$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Media Australia Sebut Indonesia Bakal jadi Episentrum Corona di Asia

GELORABANGSA - Salah satu epidemiolog ternama menyebut Indonesia akan menjadi episentrum Virus Corona ketiga di Asia, setelah China dan...



GELORABANGSA - Salah satu epidemiolog ternama menyebut Indonesia akan menjadi episentrum Virus Corona ketiga di Asia, setelah China dan India.

Pernyataan ini dimuat di salah satu artikel media Australia, The Sydney Morning Herald, pada Senin (6/7).

Menurut epidemiolog dari Universitas Indonesia, Pandu Riono, tingkat infeksi Virus Corona akan terus meningkat hingga September atau Oktober.

Bahkan, angka ini dapat mencapai 4 ribu kasus per hari. Berdasarkan pemodelan universitas, kenaikan akan terus berlanjut, kecuali diterapkan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Pada Minggu (5/7), Indonesia melaporkan 1.607 kasus baru, tertinggi kedua, dan 82 kematian dalam sehari.

Total kasus COVID-19 hingga Minggu (5/7) telah mencapai 63.749 kasus positif dan 3.171 kematian.

Jika pertambahan ini terus berlanjut, Indonesia akan melampaui angka resmi China yang mencapai 83.557 kasus dan 4.634 kematian beberapa minggu lagi.

Meski angka resmi China dan Indonesia masih diragukan pakar, tren kenaikan infeksi di Tanah Air sudah jelas.

Menurut Dr Pandu, Indonesia perlu melipatgandakan jumlah tes PCR agar penanganan penyakit yang menyebar ke 17 ribu pulau di negara ini bisa lebih baik.

"Angkanya sangat rendah, di situlah letak kesalahannya. Regulasi pemerintah, cara mereka melakukan tes, didasarkan pada gejala. Itulah kesalahan mereka," ungkapnya.

Menurut dokter yang jadi penasihat gubernur Jakarta, Jawa Barat, dan kota lainnya ini, aturan tes tersebut berpotensi meleset dalam mendeteksi orang tanpa gejala (OTG).

Ia menambahkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tak berhasil.

Itu sebabnya pria ini mendesak pemerintah mempromosikan secara luas 3 tindakan yang dikenal sebagai '3M', yaitu 'Masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci Tangan'.

Sejak bulan lalu, banyak provinsi telah melonggarkan pembatasan sosial akibat tekanan pada ekonomi dan sektor informal.

Jika otoritas kesehatan mempromosikan 3M, Dr Pandu mengklaim puncak tingkat infeksi akan terjadi lebih cepat pada Juli, lalu mulai turun pada Oktober.

Namun, jika tidak ada langkah baru yang ketat, Indonesia disebutnya akan menjadi pusat episentrum ketiga di Asia, setelah China dan India.

Saat ini tingkat tes di Indonesia mencapai 10 ribu orang per hari dan memproses sekitar 20 ribu spesimen per hari.

Artinya, tingkat tes corona nasional hanya sebesar 3.377 per 1 juta penduduk.

Padahal, menurut data Worldometer, Singapura telah melakukan tes 129.509 tes per 1 juta penduduk, Malaysia 24.854 per 1 juta penduduk, Thailand menguji 8.648 per 1 juta penduduk, sedangkan Filipina menguji 7.286 per 1 juta penduduk.

Artinya, tingkat tes di Indonesia masih sangat rendah.

Belum lama ini, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Achmad Yurianto menegaskan bahwa sebagian besar dari 34 provinsi di Indonesia telah dinyatakan sebagai zona hijau.

Misalnya, Yurianto menyatakan pada 29 Juni bahwa 13 provinsi telah melaporkan nol kasus dalam sehari.

Beberapa di antaranya adalah Aceh, Bengkulu, Jambi, Yogyakarta, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Namun, analisis tingkat tes PCR di beberapa provinsi itu serendah 94 per 1 juta penduduk.

Data tingkat tes pun tidak secara teratur diterbitkan otoritas dan beberapa provinsi menolak membuka datanya untuk The Age dan Sydney Morning Herald.

Provinsi Aceh yang dihuni sekitar 5 juta penduduk melaporkan 79 infeksi pada 28 Juni, sedangkan tingkat tesnya hanya 436 orang per 1 juta penduduk.

Sementara itu, provinsi Jambi yang dihuni 3,4 juta orang melaporkan 117 infeksi, tetapi hanya menguji 94 orang per 1 juta penduduk.

Totalnya, 8 dari 13 provinsi yang disebutkan Yurianto telah mencatat kurang dari 1.000 tes PCR per 1 juta penduduk, kurang dari sepertiga rata-rata nasional.

Tes PCR dianggap sebagai standar emas dan jauh lebih akurat daripada tes kilat atau rapid test.

Artinya, menurut Dr Pandu, sejumlah provinsi 'tidak benar-benar hijau', meski pemerintah mengklaim tingkat infeksinya sangat rendah.

"Kita tidak bisa menyepakati suatu daerah sebagai zona hijau jika tingkat tesnya sangat rendah. Itu tidak dibenarkan berdasarkan prinsip-prinsip epidemiologis," tandasnya.

Sumber: akurat


Name

Berita,3628,Internasional,250,Nasional,3195,Opini,204,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Media Australia Sebut Indonesia Bakal jadi Episentrum Corona di Asia
Media Australia Sebut Indonesia Bakal jadi Episentrum Corona di Asia
https://1.bp.blogspot.com/-BFZ_kOw_0rM/XwVB8sBoUWI/AAAAAAAAKDM/crS_ma32F_0lkYG4I4WOfczBUVjTqUPUQCLcBGAsYHQ/s640/akurat_20200707101612_478055.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-BFZ_kOw_0rM/XwVB8sBoUWI/AAAAAAAAKDM/crS_ma32F_0lkYG4I4WOfczBUVjTqUPUQCLcBGAsYHQ/s72-c/akurat_20200707101612_478055.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2020/07/media-australia-sebut-indonesia-bakal.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2020/07/media-australia-sebut-indonesia-bakal.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy