$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Gurita Bisnis Djoko Tjandra, dari Grup Mulia Hingga yang 'Rahasia'

GELORABANGSA - Djoko Sugiarto Tjandra, akhirnya ditangkap di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis malam (30/7/2020). Tjandra atau Tjan Kok Hui...



GELORABANGSA - Djoko Sugiarto Tjandra, akhirnya ditangkap di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis malam (30/7/2020). Tjandra atau Tjan Kok Hui ditangkap oleh personel Polri dipimpin Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol Listyo Sigit, dibantu Polisi Diraja Malaysia.

Djoko Tjandra ditangkap dan dibawa pulang ke Indonesia untuk diadili terkait kasus pengalihan hak tagih (cessie) antara PT Era Giat Prima (EGP) miliknya dengan Bank Bali pada Januari 1999.

Tjandra tiba pukul 22.40 WIB di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta pada saat bersamaan terdengar gemar takbir menyambut datangnya Hari Raya Iduladha 1441 Hijriah.

Lantas siapakah Djoko Tjandra ini?

Djoko Soegiarto Tjandra atau Djoko Tjandra pria kelahiran Sanggau, Kalimantan Barat, 27 Agustus 1950, beralamat di Jl Simprug Golf I No. 89 Kelurahan Grogol Selatan, Jakarta Selatan.

Pria yang memiliki nama alias Joe Chan ini merupakan Pengusaha yang telah bertahun-tahun lamanya menjadi buronan korupsi pemerintah Indonesia.

Pada 2009, ia melarikan diri ke Papua Nugini sehari sebelum dijebloskan ke penjara karena perannya dalam penggelapan dana Perbankan.

Djoko Tjandra lahir dari keluarga pasangan Tjandra Kusuma dan Ho Yauw Hiang. Djoko Tjandra memiliki tujuh saudara kandung. Dan, Ia menikah dengan Anna Boentaran, lalu dikaruniai tiga orang putri, yaitu Joanne Soegiarto Tjandranegara, Jocelyne Soegiarto Tjandra dan Jovita Soegiarto Tjandra.

Awalnya berbisnis dari skala toko grosir

Saat berusia 17 tahun, Djoko Tjanda bepergian ke Irian Jaya (sekarang provinsi Papua). Pada 1968, ia membuka toko grosir bernama Toko Sama-Sama di ibukota provinsi tersebut, Jayapura. Kemudian pada 1972, ia membuka toko bernama Papindo di Papua Nugini.

Usaha pria ini semakin berkembang. Akhirnya, ia membuka bisnis distribusi di Melbourne pada 1974. Pada 1975, Djoko Tjandra mendirikan sebuah perusahaan kontraktor bernama PT Bersama Mulia di Jakarta.

Dapat proyek Pertamina, PLN dan Kemenperindag

Tiga tahun kemudian, sebagai ahli untuk PT Jaya Supplies Indonesia, Djoko Tjandra memperoleh proyek dari Pertamina, PLN dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Tak berapa lama, dari 1979 hingga 1981, ia mengembangkan pembangkit listrik Belawan di Sumatera Utara.

Bukan hanya itu, ia memperluas kilang minyak di Balikpapan, mengembangkan Hydrocracking Complex di Dumai, sebuah kilang minyak di Cilacap.

Untuk pupuk, Djoko juga mengembangkan pupuk Kaltim di Bontang, Kalimantan Timur.

Kriminolog Nilai Polri Tunjukan Komitmen Tangkap Djoko Tjandra

Akademisi Minta Kejaksaan Segera Eksekusi Djoko Tjandra

Masuk ke bisnis Properti

Pada 1983, usaha Djoko Tjandra memasuki sektor Properti, dengan mengembangkan blok kantor. Proyek-proyek besar dipegangnya. Seperi proyek gedung Lippo Life, Kuningan Plaza dan BCA Plaza.

Selain itu ada juga pengembangan Mal Taman Anggrek, yang dulunya merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Asia Tenggara.

Djoko Tjandra juga merupakan tokoh utama dalam Grup Mulia. Kiprahnya di sana dimulai dengan PT Mulialand, yang didirikan pada awal 1970-an oleh Tjandra Kusuma (Tjan Boen Hwa) dan tiga anaknya: Eka Tjandranegara (Tjan Kok Hui), Gunawan Tjandra (Tjan Kok Kwang) dan Djoko Tjandra.

Properti mewah yang dikembangkan Mulialand meliputi Hotel Mulia Senayan, Wisma Mulia, Menara Mulia, Wisma GKBI, Menara Mulia Plaza 89, Plaza Kuningan, dan apartemen Taman Anggrek.

Pada 5 November 1986, mereka mendirikan PT Mulia Industrindo, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur kaca dan keramik.

Tercatat sebanyak 41 perusahaan bernaung di bawah Grup Mulia, dengan perkiraan total aset pada tahun 1998 sebesar Rp 11,5 trilyun, dan sales turn-overpada tahun 1998 diperkirakan Rp 395 milyar.

Punya mega bisnis bersifat 'rahasia' di luar negeri

The International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) mengungkap tabir rahasia jejaring bisnis Djoko Tjandra lewat investigasi firma hukum Mossack Fonseca yang dikenal The Panama Papers.

Nama Djoko Tjandra dengan penulisan ‘Joko Soegiarto Tjandra’ tercatat setidaknya di dua perusahaan cangkang yang lazim untuk merahasiakan aktivitas bisnis.

Djoko Tjandra terdaftar sebagai pemilik perusahaan cangkang Shinc Holdings Limited di yurisdiksi British Virgin Islands, sejak 11 Mei 2001 hingga 2012. Kepemilikannya diteruskan dua anaknya, Jocelyne Soegiarto Tjandra dan Joanne Seogiarta Tjandranegara. Hingga kini perusahaan cangkang masih aktif.

Di perusahaan yang alamatnya sama dengan Mossack Fonseca di Panama ini, Djoko dan kedua putrinya dari hasil pernikahan dengan Anna Boentaran, mencatatkan alamat rumah di Jalan Simprung Golf Kaveling 89 RT 3/RW 8, Grogol Selatan, Jakarta Selatan. Alamat itu digunakan Djoko untuk membuat KTP Elektronik yang belakang menunjukkan kehadirannya di Indonesia.

Joanne Seogiarta Tjandranegara juga tercatat sebagai komisaris PT Mulia Industrindo, bagian dari Mulia Group, yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

The Panama Papers juga mencatat perusahaan yang pernah dipakai berbinis Djoko Tjandra untuk C P Holdings Limited sejak 3 November 1986. Djoko nonaktif dari entitas bisnis ini sejak 17 Oktober 2014 dan dicoret sejak 30 April 2020.

Ada empat nama terkoneksi di perusahaan ini, yang merupakan saudara kandung dan kolega bisnis Djoko Tjandra: Eka Tjandranegara, Gunawan Tjandra, Peter Jusmin Chandra, dan Prajogo Pangestu.

Prajogo Pangestu, 76 tahun, merupakan konglomerat Indonesia lewat grup Barito Pacific. Menurut Forbes, Prajogo pernah menjadi orang terkaya ketiga di Indonesia dengan kekayaan USD 6,7 miliar.

Menurut Tempo dalam edisi investigasi Jejak Korupsi Global dari Panama pada 5 April 2016, dua perusahaan Shinc Holdings Limited dan C P Holdings, masing-masing bermodal USD 50 ribu dengan harga USD 1 per saham.

Djoko punya 14 ribu saham dan Prajgo punya 22.500 saham di C P Holdings, lalu Djoko menjual 4.000 saham ke Prajogo pada 2006. Ada sekitar 27 berkas atas nama Joko Tjandra di The Panama Papers. Paling tua dibuat pada 1986.

Sumber: akurat


Name

Berita,5701,Internasional,278,Nasional,5240,Opini,204,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Gurita Bisnis Djoko Tjandra, dari Grup Mulia Hingga yang 'Rahasia'
Gurita Bisnis Djoko Tjandra, dari Grup Mulia Hingga yang 'Rahasia'
https://1.bp.blogspot.com/-N9L-bamg9Jo/XyPb9HmBGlI/AAAAAAAALUI/sjJery5t_yEV4VQ7Pazi4f0in88gFaAjQCLcBGAsYHQ/s640/IMG_20200731_165408.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-N9L-bamg9Jo/XyPb9HmBGlI/AAAAAAAALUI/sjJery5t_yEV4VQ7Pazi4f0in88gFaAjQCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG_20200731_165408.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2020/07/gurita-bisnis-djoko-tjandra-dari-grup.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2020/07/gurita-bisnis-djoko-tjandra-dari-grup.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy