dan pengguna jalan sudah melerai keributan itu namun pelaku masih saja memukul korban.

Korban sempat dilerai oleh anggota TNI dan menjelaskan permasalahannya bahwa ia memberitahu kalau rombongan pesepeda itu diminta berjalan di pinggir jalan tidak bergerombol.

"Sepertinya orang-orang pesepeda itu tidak terima sehingga saya dipukuli lagi," terangnya.

4. Dilaporkan polisi

Korban melaporkan kasus penganiayaan ini ke Polsek Magersari, Polres Mojokerto Mojokerto.

Kapolsek Magersari, Kompol M. Sulkan membenarkan adanya kejadian penganiayaan terhadap pelajar yang dilakukan oleh sekolompok pesepeda.

"Kami masih memeriksa saksi sekaligus rekaman kamera CCTV terkait kasus penganiayaan yang melibatkan rombongan pesepeda," ujarnya di Polsek Magersari, Selasa (7/7/2020).

Ia menjelaskan kronologi penganiayaan ini berawal korban berangkat dari rumah mengendarai motor Honda Beat warna hitam W 5511 TA menuju sekolahnya di SMK Raden Patah.

Korban bertemu rombongan Gowes sepeda ontel yang berjalan beriringan indikasi menutup jalan di pertigaan Jatikulon, Mojoanyar Kabupaten Mojokerto.

"Korban berkata minggir bos dan melanjutkan perjalanan menuju ke sekolahnya," jelasnya.

Menurut dia, korban berhenti di pertigaan tepatnya di samping sekolah SMK Raden Patah. Ternyata korban disusul oleh rombongan pesepeda sampai terjadi kejadian itu.

"Motif penganiayaan ini diduga lantaran rombongan pesepeda merasa tersinggung dengan perkataan korban sehingga terjadi insiden tersebut," ungkapnya.

Tindakan arogan sekelompok pesepeda itu tidak dapat dibenarkan lantaran pengeroyokan yang mengakibatkan korban mengalami luka-luka itu adalah perbuatan penganiayaan yang merupakan tindakan Pidana.

"Pelaku belum diketahui masih dalam penyelidikan," terangnya.

Achmadi (46) orang tua korban mengaku tidak terima anaknya dikeroyok olehsekolompok pesepeda sampai babak belur.

"Harus diusut sampai tuntas sampai pelaku penganiayaan ditangkap tetap lanjut proses hukum," pungkasnya.

Sumber: tribunnews.com


Name

Berita,3628,Internasional,250,Nasional,3195,Opini,204,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Pelajar di Sidoarjo Babak Belur Dihajar Rombongan Pesepeda, Gara-gara Menegur Agar Tak Bergerombol
Pelajar di Sidoarjo Babak Belur Dihajar Rombongan Pesepeda, Gara-gara Menegur Agar Tak Bergerombol
https://1.bp.blogspot.com/-ArtCZWZGzZc/XwUbx1i6XeI/AAAAAAAAKCA/EaKTGhUFCCk_RO8uBSE3GKD0cRCeziUrwCLcBGAsYHQ/s640/pelajar-dipukuli-rombongan-sepeda.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-ArtCZWZGzZc/XwUbx1i6XeI/AAAAAAAAKCA/EaKTGhUFCCk_RO8uBSE3GKD0cRCeziUrwCLcBGAsYHQ/s72-c/pelajar-dipukuli-rombongan-sepeda.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2020/07/pelajar-di-sidoarjo-babak-belur-dihajar.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2020/07/pelajar-di-sidoarjo-babak-belur-dihajar.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy