$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Blak-blakan, Mardani Beber PKS Tak Bahagia Oposisi, Ajak PAN Demokrat Gabung, Sebut Nasdem Dua Kaki

GELORABANGSA - Blak-blakan, Mardani Ali Sera beber PKS tak bahagia oposisi, ajak PAN - Demokrat gabung, sebut Nasdem dua kaki. Partai...



GELORABANGSA - Blak-blakan, Mardani Ali Sera beber PKS tak bahagia oposisi, ajak PAN - Demokrat gabung, sebut Nasdem dua kaki.

Partai Keadilan Sejahtera atau PKS menjadi satu-satunya partai yang mendeklarasikan diri sebagai oposisi Pemerintah Jokowi.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera berharap partai pengusung Prabowo Subianto juga ikut ke dalam barisan oposisi.

Mardani Ali Sera pun blak-blakan menyebut PKS tak bahagia berada di oposisi sendirian.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Mardani Ali Sera menilai ada ketimpangan jumlah antara fraksi pendukung pemerintah dan fraksi yang berperan sebagai oposisi di DPR.

Mardani mengatakan, sampai saat ini hanya PKS yang menjadi oposisi pemerintah di parlemen.

"Memang ada ketimpangan faktanya yang tegas menyatakan oposisi baru satu PKS saja.

Kami tidak bahagia sendirian oposisi," kata Mardani Ali Sera dalam diskusi online, Kamis (25/6/2020). Di parlemen saat ini, tercatat ada sembilan fraksi.

Enam fraksi di antaranya adalah pendukung pemerintah yakni PDIP, Gerindra, Golkar, PKB, PPP dan Nasdem.

Sedangkan dua fraksi lainnya yakni PAN dan Demokrat tak mendeklarasikan diri sebagai pendukung pemerintah atau sebagai oposisi.

Menurut Mardani Ali Sera, komposisi yang pas untuk parlemen sekarang ini adalah semua partai pendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Pilpres 2019 berfungsi sebagai oposisi.

Partai pendukung Prabowo di Pilpres 2019 antara lain adalah Partai Gerindra, Partai Demokrat, PAN dan Berkarya.

Partai yang disebut terakhir tidak berhasil lolos ambang batas parlemen.

Sedangkan pendukung pemerintah, adalah mereka yang pada saat Pilres mengusung dan mendukung pasangan Joko Widodo - Maruf Amin.

Pasangan tersebut akhirnya terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden.

"Kita (partai pendukung Prabowo) sebagai check and balace sehingga seimbang," ujarnya.

Mardani berharap jumlah partai oposisi bisa bertambah agar sistem pengawasan di parlemen terhadap pemerintah menjadi lebih baik lagi.

"Kita berharap Demokrat udah agak sering bergabung nih, kami bersyukur mudah-mudahan PAN juga gabung, Nasdem kayaknya sudah mulai dua kaki," ucap dia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebut mnendapatkan keuntungan tersendiri di tengah pandemi Virus Corona.

Hal ini berdasarkan klaim Media Inggris yang menyatakan Anies Baswedan berhasil curi perhatian publik lantaran berani mendesak Pemerintah Jokowi saat Virus Corona.

Bahkan Anies Baswedan disebut-sebut sebagai simbol oposisi baru Presiden Jokowi setelah Prabowo Subianto.

Sebelumnya Prabowo Subianto merupakan rival Jokowi pada Pilpres 2019.

Namun kini Prabowo diangkat menjadi pembantu Presiden sebagai Menteri Pertahanan.

Tak cuma itu, Media Inggris juga mengklaim Anies Baswedan sebagai calon Presiden paling potensial tahun 2024, berkat keuntungan secara pemberitaan dari momen pandemi Virus Corona atau covid-19.

Anies Baswedan dinilai lebih cepat merespon wabah Virus Corona dibandingkan pemerintah pusat.

Demikian ditulis The Economist, baik edisi cetak maupun online, terkait kiprah Anies Baswedan tersebut.

The Economist adalah majalah internasional dan juga media online yang berkantor pusat di London, Inggris, yang menyoroti isu-isu kekinian, bisnis, politik, dan teknologi.

Sebelumnya, Anies Baswedan oleh media Australia disamakan dengan Gubernur New York Andrew Cuomo.

Menurut The Economist, kasus covid-19 pertama di Indonesia telah dikonfirmasi pada 2 Maret 2020.

Selama berminggu-minggu Anies Baswedan telah mendesak pemerintah pusat untuk bertindak cepat.

Namun pemerintah ragu-ragu ketika virus itu menyebar, pertama melalui Jakarta, kemudian ke seluruh pelosok negeri.

Akhirnya, pada tanggal 31 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan keadaan darurat nasional.

Bahkan pada saat itu, pemerintah daerah diminta untuk meminta izin sebelum melakukan lockdown (penguncian).

Terhadap kebijakan itu, Anies Baswedan seperti ditulis Jakarta Post pun berkomentar, "[Itu] seolah-olah kami mengusulkan proyek yang membutuhkan studi kelayakan."

“Tidak bisakah kementerian [kesehatan] melihat bahwa kita menghadapi peningkatan jumlah kematian? Apakah itu tidak cukup? "

Itu adalah satu tembakan atau serangan yang dilakukan Anies terhadap Presiden Joko Widodo --lebih dikenal sebagai Jokowi.

Dia mengkritik pemerintahan Jokowi karena tidak bertindak cepat dan kuat, dan berulang kali membantah data pemerintah tentang jumlah kasus covid-19.

Itu adalah "tamparan di wajah" untuk Jokowi dan para pembantunya, kata seorang diplomat asing.

Keluhan jelas menjebak presiden. Ketika Anies Baswedan berusaha untuk mengunci Jakarta setelah Jokowi menghabiskan berminggu-minggu menolak untuk melakukan hal yang sama ke seluruh negeri.

Jokowi menyatakan bahwa gubernur tidak memiliki wewenang untuk melakukannya.

Hari berikutnya ia mengumumkan prosedur berat yang diperlukan sebelum pemerintah daerah dapat membatasi pergerakan orang.

Disebutkan pula Jokowi selama ini jarang mendapat kritik dari kelompok oposisi setelah pada Oktober ia mengangkat Prabowo Subiabto sebagai menteri pertahanan.

Prabowo Subianto adalah lawannya selama dua kampanye presiden (2014 dan 2019).

Sejak saat itu, Prabowo sebagian besar mengikuti kebijakan pemerintahan dan membiarkan 'jabatan kepala oposisi' kosong.

The Economist menulis, Mr Anies tampaknya telah memutuskan untuk mengambil posisi itu ( oposisi ).

Ketika Jokowi memulai masa jabatan pertamanya sebagai presiden pada tahun 2014, ia menunjuk Anies Baswedan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Namun ambisi politisnya, belakangan ini melemahkan hubungan keduanya, kata seorang mantan penasihat Jokowi.

Presiden mencampakkan Anies Baswedan dua tahun kemudian dalam perombakan kabinet.

Tetetapi, Anies Baswedan mendapatkan kembali 'kekuasaan' tahun 2017, ketika ia mencalonkan diri sebagai Gubernur Jakarta melawan seorang anak didik Jokowi, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Ahok, yang beragama Kristen, telah memimpin dalam pemungutan suara tetapi dituduh melakukan penistaan ​​agama setelah ia salah mengutip Alquran dalam salah satu pidatonya.

Saat itu, Anies Baswedan memanfaatkan masalah ini dan mendapat dukungan Front Pembela Islam (FPI), sebuah kelompok yang telah mengorganisasi protes besar terhadap Ahok.

Gelombang kemarahan sektarian membawa Anies Baswedan menjadi gubernur di Jakarta dan ini tentu saja 'memalukan' bagi Jokowi.

Sumber: tribunnews


Name

Berita,4186,Internasional,259,Nasional,3744,Opini,204,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Blak-blakan, Mardani Beber PKS Tak Bahagia Oposisi, Ajak PAN Demokrat Gabung, Sebut Nasdem Dua Kaki
Blak-blakan, Mardani Beber PKS Tak Bahagia Oposisi, Ajak PAN Demokrat Gabung, Sebut Nasdem Dua Kaki
https://1.bp.blogspot.com/-f92nWRf8dTY/XvVOjtCDdlI/AAAAAAAAJPA/7DaKGPKGmjUjpZDsbWTjE2hqMlkNf01_QCLcBGAsYHQ/s640/85a911f3a32b4f0723a53627b68d6c40.webp
https://1.bp.blogspot.com/-f92nWRf8dTY/XvVOjtCDdlI/AAAAAAAAJPA/7DaKGPKGmjUjpZDsbWTjE2hqMlkNf01_QCLcBGAsYHQ/s72-c/85a911f3a32b4f0723a53627b68d6c40.webp
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2020/06/blak-blakan-mardani-beber-pks-tak.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2020/06/blak-blakan-mardani-beber-pks-tak.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy