$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Ponpes yang Mau Tampung Eks ISIS Kecewa Berat: Pemerintah Gak Waras

GELORABANGSA - Pemerintah Indonesia menolak pemulangan 600 lebih warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam kelompok Negara Isl...



GELORABANGSA - Pemerintah Indonesia menolak pemulangan 600 lebih warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) yang saat ini berada di Suriah.

Keputusan tersebut mendapatkan respons dan tanggapan kekecewaan dari Pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah, Ustaz Khairul Ghazali.

Ghazali menjelaskan keputusan diambil Presiden Joko Widodo setelah dilakukan rapat koordinasi terbatas bersama Menko Polhukam, Menteri Pertahanan, Menteri Agama, Menteri Luar Negeri, Kepolisian, BNPT dan BIN di Istana Bogor, Selasa (11/2/2020).

"Kecewa berat dengan keputusan pemerintah yang menolak kepulangan WNI eks ISIS ke Indonesia," kata Ghazali saat dikonfirmasi, Rabu (12/2/2020).

Ghazali sendiri melalui pondok pesantren yang berada di Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, siap menampung sebagian dan mengembalikan pemahaman mereka cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia dan anti-radikalisme.

"Keputusan tersebut, berarti pemerintah menabrak konstitusinya sendiri dan keputusan PBB yang mewajibkan seluruh negara menjaga keamanan regional dan global," kata mantan napi terorisme itu.

Ia menilai keputusan diambil pemerintah Indonesia mencerminkan rasa ketakutan dan kepanikan pemerintah seperti orang yang kehilangan akal menghadapi segelintir WNI eks ISIS, yang belum tentu semuanya teroris lintas batas itu terlibat.

Karena, faktanya sebagian besar adalah wanita dan anak-anak serta simpatisan yang merupakan korban.

"Keputusan pemerintah tersebut, menunjukkan pemerintah kehilangan kewarasan padahal mereka punya lembaga-lembaga superbody yang tangguh seperti BNPT, BIN dan TNI/Polri.

Yang tampaknya tidak lagi dipercaya sebagai garda terdepan melindungi lebih 260 juta rakyat Indonesia," kata Ghozali.

Dengan kondisi ini, Ghozali mengungkapkan ada rasa ketakutan pemerintah Indonesia dengan 600 lebih WNI tersebut.

Dari keseluruhan didominasi oleh wanita dan anak-anak.

"Sehingga mengabaikan tanggung jawabnya dalam melindungi rakyatnya sendiri padahal ada lembaga hukum yang bisa menghukum rakyatnya yang melakukan pelanggaran bahkan ada Undang-Undang Terorisme yang bisa mempidana mereka yang dianggap melanggar.

Bukan menolak mereka untuk kembali ke tanah air ini," kata Ghozali.

Sumber: wartaekonomi.co.id


Name

Berita,2747,Internasional,179,Nasional,2384,Opini,204,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Ponpes yang Mau Tampung Eks ISIS Kecewa Berat: Pemerintah Gak Waras
Ponpes yang Mau Tampung Eks ISIS Kecewa Berat: Pemerintah Gak Waras
https://1.bp.blogspot.com/-n-Y_m7YDUMw/XkZ0ynadvNI/AAAAAAAADsY/zm6xD6ts8AoRKq3HgqgSeXstqASJoIg2gCLcBGAsYHQ/s640/mahfud_md_160322_small.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-n-Y_m7YDUMw/XkZ0ynadvNI/AAAAAAAADsY/zm6xD6ts8AoRKq3HgqgSeXstqASJoIg2gCLcBGAsYHQ/s72-c/mahfud_md_160322_small.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2020/02/gelorabangsa-pimpinan-pondok-pesantren.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2020/02/gelorabangsa-pimpinan-pondok-pesantren.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy